• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Minggu, 8 Maret, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

DISWAY: Surabaya-Lombok

Hadi Ismanto by Hadi Ismanto
Maret 30, 2025
in NEWS, OPINI
Reading Time: 3min read
disway surabaya lombok

Dahlan Iskan di Kapal Dharma Lautan Utama. Foto: Disway

89
SHARES
4.7k
VIEWS

Oleh: DAHLAN ISKAN
Sang Begawan Media

 

 

LAUTKU tenang, Alhamdulillah.

Kapalku besar, Alhamdulillah.

Tak seayunpun gelombang sepanjang malam, Alhamdulillah.

Tidurku nyenyak, Alhamdulillah.

Kalau pun ada kekurangan di perjalanan laut Surabaya-Lombok ini hanya satu. Kekurangan kecil: lauk untuk berbuka puasa ketinggalan.

Saat menuju pelabuhan Tanjung Perak, kami memang berhenti di Jalan Perak Barat. Ada warung Padang rasa Aceh di pinggir jalan. Dua jam lagi saatnya berbuka puasa: hari ke-28. Sepanjang Ramadan belum pernah merasakan nasi Padang.

Istri masuk warung itu: minta dibungkuskan nasi, rendang, kikil, sayur nangka daun ketela, ayam goreng. Kami pun naik ke kapal: besar sekali –untuk ukuran kapal ferry. Panjangnya 160 meter.

“Siapkan mental naik tangga kapal,” kata saya kepada istri. Kuatkan lutut. Dia pun minta digandeng.

Ternyata ada lift di kapal ini. Dua lift. Gandengan tangan pun dilepas. Naik lift. Kami turun di lantai empat. Di situlah kamar kami. Sebagian penumpang turun di lantai tiga.

Tas kresek nasi Padang-Aceh ditaruh di meja dekat sofa. Saya pun mencoba membantingkan badan di ranjang. Enak. Anak-menantu di kamar lain. Enam cucu di kamar yang berbeda lagi.

BACA JUGA :  DISWAY: Relawan Jantung

Pemilik kapal masuk kamar: Satrio WCS. Anak muda. Ia cucu pendiri PT Dharma Lautan Utama. Lulusan Seattle. Pernah ikut tinggal di rumah John Mohn di Kansas. Bapaknya teman olahraga sepeda anak saya.

Masih ada waktu 1,5 jam sebelum berbuka puasa. Ia mengajak kami tour de ferry. Naik turun ke semua lantai: ke restoran. Ke ruang karaoke. Ke masjid. Ke jogging track.

Melihat jogging track yang atraktif itu saya berpikir: di sinilah saya, besok pagi, akan senam-dansa satu jam. Saya sudah membawa speaker mini untuk memutar lagu-lagunya.

Menjelang saatnya azan magrib kami kembali ke kamar masing-masing. Pihak kapal menyediakan makanan lengkap: takjil, berbagai minuman, makanan utama, buah, dan snack.

Tapi kami ingat bungkusan nasi Padang rasa Aceh tadi. Kami buka tas kresek warna putih. Kami buka nasi gulung dibungkus kertas putih. Kami cari rendangnya. Tidak ketemu. Istri bakikih mencari kikil. Juga tidak ketemu. Yang ada hanya bumbu rendang. Dan ayam goreng.

BACA JUGA :  DISWAY: Datuk ITB

Saya mau rendang! Bukan hanya bumbunya!

Istri mau kikil!

Apa boleh buat, saya hanya makan nasi dan bumbu rendang. Istri makan sayur nangka. Rupanya istri tadi minta tambahan bumbu rendang. Bumbunya ada, rendangnya tidak.

Untung ada lauk terbaik: lapar. Malamnya saya tidak ikut ke karaoke. Saya harus menulis. Lalu pulas. Tidak sedikit pun ada goyangan malam itu.

Sebelum tiba saatnya bersahur saya sudah terbangun. Masih pukul 01.15. Istri masih pulas. Saya coba keluar kamar. Laut di sisi kiri gelap. Laut di sisi kanan juga gulita. Angin kencang. Tidak ada kehidupan.

Saya balik ke kamar. Membaca. Apa saja.

Saya ingin tahu Inul akan Lebaran di mana?

Apakah APBN baik-baik saja?

Danantara sudah sampai di mana?

Sudah berapa ratus perusahaan yang tiba-tiba kehilangan perkebunan sawit mereka?

Setelah dua jam membaca bel berbunyi. Makanan untuk sahur tiba. Saya bangunkan istri. Inilah sahur pertama di atas kapal.

BACA JUGA :  Satu Keluarga Tewas Ditabrak Pengemudi Pulang Dugem, Kerabat Minta Pelaku Dihukum Berat

Usai sahur istri mengambil Alquran. Dia harus mengejar target: sebelum hari ke 29 bacaannyi sudah harus sampai juz 29. Sehari satu juz.

Saya turun satu lantai. Ke masjid. Ternyata antrean berwudunya panjang. Di sektor laki-laki maupun perempuan.

Pun di dalam masjid. Sudah penuh. Saya minta penumpang berkopiah haji untuk jadi imam. Ia menolak keras. Justru minta ke saya untuk jadi imam. Saya menolak –khawatir masih belum sembuh dari murtad. Saling tolak. Harus ada yang mengalah.

Saya mengalah. Salat subuh ini harus dua atau tiga sesi. Maka saya baca surah terpendek: Kulhu. Sebelum itu: Al Asr.

Benar saja. Seluruh jamaah harus bergegas keluar. Lebih banyak lagi yang ingin masuk. “Seperti di gereja saja,” celetuk saya mencoba bercanda, “ada kebaktian kedua”.

Ternyata ada jamaah yang marah dengan candaan itu. “Jangan samakan masjid dengan gereja..,” sergahnya dalam nada tinggi. Ia masih terus nerocos. Saya pilih berlalu.

Ternyata saya belum sembuh dari murtad.(*)

 

Tulisan ini sudah tayang di Disway.id

Tags: Acehdahlan iskandiswayLombokpadangSurabaya
Previous Post

Istana: Presiden dan Wapres Direncanakan Salat Idul Fitri di Masjid Istiqlal

Next Post

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Hujan Ringan, Serut Berawan

Related Posts

Tips Buka Puasa Tanpa Kalap, Terapkan Mindful Eating Agar Tubuh Tetap Sehat
KESEHATAN

Tips Buka Puasa Tanpa Kalap, Terapkan Mindful Eating Agar Tubuh Tetap Sehat

Maret 8, 2026
2.1k
Hujan Lebat Picu Genangan di Jakarta, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
MEGAPOLITAN

Hujan Lebat Picu Genangan di Jakarta, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan

Maret 8, 2026
2.1k
gp australia
OLAHRAGA

Hasil Race F1 GP Australia: Dominasi Sirkuit Melbourne, Mercedes Finis 1-2

Maret 8, 2026
1.8k
Banjir Rendam 11 Wilayah Tangsel, Anggota DPRD Harap Pemkot Bergerak Cepat
TANGERANG SELATAN

BPBD Tangsel Tetapkan Status Siaga 1 Banjir, Warga Diminta Waspada

Maret 8, 2026
2.8k
habib jafar dan vidi aldiano
SELEBRITI

Kasaksian Habib Ja’far tentang Vidi Aldiano: Pertanyaan Terakhir tentang Wudu dan Salat

Maret 8, 2026
2.8k
Vidi Aldiano Dimakamkan di Tanah Kusir, Hujan Iringi Perpisahan Terakhir Sang Penyanyi
SELEBRITI

Vidi Aldiano Dimakamkan di Tanah Kusir, Hujan Iringi Perpisahan Terakhir Sang Penyanyi

Maret 8, 2026
2.2k
Next Post
hujan di tangsel

Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Hujan Ringan, Serut Berawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN

© 2022 TangselXpress.com