TANGSELXPRESS – Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) ruas Kraksaan-Paiton akan difungsikan selama periode mudik Lebaran 2025.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengatakan jalan tersebut dapat digunakan tanpa dikenakan tarif tol. “Keberadaan tol fungsional ini sangat penting untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik, terutama di wilayah yang kerap mengalami kepadatan,” ujarnya.
“Dengan adanya ruas tol ini, diharapkan distribusi kendaraan bisa lebih merata, mengurangi kemacetan di jalur utama, dan memberikan pengalaman mudik yang lebih nyaman bagi masyarakat,” ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Maret 2025.
Demi mengurangi kepadatan di jalan nasional, tol fungsional ini akan diberlakukan satu arah dengan cakupan yang lebih luas.
“Untuk mengurangi kepadatan jalan nasional, kita akan fungsionalkan tol hanya satu arah, yakni dari arah Gending sampai Paiton sekitar 23 km. Karena ini masih bersifat fungsional, operasionalnya hanya pada siang hari, kemungkinan sampai pukul 16.00 atau maksimum 17.00. Itu pun akan terus dikoordinasikan dengan Korlantas,” tutur Dody.
Saat arus mudik, menurut Doddy, tol akan beroperasi satu arah di Jalur A, mengakomodasi pemudik dari Surabaya menuju Banyuwangi dengan akses keluar di Gerbang Tol Paiton.
Sementara arus balik, memberlakukan sistem satu arah di Jalur B, hanya untuk kendaraan dari arah Situbondo atau Banyuwangi menuju Surabaya.
Hingga 9 Maret 2025, progres konstruksi ruas tol tersebut telah mencapai 80,3 persen. Jalan Tol Probowangi dengan total panjang 175,40 kilometer (km) merupakan ruas terakhir yang akan menyempurnakan jaringan Jalan Tol Trans Jawa, menghubungkan wilayah barat hingga timur Pulau Jawa.
Sebelumnya, jaringan tol Trans Jawa telah tersambung dari Banten, Jawa Barat, hingga Probolinggo Timur, Jawa Timur.
“Dengan segera selesainya ruas Kraksaan-Paiton, kita berharap konektivitas antardaerah semakin baik, memperlancar distribusi orang, barang, dan jasa, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah timur Pulau Jawa,” ujarnya.
Selain mempersiapkan ruas tol fungsional, Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung, seperti rambu lalu lintas, penerangan jalan, dan fasilitas lainnya.
Sarana dan prasarana tersebut tersebut akan dipastikan dalam kondisi optimal agar pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman.







