• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Kisah Samson, Preman Sukabumi yang Tewas Diamuk Massa: Sempat Titipkan Anak ke Bibi

Hadi Ismanto by Hadi Ismanto
Februari 23, 2025
in DAERAH, NEWS
Reading Time: 2min read
jenazah
98
SHARES
4.7k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Suherlan atau yang lebih populer dipanggil Samson akhirnya meregang nyawa. Pria 33 tahun warga Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang dikenal sebagai preman kampung itu tewas setelah diamuk massa pada Jumat (21/2) malam.

Sebelum tewas, Samso sempat menitipkan anak perempuannya yang barus berusia dua tahun kepada Erna Purnamasari (43) yang merupakan bibinya warga Kampung Lambau Selagedang.

“Sehari sebelum kejadian, Samson sempat datang ke sini dengan membawa anak semata wayangnya, dan tidak menunjukkan perilaku yang aneh,” katanya di Kampung Lambau Selagedang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Sabtu (22/2) sebagaimana dikutip dari Antara.

Erna menceritakan, saat baru tiba di rumahnya, Samson sempat meminta dirinya untuk memasak ikan kesukaannya sambil mengobrol. Namun, ada beberapa perkataan keponakannya itu yang hingga kini membekas di hatinya.

Samson tiba-tiba menitipkan anaknya kepada Erna dan meminta mengurusnya dengan baik. Kemudian saat meminta dimasakkan ikan, pemuda yang kerap berbuat onar ini sempat bilang bahwa permintaannya itu merupakan yang terakhir, dan ia tidak akan kembali lagi.

BACA JUGA :  Kisah Pilu Raya, Bocah di Sukabumi yang Meninggal Dunia karena Tubuhnya Dipenuhi Cacing

Perkataan Samson tersebut awalnya hanya dianggap angin lalu dan Erna pun tidak memiliki firasat bahwa keponakannya itu akan pergi untuk selamanya dengan cara tragis.

“Bi titip anak dan jangan dititipkan lagi ke siapa pun, baik itu neneknya. Anak ini harus diurus dan dijaga sama bibi. Anak semata wayangnya itu merupakan hasil pernikahan dengan istrinya, namun setelah melahirkan istrinya malah meminta cerai. Samson dikenal sangat sayang kepada anaknya itu, meskipun di luar rumah kerap membuat onar,” tambahnya.

Keesokan harinya atau pada Jumat petang, Samson kemudian meminta izin kepada bibinya itu untuk pergi ke masjid di Kampung Cihurang, Desa Cidadap.

Ia pun sempat berpesan kepadanya agar jangan berbuat onar, dan salat yang benar, karena Samson diketahui baru pulang dari rumah sakit setelah menjalani perawatan beberapa hari karena sakit.

BACA JUGA :  Bocah 12 Tahun di Sukabumi Tewas dengan Luka Bakar, Keluarga Curiga Dianiaya Ibu Tiri

Namun, alangkah terkejut dirinya setelah mendapatkan informasi dari suaminya bahwa Samson telah meninggal pada Jumat malam, akibat diamuk massa dan saat ini jasadnya berada di RSUD Palabuhanratu.

Erna yang mendapat informasi itu hanya bisa menangis dan tidak berani datang ke rumah sakit karena lemah jantung, dan ia pun hanya bisa mengingat ucapan dan permintaan terakhir Samson.

Di sisi lain, ia menceritakan bahwa keponakan kesayangannya tidak pernah berbuat kasar baik kepada dirinya, keluarganya yang lain apalagi ke anaknya.

Namun diakuinya, Samson memang sempat mengalami depresi setelah bercerai dengan istrinya. Bahkan, Erna mengaku sempat melihat langsung saat Samson membuat onar.

Selain itu, di Kampung Selagedang, pemuda yang kerap berurusan dengan hukum ini belum pernah berbuat onar. Samson pun sering ke masjid, salat dan kerap berbagi rokok makanan dengan tetangga.

BACA JUGA :  Resahkan Warga, 66 Preman di Serang Diciduk Polisi

Kemudian, untuk memenuhi kebutuhan susu anaknya, Samson kerap bekerja di laut membantu nelayan, dan setelah pulang dari mana saja selalu bawa makanan dan minuman untuk anaknya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Hartono mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan atas tewasnya Samson yang diduga diamuk massa pada Jumat malam.

Diduga, sebelum kejadian Samson sempat berkelahi dengan orang tidak dikenal dan membuat onar di Kampung Cihurang.

Dari lokasi kejadian polisi sudah menyita sejumlah barang bukti berupa besi, bambu, kayu, batu dan benda lainnya yang berlumuran darah.

Tags: amuk massaPolres SukabumiPremansamsonsuherlanSukabumi
Previous Post

Heboh Mayat Siswi Dalam Karung di Sumbar, Polisi Periksa 20 Saksi

Next Post

Kepala Sampai Terbelah, Sengketa Tanah Warisan Bikin Adik Tega Bunuh Kakak di Sukabumi

Related Posts

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital
NASIONAL

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo
TANGERANG SELATAN

Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo

Oktober 22, 2026
2.4k
Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan
ADVERTORIAL

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan

Oktober 22, 2026
2.4k
Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor
NASIONAL

Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor

Oktober 22, 2026
2.4k
hujan ringan
TANGERANG SELATAN

Cuaca Tangsel Kamis 22 Oktober: 6 Kecamatan Hujan Ringan, Setu Perlu Waspada

Oktober 22, 2026
2.4k
Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
Next Post
ilustrasi pembunuhan

Kepala Sampai Terbelah, Sengketa Tanah Warisan Bikin Adik Tega Bunuh Kakak di Sukabumi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com