• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Artikel Mahasiswa Unpam: Kasus Anggota Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Desember 6, 2024
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
Artikel Mahasiswa Unpam: Kasus Anggota Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang
227
SHARES
3.8k
VIEWS

PADA 24 November 2024, sebuah insiden tragis terjadi di Semarang, ketika Aipda Robig Zaenudin anggota polisi, menembak seorang siswa SMK bernama Gamma Rizkynata Oktafandy. Penembakan tersebut menyebabkan Gamma, yang juga seorang anggota Paskibra, meninggal dunia. Insiden ini terjadi di depan sebuah minimarket di Kecamatan Semarang Barat, pada tengah malam.

Robig yang berdinas di Polrestabes Semarang menembak tiga pelajar SMK Negeri 4 Semarang setelah diduga terlibat dalam tawuran antargeng. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 00.19 WIB, di mana Robig tidak memberikan peringatan sebelum menembak. Gamma (17), meninggal akibat tembakan tersebut. Polisi menyebut bahwa Robig bertindak untuk membubarkan tawuran, namun banyak pihak mempertanyakan kelebihan tindakan ini​.

BACA JUGA :  The Tax Effect terhadap Inflasi dan Perputaran Buruk Ekonomi Indonesia

Menurut Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, Aipda Robig menembak setelah mengejar sekelompok pemuda yang terlihat membawa senjata tajam. Meskipun Aipda Robig menganggap bahwa dirinya sedang melakukan tindakan untuk mencegah aksi kekerasan, pengakuan ini bertentangan dengan informasi dari Propam Polda Jawa Tengah yang menegaskan bahwa penembakan tersebut tidak berkaitan dengan upaya membubarkan tawuran, seperti yang awalnya dikemukakan​.

Kepala Polrestabes Semarang mengungkapkan bahwa dirinya siap bertanggung jawab atas insiden ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban serta masyarakat. Kejadian ini memicu perhatian dari publik dan berbagai pihak yang mendesak agar proses hukum berjalan dengan transparan​.

Komnas HAM Bertindak

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut peristiwa penembakan yang dilakukan Aipda Robig kepada Gamma, memenuhi unsur pelanggaran HAM.

BACA JUGA :  Artikel Unpam: Internal Audit

Koordinator Sub Komisi Pemantauan Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing mengatakan, kesimpulan itu didapat setelah Komnas HAM melakukan proses pemantauan, termasuk meminta keterangan para saksi hingga Polda Jawa Tengah.

“Tindakan saudara RZ (Aipda Robig) memenuhi unsur adanya pelanggaran HAM berdasarkan Pasal 1 angka 3 Undang-Undang HAM Nomor 39 Tahun 1999,” ujarnya dalam keterangan pers.

Adapun unsur yang dipenuhi atas gaya koboi Aipda Robig adalah pelanggaran hak hidup dan pembunuhan di luar hukum atau extra judicial killing. Selain itu, Aipda Robig juga melanggar hak untuk bebas dari perlakuan kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat kemanusiaan karena secara sengaja menghilangkan nyawa Gamma dan melukai dua siswa SMK lainnya berinisial S an A.

BACA JUGA :  Cara Kreatif Mahasiswa Universitas Pamulang Kenalkan Kewirausahaan Sosial kepada Anak Panti

Sebab itu, Komnas HAM merekomendasikan agar Kapolda Jawa Tengah melakukan penegakan hukum secara adil, transparan, dan imparsial kepada Aipda Robig. Melakukan evaluasi secara berkala atas penggunaan senjata api, termasuk melakukan assessment psikologi secara berkala.

Komnas HAM juga mengeluarkan rekomendasi agar Polda Jawa Tengah memberikan evaluasi pemahaman dan pengetahuan anggota polisi khususnya tingkat bintara.

Sumber berita: https://jateng.jpnn.com, Viva News, suara.com, Kompas.com

 

Penulis: 

Ikmal Aditiyar Rahman

Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi S1 Akuntansi

Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.

Tags: Artikel Mahasiswa UnpamRuang Unpamuniversitas pamulangunpam
Previous Post

Mengenaskan! Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri di Sebuah Bengkel Pondok Aren

Next Post

Artikel Mahasiswa Unpam: Sinergi BPK RI dan Komite Audit Kunci Good Governance di Perguruan Tinggi Negeri

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Artikel Mahasiswa Unpam: Sinergi BPK RI dan Komite Audit Kunci Good Governance di Perguruan Tinggi Negeri

Artikel Mahasiswa Unpam: Sinergi BPK RI dan Komite Audit Kunci Good Governance di Perguruan Tinggi Negeri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com