• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Mengenal Sindrom Trigger Mental dan Enam Cara Mengatasinya

Irina Jusuf by Irina Jusuf
November 7, 2024
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 3min read
Mengenal Sindrom Trigger Mental dan Enam Cara Mengatasinya
7.4k
SHARES
9k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Trigger mental adalah sebuah stimulus yang menyebabkan atau memperburuk gejala penyakit mental. Ini sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat trauma atau sedang dalam masa pemulihan dari penyakit mental, tindakan menyakiti diri, kecanduan, dan gangguan makan.

Jika seseorang memiliki riwayat salah satu masalah tersebut, ketika melihat, mendengar, mencium aroma tertentu, atau menyentuh tekstur, secara tak terduga dapat menyebabkan kambuh secara tiba-tiba.

Banyak trigger mental yang berbeda dan bisa menjadi stimulus. Seringkali, pemicunya dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu.

Maka memahami, mengidentifikasi, dan berupaya mencegah pemicu dapat mencegah trigger mental lebih efektif. Pemicunya sangat bervariasi pada setiap orang, tetapi dikategorikan menjadi berikut ini:

Trigger eksternal, termasuk indra berpikir, suara, pemandangan, tekstur yang menimbulkan respons berdasarkan pengalaman masa lalu.

Contohnya, mencium bau parfum yang dikenakan oleh orang tersayang yang telah meninggal dunia dapat memicu kesedihan.

Trigger internal, yaitu perasaan kuat yang muncul berdasarkan pengalaman masa lalu. Contohnya membuat janji dengan dokter setelah mengalami pengalaman medis yang negatif dapat memicu rasa takut.

Trigger trauma, perasaan kuat yang muncul berdasarkan trauma masa lalu. Contohnya, suara petasan dapat menjadi pemicu trauma bagi para veteran perang.

BACA JUGA :  Klinik di China Buka Layanan bagi Pekerja yang Malas ke Kantor

Trigger gejala, perubahan fisik dapat memicu masalah kesehatan mental yang lebih besar. Contoh, kurang tidur bisa memicu gejala gangguan bipolar.

Dilansir dari laman Heels Care Network, The University of North Carolina of Chapel Hill, bagi sebagian orang yang mengalami trigger mental dapat mengakibatkan respon fisik.

Seperti napas berat, berkeringat, menangis, dan reaksi emosional tertentu lainnya seperti berpikir sedang diserang. Bentuk trigger ini bagi sebagian orang bersifat bahaya dan menyebabkan kekambuhan.

Cara mengatasi trigger mental

Setelah mengalami suatu trigger, seseorang mungkin mempunyai perasaan negatif yang besar. Misalnya merasa kewalahan, ketidakberdayaan, ketakutan, dan lainnya. Perasaan ini dapat merugikan kesehatan mental dan seringkali membutuhkan cara pencegahan.

Terdapat banyak strategi penanggulangan, namun semuanya harus dilakukan secara fokus yang bertujuan mengurangi dampak pemicu dan kekuatan reaksi emosional. Cara mencegah trigger mental yang bisa memicu respon tertentu, diantaranya sebagai berikut:

  1. Belajar mengidentifikasi

Pertimbangkan reaksi terhadap pemicu di masa lalu. Ini termasuk siapa atau apa yang terlibat, di mana, kapan, dan mengapa hal itu terjadi. Pola dan tanda-tanda risiko perlu diamati secara jelas agar situasi serupa dapat dicegah.

  1. Buat rencana untuk mengatasinya
BACA JUGA :  Buka Perdagangan Bursa 2023, Ini Pesan Penting Presiden Jokowi

Untuk mencegah trigger mental memicu reaksi emosional, buatlah rencana untuk mengatasinya. Anda mungkin ingin berbicara dengan orang-orang terdekat atau tim ahli profesional untuk memberi tahu cara terbaik yang dapat Anda lakukan saat trigger tersebut muncul.

Pastikan berhati-hati mengatasi trigger mental yang terjadi berulang kali. Karena setiap kali terpicu, reaksi emosional mungkin semakin besar.

  1. Fokus menangani masalah

Cara mencegah trigger mental yang memicu reaksi emosional, salah satunya hadapi pemicu stres Anda secara langsung. Atau mencoba menemukan solusi terhadap pemicu stres tersebut.

Misalnya perjalanan melewati rumah sakit dapat menyebabkan mengingat trauma dari rumah sakit tersebut, sebaiknya temukan rute lainnya.

  1. Fokus pencegahan pada emosi

Ketika Anda tidak dapat menghilangkan atau menghindari pemicunya, fokuslah mengatur reaksi Anda terhadap pemicu stres yang dapat membantu mengurangi dampak menjadi lebih parah. Misalnya dengan beribadah dan melakukan meditasi untuk membantu mengurangi stres dan kecemasan.

  1. Berkomunikasi pada orang yang memicu reaksi emosional Anda
BACA JUGA :  PDIP akan Umumkan Ganjar Jadi Capres, Jokowi Mendadak ke Jakarta

Seseorang atau siapapun dapat berisiko memicu trigger mental yang seringkali tidak sengaja. Maka bicarakan dengan mereka tentang dampak tindakan mereka untuk menjernihkan kesalahpahaman dan mempertimbangkan solusi yang mungkin dilakukan.

Dialog dan komunikasi harus dilakukan secara terbuka, tenang, dan penuh pengertian. Jika orang yang men-trigger menolak, sebaiknya tetapkan batasan yang jelas.

  1. Temukan terapi yang tepat

Jenis terapi tertentu telah terbukti efektif dalam mengatasi trigger mental, seperti terapi paparan dan terapi EMDR.

Support system juga dapat membantu agar tidak merasa sendirian. Selain itu, penting untuk memeriksa realitas pikiran Anda.

Minimalkan eskalasi pikiran dan perasaan sehingga berguna menilai kewajaran realitas tertentu. Cara untuk memeriksa realitas pikiran, pertama, dengan memeriksa fakta. Kedua, pertimbangkan distorsi kognitif, reframe, proporsionalitas reaksi, dan praktikkan perawatan diri atau self-care.

Meskipun trigger mental sulit dikendalikan, tetapi Anda bisa belajar mengontrol reaksi sebagai respon tertentu terhadap pemicunya.

Karena apapun yang bisa dikontrol atau dikendalikan berkaitan dengan mental, dapat membantu Anda tetap sehat jiwa dan raga.

Tags: Kesehatan MentalMental HealthTrigger Mental
Previous Post

Diduga Ikut Promosikan Judi Online, Denny Cagur: Sudah Pernah Dipanggil ke Bareskrim

Next Post

Nikita Mirzani Sebut Anaknya Kecewa Berat, Vadel Badjideh: Sampai Kapanpun Gue Nggak Percaya

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.5k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Nikita Mirzani Sebut Anaknya Kecewa Berat, Vadel Badjideh: Sampai Kapanpun Gue Nggak Percaya

Nikita Mirzani Sebut Anaknya Kecewa Berat, Vadel Badjideh: Sampai Kapanpun Gue Nggak Percaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com