TANGSELXPRESS – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan eksistensi sembilan pasar tradisional yang ada di wilayahnya.
Terkait hal ini, Disperindag terus memberikan dukungan dalam menjaga eksistensi pasar-pasar tersebut.
“Kita punya Pasar Jombang, Pasar Serpong, Pasar Bintaro, Pasar Ciputat, Pasar Jengkol, Pasar Cimanggis, Pasar Kita Pamulang, Pasar Reni, dan Pasar Gintung, ini yang harus terus kita jaga dan tingkatkan eksistensinya,” ucap Kepala Disperindag Tangsel Abdul Aziz saat dikonfirmasi Selasa, (15/10/2024).
Disperindag Tangsel terus berupaya memberikan perlindungan, memperkuat tata kelola, dan memberdayakan para pedagang pasar tradisional agar dapat menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“Meskipun banyak pasar modern yang terus bertumbuh, pemerintah juga mengambil langkah untuk menjaga eksistensi pasar tradisional,” ungkapnya.
Disperindag juga berusaha untuk merevitalisasi pasar-pasar tradisional. Revitalisasi tersebut bertujuan untuk mengubah pasar yang awalnya dianggap tidak layak dan kurang nyaman menjadi tempat yang bersih dan nyaman. Hal ini juga dipastikan agar para pedagang tidak ada yang berjualan di bahu jalan.
“Saat ini sedang dilakukan planning pengisian los dan karena kios yang ada dimiliki oleh perorangan maka kita perlu lakukan komunikasi untuk sinergitas pemanfaatan yang sesuai dengan penjualan bahan pokok sesuai kebutuhan masyarakat,” tambah Abdul Aziz.
Meskipun dalam merevitalisasi pasar tradisional terdapat tantangan, berbagai langkah juga telah disiapkan, terutama dalam membangun sinergi yang baik dengan para pedagang agar hasil yang diinginkan dapat tercapai dengan baik.
Tak hanya itu, Disperindag Tangsel juga terus berupaya menjaga kualitas dan harga para barang yang ada di pasar tradisional. Mulai dari operasi pasar hingga pengawasan terkait penggunaan alat ukur oleh para pedagang.
“Kita lakukan kegiatan tera dan tera ulang terhadap alat ukur para pedagang setiap tahun, sehingga para pembeli yakin jumlah berat barang sesuai dan konsumen merasa terlindungi dan kegiatan jual beli dapat berlangsung aman dan nyaman,” ungkap Abdul Aziz.
Disperindag Tangsel juga memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendorong para pedagang agar memanfaatkan sistem berbasis website guna memberikan informasi harga-harga bahan pokok yang sumbernya diambil dari pasar-pasar tradisional tersebut.
“Dengan adanya sistem tersebut, pedagang dapat memanfaatkan teknologi untuk menjual barang sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat,” tandasnya.







