• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 30 April, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home OPINI

Disway: Babi Ideologi

admin by admin
September 4, 2024
in NEWS, OPINI
Reading Time: 3min read
disway babi ideologi

Dahlan Iskan bersama para penerima beasiswa belajar ke Tiongkok yang disalurkan lewat ITCC. Foto: Disway.id

132
SHARES
5.8k
VIEWS

“Hah? Ada yang ambil prodi teknologi kereta cepat? Kok kami tidak tahu ya?”.

Kami memang mengundang direksi perusahaan kereta cepat Tiongkok Senin kemarin. Acara kami: pelepasan 180 calon mahasiswa yang akan kuliah di sembilan universitas di Tiongkok daratan dan di Taiwan.

Yang saya maksud dengan ”kami” adalah Yayasan Pusat Kebudayaan Indonesia Tiongkok (ITC Center). Yang saya dirikan sekitar 15 tahun lalu bersama Lily Yoshica yang sekarang jadi ketuanya.

Sebelum Covid-19, tiap tahun, ITC Center memberangkatkan sekitar 350 calon mahasiswa.

Selama Covid kami nonaktif.

Setelah Covid berlalu, kami mulai lagi.

Tahun lalu kurang dari 100 orang. Tahun ini sudah 180 orang. Tahun depan, rasanya, sudah bisa kembali ke angka 350 orang.

Sejak 15 tahun lalu itu ITC Center dipercaya pemerintah Tiongkok dan Taiwan untuk menyeleksi calon mahasiswa dari Indonesia yang ingin kuliah di sana. Jurusan apa saja.

Beasiswanya terbatas: kuliah dan asramanya gratis. Makan dan tiket pulang-pergi ditanggung sendiri. Ada juga yang makannya ditanggung. Beserta tiketnya.

Dahlan Iskan mengalungkan medali secara simbolik pada penerima beasiswa belajar ke Tiongkok yang disalurkan via ITCC. Foto: Disway.id
Dahlan Iskan mengalungkan medali secara simbolik pada penerima beasiswa belajar ke Tiongkok yang disalurkan via ITCC. Foto: Disway.id

Kedatangan Vice President CRRC Mr Zhang Anying (张安营) dan GM CRRC Sifang Indonesia Mr Li Zhenwei (李振伟) didampingi direksi dari Whoosh Indonesia, Allan Tandiono. Allan lulusan NUS Singapura dan Peking University, Beijing.

BACA JUGA :  DISWAY: Matahari Kembar

Mereka menyesal sekali baru tahu ada program ini. Mereka pun berharap agar lulusan program ITC Center mau bekerja di Whoosh kelak. Apalagi setelah tahu di antara mahasiswa itu ada yang ambil prodi teknologi kereta cepat di Nanjing University. Bahkan ada yang ambil jurusan persinyalan kereta cepat.

Kantor pusat industri kereta cepat Tiongkok ternyata di sebuah kabupaten di provinsi Shandong. Di Qingdao. Tepatnya 40 km di sebelah barat Qingdao.

Pun kereta tanpa rel yang dipakai di IKN saat 17 Agustusan lalu. Itu buatan langsung CRRC Qingdao. Bukan buatan cabangnya yang di Hunan.

Saya pun ingat bahwa di zaman penjajahan dulu Qingdao dikuasai oleh Jerman.

Di Qingdao Jerman membangun industri kereta api. Dengan teknologi Jerman.

Ketika Qingdao kembali ke ibu pertiwi Tiongkok, pabrik kereta api Jerman itu diteruskan Tiongkok. Dikembangkan. Jadilah raksasa industri kereta cepat dunia.

Di Qingdao Jerman juga mengembangkan pabrik bir. Bir terkemuka di Jerman. Beck’s Beer.

BACA JUGA :  DISWAY: Umuk Ijazah

Kelak, setelah Qingdao kembali ke pangkuan Tiongkok, pabrik bir itu dipertahankan. Dikembangkan. Mereknya diganti. Terkenal ke seluruh negeri. Anda sudah tahu ini: 青岛啤酒 (Qingdao Beer). Seperti Nelanda meninggalkan warisan Heineken Beer yang menjadi Bir Bintang.

Sampai sekarang belum ada lulusan ITC Center yang bekerja di kereta cepat. Sebelum lulus pun mereka sudah banyak di-inden perusahaan Tiongkok lainnya yang ada di Indonesia.

Penerima beasiswa ITC Center tahun ini lebih merata. Dari berbagai kabupaten di Indonesia. Mulai dari Gunung Sitoli sampai Biak di Papua. Dari Aceh, Padang, sampai Nunukan. Yang terbanyak dari Kaltara. Sedang dari Papua merosot drastis: tinggal dua orang.

Tahun-tahun sebelum Covid yang dari Papua dominan. Bisa sampai 40 orang.

Saya pun bertanya kepada Andre So, staf di ITC Center yang sering keliling pesantren mencari penerima beasiswa.

Jawabnya: “Penurunan mahasiswa dari Papua terkait dengan tidak turunnya dana otonomi khusus dari pusat”. Dulu Pemda di Papua menggunakan sebagian kecil dana otsus untuk mereka.

BACA JUGA :  Waduh, Viral Siswa Mirip Wapres Gibran Rakabuming Sampai Masuk TV

Para mahasiswa asal Papua itu umumnya mengambil jurusan kedokteran.

Jumlah calon mahasiswa dari pesantren juga terus bertambah. Pondok Tebuireng, Jombang; Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto; Pesantren Modern Tursina, Malang; Bumi Sholawat, Sidoarjo; Sidogiri, Pasuruan adalah langganan ITC Center. Andre So sudah pandai berkopiah ketika keliling pondok pesantren.

Salah satu yang juga hadir di acara kemarin adalah KH Yusuf Daud. Seorang sufi. Masternya di bidang Islamic Mysticism dari ICAS London. Ia menguasai bahasa Arab, Inggris, Italia, dan Jerman. Salah satu bukunya: Menembus tujuh lapis langit.

Yusuf Daud dan dua anaknya. Salah satunya Najma Basheera Citra Putri Daud yang kuliah di Guilin University of Electronic Technology jurusan International Chinese Language Teaching sampai 2026.  Foto: Disway.id
Yusuf Daud dan dua anaknya. Salah satunya Najma Basheera Citra Putri Daud yang kuliah di Guilin University of Electronic Technology jurusan International Chinese Language Teaching sampai 2026. Foto: Disway.id

Dua anaknya kuliah di Tiongkok. Di Nanjing. Namanya Aja Ibrahim Daud. Ambil prodi bisnis internasional.

Anak itu saya minta naik panggung. Saya ajak dialog. Bahasa Mandarinnya gila: lebih bagus dari yang mengajak dialog.

Saya ingat awal-awal program ini: begitu sulit meyakinkan orang tua calon mahasiswa: takut anaknya jadi komunis. Atau terkontaminasi makanan daging babi.

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China. Kami melakukannya. Tanpa babi dan ideologi”. (Dahlan Iskan)

 

Artikel ini sudah tayang di Disway.id

Tags: dahlan iskandisway
Previous Post

Mensos Tri Rismaharini Pamit ke Komisi VIII DPR untuk Ikut Pilgub Jatim

Next Post

Misa Akbar Paus, Siswa Diminta Belajar di Rumah

Related Posts

Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, KAI Mulai Pulihkan Layanan Jarak Jauh
MEGAPOLITAN

Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, KAI Mulai Pulihkan Layanan Jarak Jauh

April 30, 2026
2.1k
Trauma Usai Kecelakaan Kereta, Psikolog Ungkap Cara Pulih Bertahap
KESEHATAN

Trauma Usai Kecelakaan Kereta, Psikolog Ungkap Cara Pulih Bertahap

April 30, 2026
2.1k
Cek Harga Emas Pegadaian 1 Februari 2026: Galeri24 dan UBS Sama-Sama Turunn vs UBS Hari Ini 2026: Selisih dan Cara Hitung
EKONOMI

Harga Emas Pegadaian 30 April 2026 Turun: Galeri24 dan UBS Kompak Melemah

April 30, 2026
2.5k
Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf soal Usulan Gerbong Wanita KRL Usai Kecelakaan Bekasi Timur
NASIONAL

Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf soal Usulan Gerbong Wanita KRL Usai Kecelakaan Bekasi Timur

April 30, 2026
2.5k
Prakiraan Cuaca Kota Tangsel Hari Ini: Seluruh Wilayah Berawan
TANGERANG SELATAN

Prakiraan Cuaca Tangsel 30 April 2026: Mayoritas Berawan, Pamulang dan Setu Diguyur Hujan Ringan

April 30, 2026
2.7k
127 Ribu Orang Naik LRT Jabodebek dalam Sehari, Efek Gangguan KRL Bekasi
MEGAPOLITAN

127 Ribu Orang Naik LRT Jabodebek dalam Sehari, Efek Gangguan KRL Bekasi

April 29, 2026
2.2k
Next Post
paus fransiskus

Misa Akbar Paus, Siswa Diminta Belajar di Rumah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com