JAKARTA– Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya terkait usulan pemindahan gerbong khusus wanita di KRL. Pernyataan tersebut menuai sorotan karena dinilai kurang sensitif di tengah suasana duka pasca kecelakaan kereta di Bekasi Timur.
Dalam video yang diunggah di akun media sosial pribadinya pada Rabu, 29 April 2026, Arifah mengakui pernyataannya tidak tepat.
“Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya korban dan keluarga korban yang terdampak insiden tersebut.
“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti dan tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” lanjutnya.
Arifah menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk membandingkan keselamatan antara perempuan dan laki-laki. Menurutnya, keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas utama tanpa pengecualian.
“Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki,” tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini fokus pemerintah adalah memastikan penanganan korban berjalan maksimal, baik bagi korban meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, turut menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama tanpa membedakan gender.
“Kami tidak ada toleransi sama sekali untuk menurunkan tingkat keselamatan dari para pelanggan pengguna jasa KAI, baik itu laki-laki maupun perempuan,” kata Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur.
Ia menjelaskan bahwa selama ini penempatan gerbong khusus perempuan di bagian depan dan belakang rangkaian bertujuan memberikan kemudahan akses serta kenyamanan dan keamanan bagi penumpang wanita.
Sebelumnya, Arifah mengusulkan agar gerbong khusus perempuan ditempatkan di tengah rangkaian KRL. Usulan itu disampaikan usai menjenguk korban kecelakaan di RSUD Bekasi pada Selasa, 28 April 2026.
“Tapi dengan adanya peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah.






