TANGSELXPRESS – Kelaikan bus milik PO Trans Putra Fajar yang merenggut nyawa 11 orang di Jalan Ciater, Subang, Jawa Barat pada akhir pekan lalu menguak fakta baru yang cukup mengejutkan yang beredar di media sosial TikTok.
Dilansir dari beritasatu.com, bus dengan pelat nomor AD 7524 OG itu pernah nyaris terbakar saat sedang disewa dalam sebuah perjalanan ke Bandung, Jawa Barat. Peristiwa miris tersebut diunggah melalui video pendek berdurasi 14 detik oleh pemilik akun TikTok @rara_azura03.
Hanya saja unggahan video pendek itu justru bikin banyak netizen kebingungan. Pasalnya bus yang nyaris terbakar itu merupakan bus milik PO Maulana Trans.
Hanya saja pelat nomor bus PO Maulana Trans dan PO Trans Putra Fajar sama-sama AD 7524 OG.
“Itu bus awalnya memang punya Maulana Trans, terus dibeli sama Putra Fajar,” jawab salah satu pemilik akun TikTok @rid menjawab keraguan netizen.
“Itu sudah berpindah tangan dari PO San, PO Jaya Hage, PO Maulana Trans, dan TO Putra Fajar. Yang aneh, bus AKAP malah disulap pariwisata,” jelas pemilik akun TikTok lainnya @iamguy.
@rara_azura03 buat yg ga percaya klo itu Bus yg sama.. ne buktinya terutama buat mbah netizen neh yg bilng ko ga ada beritanya.. #km88arahbandung
Pindah tangan bus itu sendiri sebelumnya dibenarkan Direktur Utama PT SAN Putra Sejahtera Kurnia Lesani Adnan. “Ya (betul pemilik pertamanya PO SAN), (bus) sudah kita jual ke Jaya Guna Hage tahun 2022,” bilang pria yang akrab disapa Sani.
Setelah berpindah kepemilikan ke Jaya Guna Hage, bodi bus mengalami peremajaan bodi dari awalnya pakai bodi Laksana Discovery, dirombak menggunakan bodi ala ‘Adiputro’ berjenis SHD (super high decker).
Setelah dari Jaya Guna Hage, bus maut itu pindah tangan ke PO Maulana Trans. Saat itu tidak ada perubahan bodi bus yang dilakukan. Perubahan baru terjadi ketika PO Maulana Trans menjual bus itu ke PO Trans Putra Fajar.
Di tangan PO Trans Putra Fajar bus itu dirombak jadi bus pariwisata dengan bodi SHD. Saat itu PO Trans Putra Fajar terinspirasi bodi SHD buatan karoseri Adiputro.







