SEMARANG – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyampaikan duka mendalam atas insiden kecelakaan bus yang terjadi di KM 419 A Simpang Susun Krapyak arah Semarang, ruas Tol Batang–Semarang, Jawa Tengah, pada Senin, 22 Desember 2025 sekitar pukul 00.45 WIB. Kecelakaan tersebut menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono menyatakan, manajemen Jasa Marga memberikan dukungan penuh terhadap proses penanganan di lapangan, termasuk evakuasi korban dan koordinasi lintas instansi.
“Kami menyampaikan rasa prihatin mendalam kepada seluruh pihak terdampak. Sejak menerima laporan, kami bersama anak perusahaan pengelola ruas Tol Batang–Semarang segera menerjunkan tim operasional untuk penanganan awal, pengamanan lokasi, serta koordinasi dengan instansi terkait,” ujar Rivan dalam keterangannya, dikutip Selasa, 23 Desember 2025.
Rivan menjelaskan, PT Jasamarga Semarang Batang sebagai pengelola ruas tol langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan area, pengaturan lalu lintas, serta mendukung proses evakuasi bersama kepolisian setempat, tim Basarnas siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru) dari Kota Semarang, serta unsur terkait lainnya.
Berdasarkan laporan petugas, kendaraan bus berhasil dievakuasi menggunakan alat berat crane pada pukul 03.16 WIB. Seluruh korban kemudian dievakuasi dan dirujuk ke sejumlah rumah sakit di wilayah Semarang, antara lain RS Tugu, RS Columbia, RS Elizabeth, dan RSUP Dr. Kariadi, untuk mendapatkan perawatan medis.
Penanganan teknis kecelakaan sepenuhnya diserahkan kepada Patroli Jalan Raya (PJR) Jawa Tengah 1C Semarang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Rivan menyampaikan harapan agar seluruh korban mendapatkan penanganan medis terbaik dan keluarga korban diberi ketabahan. Ia menegaskan, keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama Jasa Marga.
“Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama proses penanganan di lapangan,” ujarnya.
Sebagai upaya pencegahan, Jasa Marga mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk selalu menjaga konsentrasi saat berkendara, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan, serta tidak memaksakan perjalanan apabila mengalami kelelahan. Pengemudi juga diminta memanfaatkan fasilitas tempat istirahat atau rest area yang tersedia.







