TANGERANG – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan telah melakukan investigasi terkait meninggalnya dokter muda peserta program internship Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, dr Myta Aprilia Azmy, yang wafat saat menjalani tugas di RSUD KH Daud Arif.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan tim Kemenkes telah diterjunkan langsung ke lokasi guna melakukan penelusuran menyeluruh terkait kasus tersebut.
“Sudah diinvestigasi. Tim sudah ke sana. Hasilnya nanti kita umumkan,” ujar Dante di Tangerang, dikutip Rabu, 6 Mei dari http://beritasatu.com.
Dante menegaskan langkah investigasi itu dilakukan bahkan sebelum adanya dorongan dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Menurutnya, tim investigasi kini telah kembali dan membawa hasil pemeriksaan yang akan segera dipublikasikan.
“Sebelum DPR menyuruh, kita sudah kirim (tim) ke sana. Memang baru (pulang) beserta dengan hasilnya,” katanya.
Sebelumnya, anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dr Myta sekaligus menyoroti minimnya perlindungan terhadap tenaga medis, khususnya dokter internship.
Berdasarkan laporan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, terdapat dugaan korban bekerja melebihi batas kemampuan fisik. dr Myta disebut menjalani tugas selama tiga bulan tanpa hari libur, baik di bangsal maupun instalasi gawat darurat (IGD).
Selain beban kerja berat, pengawasan dari dokter definitif juga disebut tidak berjalan optimal. Kondisi itu diduga memperparah tekanan kerja yang diterima korban selama bertugas.
Situasi disebut semakin memprihatinkan karena dr Myta masih tetap menjalani jadwal jaga malam meski dalam keadaan sakit. Ia dilaporkan mengalami demam tinggi, sesak napas, hingga penurunan saturasi oksigen sampai 80 persen.
Pulung menilai kondisi tersebut tidak masuk akal dan harus menjadi perhatian serius pemerintah. Ia juga mengungkapkan kasus dr Myta menambah daftar dokter internship yang meninggal saat bertugas sepanjang 2026.
Sedikitnya empat dokter muda dilaporkan meninggal ketika menjalankan tugas di sejumlah daerah, termasuk Cianjur, Denpasar, dan Tegal.
Atas kejadian tersebut, DPR mendesak Kemenkes melakukan audit investigatif secara menyeluruh guna mengungkap akar persoalan, mulai dari sistem supervisi hingga dugaan budaya kerja tidak sehat di rumah sakit.







