• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Penanganan Manajemen Krisis dan Kaitannya dengan Sifat Selfish

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juli 16, 2023
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
Penanganan Manajemen Krisis dan Kaitannya dengan Sifat Selfish
108
SHARES
241
VIEWS

SUATU krisis memiliki potensi untuk memiliki dampak signifikan pada reputasi perusahaan dan pejabatnya, dan pada kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya, dan kemampuannya untuk bertahan. Akibatnya, eksekutif telah belajar bahwa krisis harus dihindari, dan jika penghindaran tidak mungkin, krisis itu harus dikelola untuk meminimalkan kerugian.

Penanganan manajemen krisis melibatkan upaya untuk menghadapi, merespons, dan meminimalkan dampak krisis yang timbul. Sifat egois, di sisi lain, merujuk pada sikap atau perilaku yang didorong oleh kepentingan diri sendiri di atas kepentingan orang lain atau kelompok. Ketika seseorang atau kelompok memiliki sifat egois, penanganan manajemen krisis dapat terpengaruh dengan beberapa cara:

Prioritas yang salah: Orang yang egois cenderung lebih memperhatikan kepentingan diri sendiri daripada kepentingan umum. Dalam konteks penanganan krisis, hal ini bisa berarti mereka cenderung memprioritaskan kebutuhan pribadi atau kelompoknya daripada kebutuhan masyarakat yang terkena dampak krisis. Misalnya, mereka mungkin mengalokasikan sumber daya yang terbatas hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok mereka sendiri, tanpa memperhatikan kebutuhan yang lebih mendesak di lingkungan yang terkena dampak.

BACA JUGA :  Bagaimana Perlindungan Hukum bagi Pengguna Rokok Elektrik (Vape) di Indonesia?

Kurangnya kerjasama: Penanganan krisis sering membutuhkan kerjasama dan koordinasi yang efektif antara berbagai pemangku kepentingan. Namun, sikap egois dapat menghambat kerjasama tersebut. Individu atau kelompok yang terlalu fokus pada kepentingan pribadi mungkin enggan untuk bekerja sama dengan pihak lain atau bahkan menghalangi upaya kolaboratif. Hal ini dapat menyebabkan penanganan krisis menjadi lebih sulit dan kurang efektif.

Ketidakpedulian terhadap konsekuensi jangka panjang: Saat menghadapi krisis, sering kali diperlukan pengambilan keputusan yang sulit dan kompleks. Sikap egois dapat mendorong individu atau kelompok untuk memilih tindakan yang menguntungkan mereka secara pribadi pada saat itu, tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang bagi masyarakat atau lingkungan. Keputusan semacam ini dapat menyebabkan kerugian lebih lanjut atau bahkan memperburuk krisis dalam jangka panjang.

BACA JUGA :  Etika Komunikasi di Lingkungan Kerja

Kurangnya empati dan solidaritas: Dalam situasi krisis, empati dan solidaritas antara individu dan kelompok sangat penting. Namun, sifat egois dapat menghasilkan kurangnya empati terhadap penderitaan orang lain dan kurangnya dukungan terhadap upaya penanganan krisis secara kolektif. Hal ini dapat menghambat proses pemulihan dan menyebabkan perpecahan sosial yang lebih besar.

Penting untuk dicatat bahwa sifat egois bukanlah sifat yang mutlak dimiliki oleh semua individu atau kelompok dalam situasi krisis. Ada banyak contoh di mana orang dan kelompok menunjukkan sikap empati, altruisme, dan kerjasama yang luar biasa dalam menghadapi krisis. Namun, penting untuk menyadari bahwa sifat egois dapat menghambat penanganan krisis dan memperumit upaya pemulihan yang efektif.

BACA JUGA :  Pengembangan dan Pembelajaran Talenta: Kunci Utama Mempertahankan Karyawan Terbaik di Era Digital

Penulis:

Dwi Alditia Aryanda
Mahasiswa Akuntansi Universitas Pamulang

Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.

Tags: Opini mahasiswaRuang Unpamuniversitas pamulangunpam
Previous Post

Manfaat Akuntansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Next Post

Pentingnya Pelaporan dan Pencatatan Akuntansi bagi UMKM

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Pentingnya Pelaporan dan Pencatatan Akuntansi bagi UMKM

Pentingnya Pelaporan dan Pencatatan Akuntansi bagi UMKM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com