TANGSELXPRESS – Kolesterol tinggi merupakan kondisi yang kadang-kadang tidak dapat diketahui secara langsung oleh seseorang. Oleh karena itu, penting untuk tetap menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin guna memastikan kondisi tubuh tetap aman dan sehat.
Kolesterol merupakan salah satu komponen yang terdapat dalam tubuh manusia. Namun, kolesterol itu sendiri terdiri dari beberapa jenis, antara lain low-density lipoprotein (LDL) atau yang dikenal sebagai kolesterol jahat, serta high-density lipoprotein (HDL) yang merupakan kolesterol baik, Kamis 8 Juni 2023.
Dalam program Tribun Health, Dokter Evi Novitasari mengungkapkan pentingnya masyarakat untuk waspada terhadap kolesterol tinggi. Menurutnya, jika kadar kolesterol tinggi dan berkelanjutan, risiko terjadinya masalah kesehatan, terutama pada organ penting seperti jantung, stroke, dan jantung koroner, dapat meningkat.
Dokter Evi menjelaskan bahwa ketika seseorang mengalami kolesterol tinggi, banyak yang tidak menyadari akan munculnya gejala karena gejala tersebut tidak spesifik dan dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya rasa mengantuk.
Terdapat beberapa hal yang perlu dipahami terkait kolesterol. Dokter Evi menekankan bahwa semakin tinggi kadar HDL, semakin baik bagi kesehatan karena HDL berperan dalam melindungi tubuh dari penyakit jantung. Sebaliknya, kadar LDL sebaiknya rendah, karena jika melebihi batas normal dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama stroke dan peningkatan kadar trigliserida.
“Trigliserida adalah bagian dari lemak yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Kadar trigliserida juga sebaiknya rendah, semakin rendah semakin baik. Jika hasil pemeriksaan kolesterol total, yang mencakup baik kolesterol baik maupun kolesterol jahat, berada di bawah 200 mg per desiliter, itu merupakan angka yang dianggap normal,” ungkapnya.
Dokter Evi menjelaskan bahwa kolesterol tinggi dapat menghambat aliran darah, mengakibatkan gangguan pada aliran oksigen yang tidak berjalan dengan normal. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya rasa mengantuk dan kelelahan.
Gejala lainnya yang dapat terjadi adalah munculnya kram pada malam hari, biasanya di telapak kaki, jari-jari, atau tumit, serta adanya rasa nyeri di dada akibat adanya endapan lipid pada dinding arteri yang mengurangi aliran darah ke arteri.







