BAHASA merupakan kemampuan yang dimiliki manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya menggunakan tanda, misalnya kata dan Gerakan. Bahasa juga sebuah media yang digunakan untuk berbicara dan mencari suatu gagasan, pikiran, ataupun pendapat.
Terkait hal ini, Bahasa Indonesia mempersatukan berbagai lapisan masyarakat untuk bergaul, berdialog, dan berkomunikasi. Dalam pergaulan, Bahasa Indonesia juga berperan untuk mempermudah komunikasi antar berbagai suku di daerah.
Dengan demikian, Bahasa Indonesia memudahkan masyarakat dari berbagai suku untuk berkomunikasi juga saling memahami satu sama lain. Kesimpulannya, peranan bahasa Indonesia dalam pergaulan adalah:
1. Digunakan untuk menyampaikan pendapat.
2. Mempersatukan seluruh masyarakat Indonesia.
3. Berperan untuk memudahkan proses komunikasi antar berbagai suku di daerah.
Istilah Bahasa Indonesia juga terkadang digunakan dalam bahasa Inggris dan bahasa lain untuk menyebut bahasa nasional Indonesia. Bahasa Indonesia terkadang disingkat menjadi bahasa oleh orang asing yang menganggap bahwa itu adalah nama bahasanya.
Namun, kata “bahasa” hanya berarti bahasa (language). Misalnya, Korean language diterjemahkan menjadi Bahasa Korea. Orang Indonesia pada umumnya tidak menggunakan kata bahasa saja untuk menyebut bahasa nasionalnya.
Di era sekarang ini, kita bisa berkomunikasi dengan orang jauh lewat media sosial. Dapat kita lihat penggunaan bahasa yang kita pakai waktu mengirim pesan sangatlah tidak sama. Ada istilah yang dipersingkat atau tidak sama dengan kaidah bahasa yang biasanya dipakai pada bahasa Indonesia seperti penggunaan istilah “dan lain-lain” yang dipersingkat sebagai “dll”, menuliskan istilah “aku” sebagai “aq”.
Dan masih banyak lagi istilah yang dipersingkat. Oleh karenanya diperlukan norma dan keterampilan setiap warga negara Indonesia dalam memakai bahasa yang sama dengan kaidah kebahasaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Sampai sekarang ini, bahasa yang dipersingkat telah ada pada diri setiap orang apalagi generasi sekarang ini. Sehingga untuk mengutarakan Bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah kebahasaan pun sulit dilakukan. Lantaran perkara seperti itulah maka Bahasa Indonesia diajarkan lagi pada proses pembelajaran.
Bahasa Indonesia yang baik
Bahasa Indonesia yang baik adalah bahasa yang digunakan sesuai dengan norma kemasyarakatan yang berlaku. Misalnya, dalam situasi santai dan akrab, seperti di warung kopi, pasar, di tempat arisan, dan di lapangan sepak bola hendaklah digunakan Bahasa Indonesia yang tidak terlalu terikat pada patokan. Dalam situasi formal seperti kuliah, seminar, dan pidato kenegaraan hendaklah digunakan Bahasa Indonesia yang resmi dan formal yang selalu memperhatikan norma bahasa.
Saat kita berbicara atau menulis, kita akan menyesuaikan bahasa dan cara berbicara atau menulis kita dengan yang diajak bicara dan situasi serta kondisi pembicaraan. Contohnya, kita tidak mungkin berbicara menggunakan bahasa ilmiah dengan seorang anak TK, kita tidak akan menggunakan Bahasa Indonesia baku saat menulis buku harian, atau presiden tidak akan menggunakan bahasa “gaul” saat berpidato.
Bahasa Indonesia yang benar
Bahasa Indonesia yang benar adalah Bahasa Indonesia yang digunakan sesuai dengan aturan atau kaidah Bahasa Indonesia yang berlaku.
Kaidah bahasa itu meliputi kaidah ejaan, kaidah pembentukan kata, kaidah penyusunan kalimat, kaidah penyusunan paragraf, dan kaidah penataan penalaran. Jika kaidah ejaan digunakan dengan cermat, kaidah pembentukan kata ditaati secara konsisten, pemakaian bahasa dikatakan benar. Sebaliknya jika kaidah-kaidah bahasa kurang ditaati, pemakaian bahasa tersebut dianggap tidak benar atau tidak baku.
Dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh setiap pemakai Bahasa Indonesia agar bahasa yang dipakainya itu baik dan benar, yaitu:
– Memahami baik-baik kaidah Bahasa Indonesia.
– Memahami benar situasi kebahasaan yang dihadapinya.
– Faktor-faktor pendukung maraknya bahasa gaul di kalangan remaja.
Perkembangan bahasa gaul sangat berkembang pesat saat ini, hal tersebut bisa membuat remaja milenial menjadi terpengaruh dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, berikut faktor-faktornya, yaitu:
Eksistensi bahasa gaul yang ditandai dengan berkembangnya situs web dan jejaring sosial yang berdampak signifikan terhadap perkembangan bahasa gaul. Penikmat media sosial, terutama remaja, menjadi agen pertukaran bahasa gaul yang umum sering terjadi.
Unggahan seorang remaja di situs jejaring sosial yang menggunakan bahasa ini akan dilihat dan ditiru oleh ribuan remaja lainnya. Contoh: facebook, twitter, instagram, tiktok, dll.
Karena pengaruh lingkungan. Pada umumnya remaja menyerap percakapan orang dewasa di sekitarnya, baik itu teman sebayanya maupun keluarganya.
Peran media, antara lain: (1) Media elektronik, penggunaan istilah film gaul, khususnya film anak-anak, dan iklan, misalnya kata-kata adegan obrolan TV. Bahasa gaul terjadi bukan hanya karena kontak langsung antara orang-orang, tetapi terutama karena mereka “disuapi” oleh media; (2) Media cetak, misalnya bahasa dalam majalah, surat kabar atau surat kabar. Selain itu, karya sastra anak seperti cerpen atau novel sering menggunakan bahasa gaul.
Penulis:
Lusiyanti
Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.







