KURMA adalah salah satu jenis tanaman palem yang berasal dari teluk Persia dan buahnya sangat populer di Indonesia. Selain rasanya yang manis, buah kurma juga memiliki manfaat dan khasiat yang baik untuk tubuh. Satu hal yang menarik dari buah kurma yaitu tidak dikerumuni semut meski memiliki rasa yang manis. Aneh bukan?
Alasan kenapa kurma tidak dikerumuni semut meski manis adalah ksrena kurma merupakan salah satu jenis buah yang memiliki kandungan gula fruktosa alami.
Fruktosa adalah salah satu jenis gula monosakarida yang sering juga disebut sebagai gula buah dan bisa ditemukan secara alami pada buah-buahan, madu, agave, maupun umbi-umbian.
Meski belum ada informasi pasti mengapa semut tidak suka kurma tetapi kandungan fruktosa alami inilah penyebab tidak disukai oleh bangsa semut meskipun rasanya manis
Tips membedakan kurma asli dan kurma dengan pemanis buatan:
Sama seperti memilih buah-buahan pada umumnya yaitu dengan memperhatikan penampilan luarnya terlebih dahulu, Kurma yang baik biasanya memiliki tekstur yang padat dan terasa sedikit basah karena cairan gula yang keluar. Namun, kondisi ini tidak membuat kurma terasa lengket atau keras sekali.
Pilihlah kurma yang memiliki varian warna dari mulai kuning, merah, coklat sampai kehitaman dan pastikan tidak ada bagian yang rusak.
Kulit kurma yang tidak menggunakan pemanis buatan akan jauh keras dan padat meskipun sedikit basah tetapi rasanya juga tidak terlalu manis, karena fruktosa alaminya banyak terdapat didalam daging kurma, sedangkan kurma yang menggunakan pemanis buatan akan terasa lebih lunak atau lengket dan kulit kurma akan terasa manis.
Tips terakhir untuk memilih kurma yang manis adalah dengan melihat bentuk kemasan yang dipakai. Usahakan Anda selalu memilih kurma yang dikemas dengan tertutup rapat dan disertai tanggal kadaluwarsa.
Namun, apabila membeli kurma curah pada pedagang yang tidak menjual per kemasan, maka perlu kamu perhatikan terlebih dahulu bagaimana kondisi tempat penjualannya, apakah terkontaminasi debu serta kotoran dan disimpan dengan baik.
Penulis:
Risma Afifah
S1 Akuntansi
Universitas Pamulang







