TANGSEXPRESS – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah dan menurunkan angka stunting setelah mengalami penurunan dari 19,9 persen menjadi 9 persen.
Salah satu langkah yang diambil adalah membentuk kader Doremifasolasido (Duta remaja anti anemia fahami sobat langkah awal sehat dari diri Sendiri) dan memberikan tablet tambah darah satu kali dalam seminggu bagi remaja putri, serta mendorong aktivitas fisik seperti olahraga, Rabu 17 Mei 2023.
Benyamin, yang hadir dalam Gerakan Cegah Stunting dan Aksi Bergizi di Blandongan, Puspemkot Tangsel, pada Selasa (18/05) kemarin, menjelaskan bahwa langkah ini penting karena salah satu penyebab stunting adalah anemia.
“Salah satunya membentuk kader Doremifasolasido (Duta remaja anti anemia fahami sobat langkah awal sehat dari diri Sendiri) dan memberikan tablet tambah darah satu kali dalam seminggu bagi remaja putri, dan aktivitas fisik seperti olahraga,” terang Benyamin Davnie.
Stunting merupakan masalah jangka panjang yang memiliki dampak luar biasa. Oleh karena itu, diperlukan langkah lintas sektor untuk melahirkan generasi yang sehat. Kesehatan harus direncanakan dengan baik dan detil untuk menjaga remaja dan generasi mendatang memiliki gaya hidup yang sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Dr. Allin Hendalin, menjelaskan bahwa penurunan angka stunting di Tangsel merupakan hasil dari kolaborasi multi sektor yang telah dilakukan.
Pencegahan stunting dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari ibu hamil hingga anak berusia dua tahun. Namun, tidak boleh dilupakan pentingnya optimalisasi gizi pada remaja.
“Hal ini merupakan aset dan investasi penting dalam menurunkan angka stunting serta dapat mengurangi angka kematian ibu dan anak. Salah satu penyebab anemia adalah pada ibu hamil,”jelas Allin Hendalin.
“Oleh karena itu, program pemberian tablet penambah darah dilakukan untuk mencegah kondisi ini,”sambungnya.
Informasi yang berhasil dihimpun, program ini didukung oleh kader Doremifasolasido, yang saat ini diikuti oleh 70 anak, terdiri dari 35 siswa SMP dan 35 siswa SMA. Diharapkan melalui Doremifasolasido, siswa dapat mengajak teman-temannya untuk menjalani gaya hidup sehat.
Dengan adanya upaya ini, diharapkan angka stunting dapat terus menurun di Kota Tangerang Selatan. Kolaborasi antar sektor serta perencanaan kesehatan yang baik akan menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.







