TANGSELXPRESS – Seorang pemuda bernama Aldi Apriyanto (19) tewas tertembak pada saat acara bersih dusun di Padukuhan Wuni, Nglindur, Gunungkidul pada Minggu (14/5) malam. Insiden tersebut terjadi saat acara sedang diiringi oleh pentas musik. Aldi diduga tertembak oleh senjata api milik Briptu Muhammad Kharisma A (28) yang sedang bertugas pada saat itu.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Aldi.
“Saya AKBP Edy Bagus Sumantri, S.I.K. selaku Kapolres Gunungkidul, perkenankan saya pada kesempatan ini, menyampaikan permohonan maaf dan turut berbela sungkawa yang sedalam dalamnya atas meninggalnya Saudara kita Aldi Apriyanto,” terang AKBP Edy Bagus Sumantri seperti dikutip dari eberapa sumber.
Sementara, menurut keterangan Kasubbid Penmas Bid Humas Polda DIY, AKBP Verena SW, kejadian dimulai saat terjadi keributan antara penonton di acara tersebut sekitar pukul 22.30 WIB.
Suara letusan senjata api dari Briptu MK didengar sekitar setengah jam setelahnya. Letusan tersebut mengenai Aldi hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Kasus tersebut saat ini telah diambil alih oleh Polda DIY untuk ditangani secara internal kepolisian maupun pidana umumnya.
“Terdengar ledakan senjata api yang disandang oleh Briptu MK, yang mengenai saudara Aldi Aprianto. Sehingga menyebabkan yang bersangkutan meninggal dunia,” kata Verena dalam keterangannya.
Video kejadian tersebut pun tersebar luas di media sosial dan Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan, telah menyatakan akan mengusut insiden yang diduga melibatkan anggota Polsek Girisubo ini.
Briptu MK juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Kapolres Gunungkidul menyampaikan bahwa pihaknya akan memproses kasus tersebut dengan profesional.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya pelatihan dan pengawasan yang tepat dalam penggunaan senjata api oleh petugas kepolisian.
Selain itu, peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu menjaga ketertiban dalam kegiatan bersama dan menghindari tindakan kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan orang lain. Dalam kesempatan ini, mari kita mendoakan keluarga Aldi Apriyanto dan semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.







