• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home PENDIDIKAN

Kebijakan Moneter Bank Indonesia Berdasarkan Prinsip Syariah

admin by admin
Juli 13, 2022
in PENDIDIKAN
Reading Time: 3min read
Kebijakan Moneter Bank Indonesia Berdasarkan Prinsip Syariah
56
SHARES
117
VIEWS

Oleh: MUHAMMAD RIZQI AL FAJRI 

Keberadaan bank sentral pada suatu negara adalah salah satu tanda kedaulatan moneter dan ekonomi negara tersebut. Demikian pula halnya dengan negara Republik Indonesia , sejak kemerdekaan, pendirian suatu bank sentral  untuk negara Republik Indonesia telah dimuat dalam Penjelasan Pasal 23 Bab VIII Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam Penjelasan UUD 1945 tersebut  Indonesia bertugas untuk mengatur agar nilai uang tetap harganya, tidak naik-turun (stabil), serta mengeluarkan dan mengatur peredaran uang kertas.

Sejak berdirinya Bank Indonesia sebagai bank sentral sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang  Dasar 1945. Tercatat sejak berdiri hingga kini, Undang-Undang  menjadi dasar hukum Bank Indonesia adalah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan  Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia Menjadi Undang-Undang (UUBI).

UUBI membawa perubahan fundamental antara lain ditetapkannya tujuan tunggal Bank Indonesia, independensi Bank Indonesia  baik dari kelembagaan, fungsi, manajemen, personalia pimpinan maupun anggaran. Dalam UUBI disebutkan Bank Indonesia adalah badan hukum, yang meliputi badan hukum publik dan badan hukum perdata.

BACA JUGA :  FSPP Tangsel Gelar Workshop Pemanfaatan Artificial Intelligence

Dalam kedudukannya sebagai badan hukum publik, Bank Indonesia berwenang menetapkan peraturan-peraturan yang mengikat masyarakat luas sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Jenis peraturan yang diterbitkan BI meliputi:

  1. Peraturan Bank Indonesia (PBI),yaitu ketentuan hukum yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan mengikat setiap orang atau badan dimuat dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
  2. Peraturan Dewan Gubernur (PDG), yaitu ketentuan hukum yang ditetapkan oleh Dewan Gubernur yang memuat aturan intern Bank Indonesia.
  3. Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) adalah ketentuan hukum yang ditetapkan oleh Anggota Dewan Gubernur sebagai peraturan pelaksanaan PBI dan mengikat setiap orang atau
  4. Peraturan Anggota Dewan Gubernur Intern (PAGB Intern) adalah ketentuan hukum yang ditetapkan oleh Anggota Dewan Gubernur yang memuat aturan Intern Bank Indonesia sebagai peraturan pelaksanaan PBI dan/atau PDG.

Esensi dari status dan kedudukan Bank Indonesia ini adalah agar pelaksanaan tugas Bank Indonesia akan lebih efektif. Implikasi Bank Indinesia harus lebih transparan dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya untuk mencapai tujuan memelihara kestabilan nilai rupiah yang tercemin pada laju inflasi dan nilai tukar.

BACA JUGA :  Di Unpam, Dirjen DJSPSK Herman Saherrudin Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan Digital

Tugas Bank Indonesia dinyatakan dalam Pasal 7 UUBI  yang berbunyi sebagai berikut.

  • Tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah
  • Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bank Indonesia melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, transparan, dan harus mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah dibidang perekonomian
    1. Pelaksanaan kebijakan moneter syariah mulai memiliki dasar hukum sejak belakunya UUBI ini pada tanggang 17 Mei tahun 1999, yaitu berdasarkan Pasal 10 UUBI yang mengatur bahwa untuk mencapai tujuan menjaga kestabilan nilai rupiah, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melaksanakan kebijakan moneter memalui penetapan sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi serta melakukan pengendalian moneter melalui bernagai cara termasuk pengendalian moneter berdasarkan prinsip syariah. Pasal 10 UUBI berbunyi sebagai berikut.

Pasal 10

  • Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a, Bank Indonesia berwenang:
    1. Menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi.
    2. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk tetapi tidak terbatas pada:
      • Operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asin.
      • Penetapan tingkat diskonto.
      • Penetapan cadangan wajib minimum.
      • Pengaturan kredit atau pembiayaan.
  • Cara-cara pengendalian moneter sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat dilaksanakan juga berdasarkan Prinsip Syariah.
  • Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan ayat (2) ditetapkan dengan Peraturan Bank Indonesia.
BACA JUGA :  Dibandingkan Mata Uang Negara Lain, Pelemahan Rupiah Dinilai Masih Lebih Baik

Dengan adanya kewenangan yang diberikan oleh UUBI, Imdonesia telah merintis sebuah sistem ganda yaitu  islam dan sistem moneter konvensional yang berjalan bersamaan. Bank indonesia sebagai otoriitas moneter tertinggi di Indonesia menjalankan musik ganda. Pengendalian moneter secara prinsip syariah ini sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dimana tugas dan fungsi BI perlu mengakomodasi prinsip-prinsip syariah, misalmya untuk memenuhi kebutuhan perbankang berdasarkan prinsip syariah.

 

*Penulis adalah Mahasiswa Program Study S1 Akuntansi Universitas Pamulang

**Tulisan dibuat dalam rangka tugas kuliah

***Dosen pengampu: Nugroho Widhi Pratomo S.S, M. Pd.

Tags: bank indonesiaekonomi syariahmonetertugas kuliah
Previous Post

Masih Pandemi, Keluarga Diimbau Tak Jemput Jamaah di Bandara dan Asrama Haji

Next Post

KPU Tangsel Sebut Ada 1.660 Data Pemilih dengan Status Keberadaan Tidak Jelas

Related Posts

Ingin Kuliah Pakai Beasiswa Garuda? Ini Syarat Akademik dan Dokumen yang Harus Disiapkan
PENDIDIKAN

Ingin Kuliah Pakai Beasiswa Garuda? Ini Syarat Akademik dan Dokumen yang Harus Disiapkan

Oktober 14, 2026
2.4k
Kongres I AFEBSI Digelar di Balai Kota Jakarta, Bidik Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045
PENDIDIKAN

Kongres I AFEBSI Digelar di Balai Kota Jakarta, Bidik Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045

Oktober 13, 2026
2.5k
Aset Negara Ratusan Miliar Terancam, UIN Jakarta Alih Kelola TKIP-SDIP Pamulang
PENDIDIKAN

Menang di PTUN dan Ombudsman, UIN Jakarta Siap Integrasikan TKIP-SDIP Pamulang

Oktober 4, 2026
2.4k
Di Unpam, Dirjen DJSPSK Herman Saherrudin Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan Digital
TANGERANG SELATAN

Di Unpam, Dirjen DJSPSK Herman Saherrudin Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan Digital

September 24, 2026
2.5k
Skor TKA 2026 Berubah! Siswa SMA-SMK Kini Pakai Nilai 200-800, Cek Targetnya
PENDIDIKAN

Skor TKA 2026 Berubah! Siswa SMA-SMK Kini Pakai Nilai 200-800, Cek Targetnya

September 22, 2026
2.5k
Penataan Aset Negara Berujung Dugaan Teror, Rektor dan Pegawai UIN Jakarta Diintimidasi
PENDIDIKAN

Penataan Aset Negara Berujung Dugaan Teror, Rektor dan Pegawai UIN Jakarta Diintimidasi

September 21, 2026
2.4k
Next Post
KPU Tangsel Sebut Ada 1.660 Data Pemilih dengan Status Keberadaan Tidak Jelas

KPU Tangsel Sebut Ada 1.660 Data Pemilih dengan Status Keberadaan Tidak Jelas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com