TANGSELXPRESS– Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) menggelar Kongres I di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 15 Oktober 2026 ini menjadi momentum memperkuat sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Kongres yang dibuka Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo tersebut mengusung tema “Penguatan Kolaborasi Nasional AFEBSI Menuju Indonesia Emas 2045 dan Daya Saing Global Berkelanjutan”.

Forum ini menjadi ruang konsolidasi bagi fakultas ekonomi dan bisnis perguruan tinggi swasta untuk memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan nasional, sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Pramono menyoroti pentingnya pendidikan sebagai instrumen untuk memutus rantai kemiskinan dan memperluas kesempatan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan.
Ia menyinggung gagasan pengembangan program beasiswa di Jakarta dengan mengadopsi semangat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas.
Pendidikan, menurut pesan yang mengemuka dalam forum tersebut, tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pengetahuan, tetapi juga menjadi fondasi mobilitas sosial, peningkatan kompetensi, dan terbukanya kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak.
Bagi perguruan tinggi, tantangan tersebut menuntut penyelenggaraan pendidikan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ekonomi.

Pendidikan dan Transportasi Jadi Sorotan
Selain pendidikan, Pramono juga menyoroti peran transportasi publik dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa Transjakarta menyediakan fasilitas perjalanan gratis bagi 21 golongan masyarakat tertentu, termasuk pencari kerja.
Kebijakan tersebut memperlihatkan bahwa pelayanan publik memiliki keterkaitan erat dengan akses masyarakat terhadap pendidikan, pekerjaan, dan kegiatan ekonomi.
Pramono turut menyinggung kompleksitas persoalan transportasi di kawasan megapolitan Jakarta. Dengan jumlah penduduk kawasan yang disebutnya mencapai sekitar 42 juta jiwa, pengelolaan mobilitas membutuhkan perencanaan terpadu dan kolaborasi lintas wilayah.
Ia juga menceritakan pertemuannya dengan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, yang antara lain membahas persoalan transportasi dan kemacetan di kawasan perkotaan.
Berbagai persoalan tersebut membuka ruang kontribusi bagi perguruan tinggi melalui penelitian, kajian ekonomi perkotaan, analisis kebijakan publik, serta pengembangan solusi berbasis data.
Dengan dukungan riset dan keahlian akademik, kampus diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
AFEBSI Siap Berkontribusi dalam Pembangunan
Ketua Panitia Kongres I AFEBSI, Dr. Arif Murti Rozamuri, Ph.D., menegaskan kesiapan organisasinya untuk berkontribusi dalam pembangunan DKI Jakarta, terutama melalui penguatan kolaborasi antarpemangku kepentingan guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
“AFEBSI siap berkontribusi dalam pembangunan DKI Jakarta melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha, khususnya dalam mendukung implementasi SDGs,” ujar Arif.
Menurutnya, fakultas ekonomi dan bisnis memiliki kapasitas akademik dan penelitian yang dapat dimanfaatkan untuk membantu menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Kontribusi itu dapat diwujudkan melalui kerja sama dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan kewirausahaan, peningkatan literasi keuangan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan praktik bisnis berkelanjutan.
Arif berharap Kongres I AFEBSI tidak hanya menghasilkan gagasan dan rekomendasi, tetapi juga menjadi awal terbentuknya kemitraan konkret yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, hasil penelitian dan pemikiran akademik tidak berhenti pada publikasi ilmiah, melainkan dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas kebijakan dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Umum AFEBSI Apresiasi Dukungan Pemprov DKI
Ketua Umum AFEBSI, Dr. Achmad Rozi, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan serta fasilitas yang diberikan untuk penyelenggaraan kongres.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan dan fasilitas yang diberikan untuk pelaksanaan Kongres I AFEBSI,” kata Achmad Rozi.
Ia berharap dukungan tersebut menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas antara AFEBSI dan pemerintah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan.
Menurut Achmad Rozi, agenda Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Karena itu, perguruan tinggi perlu terus memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kemitraan dengan dunia usaha.
Kolaborasi tersebut juga penting untuk memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan industri serta mampu menghadapi tantangan ekonomi dan persaingan global.
Tiga Hari Perkuat Kapasitas Perguruan Tinggi
Kongres I AFEBSI berlangsung selama tiga hari dengan sejumlah agenda strategis, di antaranya seminar, pengabdian kepada masyarakat, kunjungan edukasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), sesi berbagi internasional, serta pembahasan penguatan jabatan akademik dosen dan akreditasi perguruan tinggi.
Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk memperluas wawasan akademik, meningkatkan kapasitas kelembagaan, dan memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan dunia usaha serta pemerintah.
Di tengah perubahan teknologi dan dinamika pasar kerja, fakultas ekonomi dan bisnis dituntut menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, inovatif, serta memahami prinsip keberlanjutan.
Target Indonesia Emas 2045 juga tidak cukup dicapai melalui pertumbuhan ekonomi semata. Pembangunan perlu disertai pemerataan kesempatan, peningkatan kualitas pekerjaan, pengurangan kesenjangan, dan perhatian terhadap kelestarian lingkungan.
Pemerintah berperan menghadirkan kebijakan dan pelayanan publik, dunia usaha menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan kerja, sedangkan perguruan tinggi menyiapkan sumber daya manusia sekaligus menghasilkan pengetahuan dan inovasi.
Melalui Kongres I AFEBSI, ketiga unsur tersebut diharapkan mampu membangun sinergi yang lebih kuat, terarah, dan berkelanjutan.
Kolaborasi itu pada akhirnya diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing perguruan tinggi, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.







