TANGSELXPRESS – Batuk, hidung tersumbat, tenggorokan terasa tidak nyaman, hingga badan lelah kerap disebut masyarakat sebagai masuk angin. Keluhan tersebut dapat muncul saat seseorang mengalami infeksi saluran pernapasan ringan yang pada umumnya dapat membaik dengan perawatan mandiri.
Meski demikian, kondisi setiap orang dapat berbeda. Selain beristirahat, ada sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala dan membuat tubuh lebih nyaman selama masa pemulihan.
Berikut sembilan cara mudah meredakan gejala masuk angin yang dirangkum dari sejumlah sumber:
1. Istirahat yang cukup
Memberikan tubuh waktu untuk beristirahat menjadi salah satu langkah penting selama mengalami gangguan kesehatan. Istirahat yang cukup dapat membantu tubuh menjalani proses pemulihan ketika menghadapi infeksi saluran pernapasan.
2. Penuhi kebutuhan cairan
Kebutuhan cairan tetap perlu dipenuhi ketika tubuh sedang tidak fit. Air putih, minuman hangat, maupun kuah bening dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Minuman hangat juga dapat memberikan rasa nyaman ketika tenggorokan terasa tidak nyaman atau hidung tersumbat. Air lemon hangat, teh, dan kaldu dapat menjadi pilihan selama tidak menimbulkan keluhan lain.
3. Konsumsi madu
Madu dapat menjadi pilihan untuk membantu meredakan batuk pada orang dewasa maupun anak berusia lebih dari satu tahun. Madu dapat dikonsumsi secara langsung atau dicampurkan ke dalam minuman hangat.
Namun, madu tidak boleh diberikan kepada bayi berusia di bawah satu tahun karena terdapat risiko botulisme pada bayi.
4. Berkumur dengan air garam
Berkumur menggunakan air garam hangat dapat membantu meredakan tenggorokan yang terasa gatal atau sakit.
Caranya cukup sederhana, yakni melarutkan sekitar seperempat hingga setengah sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Air tersebut digunakan untuk berkumur dan sebaiknya tidak ditelan.
5. Gunakan semprotan atau tetes hidung saline
Hidung tersumbat dapat membuat aktivitas sehari-hari terasa tidak nyaman. Semprotan atau tetes hidung berbahan saline dapat digunakan untuk membantu membersihkan saluran hidung dan meredakan sumbatan.
Larutan saline membantu mengurangi keluhan pada hidung, tetapi tidak mengatasi penyebab infeksi.
6. Jaga kelembapan udara
Udara yang cukup lembap dapat membantu ketika tenggorokan terasa kering atau hidung tersumbat. Penggunaan humidifier dengan kabut dingin dapat menjadi salah satu pilihan.
Namun, perangkat tersebut perlu dibersihkan secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembangnya jamur maupun mikroorganisme lain.
7. Mandi atau hirup uap air hangat
Mandi menggunakan air hangat dapat membantu membuat hidung terasa lebih lega dan memberikan rasa nyaman pada tubuh.
Meski demikian, anak-anak sebaiknya tidak diarahkan untuk menghirup uap dari wadah berisi air panas karena berisiko mengalami luka bakar.
8. Jaga pola makan
Asupan makanan tetap perlu diperhatikan selama tubuh menjalani proses pemulihan. Pilih makanan bergizi yang dapat memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh.
Selain makanan, pastikan kebutuhan cairan tetap tercukupi agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.
9. Gunakan obat sesuai kebutuhan
Obat yang dijual bebas dapat dipertimbangkan untuk membantu meredakan gejala tertentu, seperti demam, nyeri tubuh, atau batuk. Penggunaannya harus mengikuti petunjuk pada kemasan dan memperhatikan kondisi serta usia pengguna.
Antibiotik tidak diperlukan untuk mengatasi pilek biasa, karena sebagian besar kasus disebabkan oleh virus. Penggunaan antibiotik tanpa indikasi medis tidak mempercepat pemulihan dan dapat meningkatkan risiko efek samping serta resistansi antibiotik.
Jika keluhan tidak kunjung membaik, semakin berat, atau muncul gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Tenaga medis dapat membantu menentukan penyebab keluhan dan memberikan penanganan yang sesuai.







