• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Mengenal Sindrom Riley-Day, Penyakit Langka yang Bikin Penderitanya Tak Bisa Merasakan Nyeri

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
September 2, 2026
in KESEHATAN, NEWS, SELEB & GAYA HIDUP
Reading Time: 2min read
Nyeri Dada Sebelah Kanan, Apakah Tanda Serangan Jantung? Yuk Cari Tahu Jawabannya!
234
SHARES
2.6k
VIEWS

TANGSELXPRESS– Sindrom Riley-Day merupakan penyakit langka yang mengganggu kemampuan tubuh dalam merasakan nyeri. Kondisi tersebut membuat penderitanya seolah-olah “kebal” terhadap rasa sakit.

Sindrom Riley-Day juga dikenal sebagai familial dysautonomia atau hereditary sensory and autonomic neuropathy tipe III. Penyakit ini menyerang sistem saraf otonom yang berperan dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk tekanan darah, detak jantung, suhu tubuh, dan produksi air mata.

Selain tidak mampu merasakan nyeri secara normal, penderita sindrom Riley-Day dapat mengalami gangguan dalam mengenali sentuhan, bau, rasa, maupun perubahan suhu.

Kondisi hilangnya sensasi nyeri tersebut justru dapat membahayakan penderita. Pasalnya, seseorang dapat mengalami luka atau cedera tanpa menyadarinya sehingga penanganan terhadap cedera bisa terlambat.

BACA JUGA :  Tangani Isu Publik dan Krisis Komunikasi di Era Digital, Diskominfo Tangsel Gelar Forum Kehumasan

Gejala Sindrom Riley-Day

Gejala sindrom Riley-Day umumnya sudah dapat terlihat sejak bayi atau masa kanak-kanak pada sebagian penderita.

Mengutip Alodokter, tanda awal penyakit ini dapat berupa kesulitan menelan, tonus otot rendah, serta pertumbuhan yang terhambat. Penderita juga dapat mengalami mata kering akibat terganggunya produksi air mata.

Sejumlah gejala lainnya meliputi muntah berulang, diare, demam, kejang, pneumonia, serta berkeringat ketika makan.

Gangguan menelan menjadi salah satu masalah yang perlu mendapat perhatian serius. Makanan atau cairan yang masuk ke saluran pernapasan dapat menyebabkan infeksi paru-paru berulang dan meningkatkan risiko terjadinya pneumonia.

Seiring bertambahnya usia, gangguan akibat sindrom Riley-Day dapat berkembang dan memengaruhi berbagai bagian tubuh.

BACA JUGA :  1.653 Sekolah Dicoret dari Daftar Penerima MBG, Ini Alasan BGN

Masalah kesehatan yang dapat muncul antara lain gangguan pengecap, bicara, penglihatan, tulang belakang, ginjal, hingga penurunan kepadatan tulang.

Penyebab Sindrom Riley-Day

Mengutip Britannica, sindrom Riley-Day lebih banyak ditemukan pada orang-orang keturunan Yahudi Eropa Timur.

Penyakit ini berkaitan dengan kelainan pada gen ELP1 dan diturunkan dari orang tua kepada anak melalui pola pewarisan genetik resesif.

Artinya, seseorang umumnya mengalami kondisi tersebut ketika mendapatkan salinan gen yang mengalami kelainan dari kedua orang tuanya.

Belum Ada Pengobatan untuk Menyembuhkan Sepenuhnya

Hingga saat ini, belum terdapat pengobatan yang dapat menyembuhkan sindrom Riley-Day secara menyeluruh.

Penanganan medis difokuskan pada pengendalian gejala, pencegahan komplikasi, serta membantu penderita mempertahankan kualitas hidup.

BACA JUGA :  Menhan Sjafrie: Status Siaga Satu TNI Bukan Ancaman, Justru untuk Jaga Keamanan Masyarakat

Karena sejumlah gejala dapat muncul sejak masa bayi, pemantauan kondisi kesehatan secara rutin menjadi bagian penting dalam penanganan penderita.

Pengawasan tersebut diperlukan untuk mendeteksi berbagai masalah sedini mungkin, termasuk cedera yang tidak disadari akibat hilangnya sensasi nyeri, gangguan pernapasan, masalah nutrisi, serta komplikasi lainnya.

Dengan pemantauan dan penanganan yang tepat, berbagai komplikasi yang muncul akibat sindrom Riley-Day dapat diupayakan agar tidak semakin parah.

Tags: ELP1familial dysautonomiagangguan sistem saraf otonomgejala Sindrom Riley-Dayhereditary sensory and autonomic neuropathy tipe IIIpenyakit langkaPenyakit sarafpenyebab Sindrom Riley-DayRiley-Day syndromeSindrom Riley-Daytidak bisa merasakan nyeritidak bisa merasakan sakit
Previous Post

2.387 Warga Tangsel Berisiko Depresi, 629 di Antaranya Pelajar SMA

Next Post

Transformasi di Bawah Manajemen Baru Mulai Berbuah Manis, BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II 2026

Related Posts

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital
NASIONAL

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital

Oktober 22, 2026
2.5k
Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo
TANGERANG SELATAN

Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo

Oktober 22, 2026
2.4k
Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan
ADVERTORIAL

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan

Oktober 22, 2026
2.4k
Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor
NASIONAL

Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor

Oktober 22, 2026
2.4k
hujan ringan
TANGERANG SELATAN

Cuaca Tangsel Kamis 22 Oktober: 6 Kecamatan Hujan Ringan, Setu Perlu Waspada

Oktober 22, 2026
2.4k
Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
Next Post
Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026

Transformasi di Bawah Manajemen Baru Mulai Berbuah Manis, BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com