TANGSELXPRESS– Liang teh cukup dikenal sebagai minuman herbal yang kerap dikonsumsi ketika tubuh terasa kurang nyaman. Meski memiliki nama “teh”, minuman ini ternyata tidak dibuat dari daun teh seperti teh pada umumnya.
Melansir Jurnal Pangan dan Agroindustri, liang teh berasal dari liang cha, yaitu minuman herbal yang berkembang di wilayah China Selatan. Minuman tersebut dibuat dengan cara merebus berbagai tanaman herbal menggunakan air.
Hal inilah yang membedakan liang teh dengan teh biasa. Teh pada umumnya dibuat dari tanaman Camellia sinensis, sedangkan liang teh dapat menggunakan beragam jenis tanaman herbal.
Karena bahan yang digunakan berbeda-beda, rasa dan warna liang teh juga tidak memiliki standar yang sama. Setiap daerah maupun penjual dapat menggunakan campuran tanaman sesuai dengan tradisi dan resep yang diwariskan.
Berawal dari Tradisi China Selatan
Salah satu jenis liang teh yang cukup dikenal adalah Wong Lo Kat. Minuman herbal tersebut mulai dikenal di wilayah Guangdong dan Guangxi pada 1828 setelah diracik oleh seorang herbalis bernama Wang Zebang.
Pada awalnya, ramuan tersebut digunakan dalam konteks pengobatan tradisional. Masyarakat China Selatan kemudian mengenal minuman herbal yang dikonsumsi untuk membantu mengatasi rasa tidak nyaman yang dikaitkan dengan kondisi cuaca panas dan lembap.
Istilah liang cha juga memiliki makna tersendiri. Kata liang berkaitan dengan arti “sejuk” atau “dingin”.
Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, konsep tersebut berkaitan dengan upaya menjaga keseimbangan tubuh dari kondisi yang dianggap terlalu panas.
Bahan Liang Teh Beragam
Tidak ada satu resep baku untuk membuat liang teh. Bahan yang digunakan dapat berbeda tergantung daerah, tradisi, maupun resep yang digunakan oleh pembuatnya.
Sejumlah bahan yang dapat digunakan antara lain cincau hitam, pandan, jahe, bunga krisan, hingga berbagai tanaman herbal lainnya.
Perbedaan bahan tersebut membuat cita rasa liang teh sangat beragam. Ada liang teh yang memiliki rasa manis, tetapi ada pula yang terasa pahit dengan aroma herbal yang cukup kuat.
Tradisi mengonsumsi liang teh kemudian menyebar ke berbagai wilayah Asia, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, liang teh berkembang sebagai bagian dari kuliner dan tradisi masyarakat keturunan Tionghoa. Minuman ini kemudian semakin mudah ditemukan dalam berbagai bentuk.
Saat ini, liang teh dapat dijumpai sebagai minuman racikan di kedai, disajikan di restoran, maupun diproduksi dalam bentuk minuman kemasan.
Bukan Berarti Semua Liang Teh Punya Khasiat yang Sama
Liang teh kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan karena dibuat menggunakan tanaman herbal. Namun, manfaatnya tetap perlu dilihat berdasarkan bahan yang digunakan.
Tidak semua klaim mengenai khasiat minuman herbal memiliki tingkat bukti ilmiah yang sama. Karena itu, liang teh sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pengobatan medis ketika seseorang mengalami keluhan kesehatan.
Pada akhirnya, liang teh menjadi salah satu contoh bagaimana tradisi minuman dapat berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain dan beradaptasi dengan budaya setempat.
Namanya memang mengandung kata “teh”, tetapi bahan yang digunakan justru menunjukkan kekayaan tanaman herbal dalam tradisi China Selatan.







