TANGSELXPRESS – Pemandangan kabel telekomunikasi yang semrawut di sejumlah ruas jalan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menjadi sejarah. Pemerintah Kota Tangsel terus melanjutkan program relokasi kabel udara ke jaringan bawah tanah, sehingga wajah kota kini terlihat lebih rapi, aman, dan modern.
Perubahan tersebut mulai tampak di Jalan WR Supratman dan Jalan Merpati Raya di Kecamatan Ciputat Timur. Kedua ruas jalan itu kini bebas dari tumpukan kabel udara yang selama ini dinilai mengganggu estetika kota sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, penataan jaringan utilitas telekomunikasi merupakan bagian dari upaya mewujudkan kota modern dengan infrastruktur yang lebih tertata dan berkelanjutan.
“Penataan jaringan kabel telekomunikasi ini bukan hanya memperindah wajah kota, tetapi juga meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, dan mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. Program ini akan terus kami lanjutkan secara bertahap di berbagai koridor jalan utama di Tangsel agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Benyamin, Senin (27/7/2026).
Program relokasi kabel tersebut telah dijalankan sejak 2022 melalui kolaborasi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL).
Melalui program ini, jaringan telekomunikasi dipindahkan dari tiang kabel udara ke saluran bawah tanah (ducting), sehingga koridor jalan menjadi lebih tertata tanpa mengganggu layanan komunikasi masyarakat.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangsel Robbi Cahyadi menjelaskan, proses relokasi tidak bisa dilakukan secara instan karena melibatkan banyak operator telekomunikasi dengan kesiapan jaringan yang berbeda-beda.
“Relokasi kabel utilitas bukan pekerjaan yang selesai dalam hitungan hari. Sejak awal 2022 kami bersama APJATEL melakukan koordinasi secara intensif, mulai dari perencanaan, pembangunan ducting, hingga proses pemindahan kabel milik masing-masing operator. Alhamdulillah, hasilnya mulai dapat dirasakan masyarakat,” kata Robbi.
Menurutnya, APJATEL menunjuk kontraktor untuk membangun jaringan saluran bawah tanah. Setelah jaringan baru dipastikan berfungsi normal, masing-masing operator secara bertahap memindahkan layanannya sebelum kabel udara lama diputus.
Menariknya, seluruh pembangunan jaringan bawah tanah tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang Selatan.
“Setiap operator memiliki kesiapan yang berbeda. Karena itu proses relokasi dilakukan secara bertahap agar layanan telekomunikasi kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan,” ujarnya.
Sembilan Ruas Jalan Sudah Ditata
Sejak dimulai pada 2022 hingga pertengahan 2026, sedikitnya sembilan ruas jalan telah ditata menggunakan metode Horizontal Directional Drilling (HDD), yaitu teknologi pengeboran bawah tanah tanpa galian terbuka.
Ruas jalan tersebut meliputi:
- Jalan Ciater Raya
- Jalan Parakan–Benda
- Jalan Serua Raya
- Jalan Cendrawasih Raya
- Jalan Bhayangkara
- Jalan Menjangan Raya
- Jalan Merpati Raya
- Sebagian koridor Jalan WR Supratman
Sementara sejumlah koridor lainnya masih berada dalam tahap pembangunan jaringan HDPE, penarikan kabel ke saluran bawah tanah, pemutusan kabel udara secara bertahap, hingga survei perencanaan.
Robbi menilai keberhasilan penataan di Jalan WR Supratman dan Jalan Merpati Raya menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan APJATEL mampu menghadirkan perubahan nyata bagi wajah Kota Tangerang Selatan.
“Penataan utilitas bukan sekadar membuat jalan terlihat lebih indah. Yang jauh lebih penting adalah meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih modern dan berkelanjutan,” katanya.
Ke depan, Pemkot Tangsel memastikan program relokasi kabel akan terus diperluas ke koridor-koridor jalan utama lainnya hingga jaringan utilitas di seluruh wilayah kota semakin tertata.
Robbi juga mengajak masyarakat mendukung proses pembangunan tersebut. Meski sempat menimbulkan gangguan lalu lintas selama pengerjaan, manfaat jangka panjangnya dinilai jauh lebih besar.
“Kami memahami selama proses pembangunan masyarakat sempat merasa terganggu. Namun setelah selesai, manfaatnya dapat dirasakan bersama. Karena itu kami mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar Tangsel semakin nyaman, aman, dan memiliki wajah kota yang lebih tertata,” tutupnya.







