TANGSELXPRESS – Film layar lebar Solata (Teman adalah Keluarga yang Kita Pilih) belum berhasil meraih prestasi pada ajang Festival Film Bandung 2026. Meski demikian, film garapan sutradara sekaligus produser Ichwan Persada justru memperoleh berbagai penghargaan dan apresiasi di sejumlah festival film internasional.
Menanggapi hal tersebut, Ichwan menilai kondisi tersebut menjadi refleksi terhadap sistem apresiasi perfilman di Indonesia yang dinilai masih kerap mempertimbangkan popularitas dibandingkan kualitas karya.
“Ini menjadi refleksi kita bersama atas sistem apresiasi festival domestik. Meski karya-karya kita diapresiasi oleh luar negeri, belum tentu hal itu terjadi di negeri kita sendiri karena mungkin adanya sudut pandang lain,” ujar Ichwan Persada, dikutip Minggu, 19 Juli.
Menurut Ichwan, fenomena serupa bukan kali pertama terjadi. Ia menyinggung film Women From Rote Island yang dua tahun lalu juga dinilai belum memperoleh apresiasi yang sepadan di Festival Film Indonesia, meskipun kualitas akting para pemainnya mendapat banyak pujian.
Ia menilai, apabila kondisi tersebut terus berlanjut, ekosistem perfilman nasional perlu mengevaluasi kemungkinan adanya kecenderungan yang lebih mengutamakan nama besar dibandingkan kualitas artistik sebuah karya.
Solata Raih Penghargaan di Bulgaria dan Tembus Festival Internasional
Ichwan menjelaskan, Solata yang diproduksi pada 2025 kembali membuktikan kualitasnya di tingkat internasional setelah meraih Special Award for Culture and Humanity pada Golden FEMI Film Festival di Bulgaria pada Juni 2026.
Prestasi tersebut berlanjut setelah film produksi Walma Pictures dan Indonesia Sinema Persada dipastikan masuk dalam jajaran film yang akan diputar pada ASEAN Plus Three Film Festival di Cekoslowakia pada September 2026.
“Apresiasi dunia internasional itu sangat besar. Apalagi film Solata ini masih menunggu hasil seleksi kompetisi di Tirana International Film Festival di Albania yang merupakan festival berkualifikasi Oscar,” katanya.
Selain itu, film Solata juga dijadwalkan mengikuti 5th Jordan Children and Youth Film Festival di Amman, Yordania, dengan dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yordania.
Menurut Ichwan, keberhasilan menembus berbagai festival internasional, mulai dari kawasan Balkan hingga Timur Tengah, menunjukkan bahwa sinema Indonesia memiliki kekuatan cerita dan visual yang mampu diterima lintas budaya.
“Film Solata terus memperluas jangkauan diplomasi budaya melalui dukungan institusi negara. Berkat fasilitasi KBRI Yordania, film ini dijadwalkan berpartisipasi dalam 5th Jordan Children and Youth Film Festival di Amman dalam waktu dekat,” ujarnya.
Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi industri perfilman nasional untuk terus menghasilkan karya berkualitas sekaligus mendorong sistem apresiasi yang lebih objektif terhadap karya sineas Indonesia.







