• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home PENDIDIKAN

Kemendikdasmen Siapkan 4 Langkah Atasi Sekolah Kekurangan Murid di Tahun Ajaran 2026/2027

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Juli 20, 2026
in NEWS, PENDIDIKAN
Reading Time: 4min read
Kemendikdasmen Siapkan 4 Langkah Atasi Sekolah Kekurangan Murid di Tahun Ajaran 2026/2027
159
SHARES
2.2k
VIEWS

TANGSELXPRESS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan empat langkah strategis untuk mengatasi fenomena sekolah yang kekurangan peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027. Langkah tersebut dilakukan bersama pemerintah daerah melalui pemetaan berbasis data, evaluasi daya tampung sekolah, hingga pendampingan bagi sekolah yang memiliki jumlah murid minim.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan berkurangnya jumlah peserta didik di sejumlah sekolah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari perubahan demografi, perkembangan kawasan permukiman, hingga bergesernya preferensi masyarakat dalam memilih sekolah.

Sebagai langkah awal, Kemendikdasmen mengoptimalkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk memetakan sekolah yang memiliki jumlah peserta didik di bawah 100 orang, bahkan kurang dari 60 orang. Data tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri sebagai dasar koordinasi dengan pemerintah daerah.

BACA JUGA :  Muhaimin Iskandar Setuju Menteri yang Ikut Pilpres Harus Mundur

“Kami berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan mutu pendidikan agar seluruh sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas dan menjadi pilihan masyarakat. Salah satu upaya tersebut yaitu menguatkan kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi guru, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai,” ujar Abdul Mu’ti, dikutip Minggu, 19 Juli.

Empat Strategi Kemendikdasmen Atasi Sekolah Kekurangan Murid

Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah bersama pemerintah daerah akan menjalankan empat strategi utama untuk mengatasi persoalan sekolah yang kekurangan murid.

1. Pemetaan demografi

Pemerintah akan memetakan perkembangan jumlah dan persebaran penduduk agar layanan pendidikan dapat disesuaikan dengan kondisi di setiap wilayah.

2. Evaluasi daya tampung sekolah

Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah akan mengevaluasi kapasitas penerimaan peserta didik agar daya tampung sekolah sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.

BACA JUGA :  Terkait Usulan Gibran tentang UU Perlindungan Guru, Mendikdasmen Beri Penjelasan Begini

3. Memperkuat perencanaan berbasis data

Setiap kebijakan pendidikan akan disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan melalui pemanfaatan data yang lebih akurat, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

4. Pendampingan bagi sekolah yang minim peserta didik

Sekolah yang memiliki jumlah murid terbatas akan mendapatkan pendampingan secara intensif agar tetap mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas meski jumlah siswanya sedikit.

Perubahan Preferensi Orang Tua Jadi Pertimbangan

Selain menyiapkan empat strategi tersebut, Kemendikdasmen juga mempertimbangkan hasil Studi Litbang Kompas 2025 yang menunjukkan adanya perubahan preferensi masyarakat dalam memilih sekolah.

Hasil studi tersebut mencatat semakin banyak orang tua memilih sekolah dasar yang memiliki afiliasi keagamaan. Menurut Abdul Mu’ti, temuan tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA :  Pilar Saga Ichsan bersama Mendikdasmen Resmikan Gedung Baru SMK Islam Ruhama Labschool Uhamka

Ia menegaskan peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, hingga masyarakat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan. Melalui kolaborasi ini, setiap sekolah diharapkan dapat berkembang sesuai potensi wilayahnya sekaligus memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara dan bermutu,” kata Abdul Mu’ti.

Tags: Kemendikdasmentahun ajaran 2026 2027
Previous Post

Final Piala Dunia 2026 Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung, Ini Peringatan Dokter

Next Post

Industri Mikrodrama China Dikuasai AI, Aktor Xu Peng Beralih Jual Sayur di Pasar

Related Posts

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan
HUKUM

RUPS Pengelola RSIA Family Pluit Disoal, Tiga Putusan MA dan Sinar Mas jadi Sorotan

Oktober 21, 2026
2.4k
Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal
TANGERANG SELATAN

Rekonstruksi Jembatan Merpati Raya Tangsel Ditunda, Penutupan Jalan 22 Oktober Batal

Oktober 21, 2026
2.6k
KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Industri Mikrodrama China Dikuasai AI, Aktor Xu Peng Beralih Jual Sayur di Pasar

Industri Mikrodrama China Dikuasai AI, Aktor Xu Peng Beralih Jual Sayur di Pasar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com