TANGERANG SELATAN – Menjalani diet ketat dalam waktu singkat belum tentu menjadi cara terbaik untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Menurut para ahli, membangun kebiasaan makan yang sehat dan berkelanjutan justru menjadi kunci utama untuk mempertahankan tubuh tetap bugar hingga usia lanjut.
Peneliti Valter Longo, PhD, dan Sebastian Brandhorst menjelaskan bahwa pola makan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang lebih efektif dibandingkan menjalani diet ekstrem yang hanya berlangsung beberapa minggu.
“Tantangannya bukan mengetahui apa yang harus dimakan, melainkan menciptakan kebiasaan yang bisa dipertahankan bertahun-tahun, bukan cuma hitungan minggu,” ujar mereka, dikutip dari The Wall Street Journal.
Berdasarkan berbagai penelitian di bidang nutrisi, pola makan yang paling konsisten dikaitkan dengan peningkatan harapan hidup adalah pola makan berbasis nabati yang kaya akan zat gizi. Beberapa prinsip utamanya meliputi:
- Mengutamakan makanan utuh, seperti sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta lemak nabati yang sehat.
- Mengonsumsi buah-buahan dan ikan dalam jumlah yang cukup atau moderat.
- Membatasi konsumsi daging merah, daging olahan seperti sosis dan nugget, gula tambahan, serta makanan ultra-proses.
- Memenuhi kebutuhan protein harian dengan lebih mengutamakan sumber protein nabati dibandingkan protein hewani.
Selain memperbaiki kualitas makanan, para peneliti juga menyarankan pendekatan yang lebih realistis dibanding diet ekstrem, yakni menerapkan pembatasan waktu makan (time-restricted eating) secara moderat.
Membatasi waktu makan dalam jendela 11 hingga 12 jam setiap hari dinilai lebih mudah dijalankan secara konsisten dalam jangka panjang. Pendekatan ini juga telah menunjukkan manfaat klinis dalam membantu memperbaiki kesehatan metabolisme sekaligus menurunkan penanda penuaan biologis.
Perubahan pola makan memang membutuhkan proses, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di rumah. Misalnya, memperbanyak porsi sayuran dan kacang-kacangan dalam menu harian, mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh yang lebih sehat seperti minyak zaitun, serta memilih pola makan yang nyaman dijalani seumur hidup, bukan sekadar mengejar penurunan berat badan dalam waktu singkat.







