JAKARTA – Langit Pictures Indonesia resmi memperkenalkan film terbaru berjudul “Andai Waktu Bisa Diulang Kembali” garapan sutradara M. Amrul Ummami. Dibintangi Davina Karamoy dan Vonny Anggraini, film drama keluarga ini mengangkat kisah emosional tentang hubungan ibu dan anak yang diuji oleh berbagai persoalan hidup.
Film ini mengisahkan Dinar, yang diperankan Davina Karamoy, seorang perempuan yang hanya memiliki Mama Endang (Vonny Anggraini) sebagai keluarga terdekat. Di balik kasih sayangnya, Mama Endang memilih menyimpan berbagai persoalan demi tidak membebani putrinya, mulai dari utang peninggalan sang suami hingga penyakit kanker yang dideritanya.
Konflik mulai berkembang ketika Dinar bertemu Faiz (Farhan Rasyid), sosok pria yang mendapat restu dari Mama Endang. Namun, setelah mengetahui kenyataan yang selama ini disembunyikan ibunya, Dinar dihadapkan pada pilihan sulit antara memperjuangkan keselamatan sang ibu atau mempertahankan hubungan dengan pria yang dicintainya.
Produser Ali Ghifari mengatakan ide cerita film tersebut lahir dari pengalaman penyesalan yang kerap dirasakan banyak orang dalam kehidupan.
“Ide film ini itu asalnya dari penyesalan diri sendiri ya. Ya sebetulnya kita itu semua kerasa, ‘Seandainya dulu kita perbaiki ini, seandainya dulu perbaiki itu, seandainya kita bisa ngulang waktu’. Berangkatnya dari penyesalan sederhana. Terus ketika ngobrol sama banyak orang, ternyata hampir semua orang itu punya penyesalan itu kan,” kata produser Ali Ghifari dalam konferensi pers di Jakarta Timur dikutip Jumat, 26 Juni.
Sutradara M. Amrul Ummami menambahkan bahwa film ini mengajak penonton merenungkan makna waktu dan kesempatan kedua dalam kehidupan.
“Tentang waktu, pentingnya waktu. Kita ada satu momen nanti di film itu yang kalau teman-teman nanti nonton itu akan kaget dan kok begini, gitu. Tidak cuman kaget tapi merenungi makna dari waktu itu sendiri. Gimana kalau misalnya waktu, kita sebenarnya masih bisa ngulang waktu nggak, atau kalau kita kembali ke waktu itu, kita mau ngapain aja, terus kita mau memperbaiki keadaan-keadaan itu, apakah itu bisa atau nggak. Nah, itu semua akan terjawab nanti di film ini.”
Bagi Davina Karamoy, karakter Dinar menjadi salah satu peran paling emosional yang pernah ia mainkan. Menurutnya, kisah dalam film tersebut sangat dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama hubungan anak dengan ibunya.
“Ceritanya relate dan lumayan nempel dengan lingkungan kita dan ini sangat menyentuh hati, gitu ya. Bahkan ada momen di mana aku reading satu full skenario sama para pemain waktu awal-awal kita reading, kita mostly pada nangis. Karena memang skripnya itu sudah dibuat sangat sedih, sedemikian mungkin membuat kita jadi kayak, ‘sedih banget, nih,’” kata Davina Karamoy.
Sementara itu, Vonny Anggraini mengaku perannya sebagai Mama Endang terasa sangat dekat dengan kehidupannya sebagai seorang ibu. Menurutnya, ketakutan terbesar seorang orang tua adalah memikirkan masa depan anak ketika dirinya sudah tidak lagi mendampingi.
“Mungkin ini juga ketakutan yang akan dirasakan oleh semua orang tua, bagaimana nanti nasib anak saya ketika saya sudah tidak ada lagi di dunia ini. Dan buat saya itu, karena saya juga seorang ibu, rasanya pasti berat banget kalau harus melalui masa-masa itu. Dan itu adalah salah satu momen emosional yang juga dialami oleh Mama Endang di film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali.”







