MAHASISWA Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (UNPAM) melaksanakan kegiatan Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat (PmKM) dengan mengusung tema “Arisan Mandiri: Mengubah Arisan Biasa Menjadi Tempat Belajar Investasi Syariah bagi Ibu-Ibu PKK.” di Kampung Kebon Kopi, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini diikuti sekitar 25 ibu-ibu PKK yang antusias mengikuti setiap sesi edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, melalui edukasi mengenai pengelolaan keuangan keluarga dan investasi syariah.

Kegiatan dipimpin oleh Nur Amalina sebagai ketua kelompok, dengan Chindy Chalara Angel dan Intan Nabila sebagai anggota. Melalui program ini, tim mahasiswa ingin memberikan pemahaman bahwa investasi syariah dapat menjadi salah satu solusi dalam mempersiapkan kebutuhan finansial keluarga di masa depan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola pendapatan dan mulai membangun kebiasaan menabung serta berinvestasi sejak dini.
Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi keuangan bagi setiap keluarga. Tim menjelaskan bahwa seorang ibu memiliki peran yang sangat penting dalam mengatur kondisi keuangan rumah tangga, mulai dari menyusun anggaran, mengendalikan pengeluaran, hingga merencanakan kebutuhan jangka panjang. Oleh karena itu, kemampuan mengelola keuangan menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung terciptanya keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera.
Salah satu materi yang disampaikan adalah perbedaan antara menabung dan investasi. Peserta dijelaskan bahwa menabung lebih cocok digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, sedangkan investasi bertujuan mengembangkan nilai aset dalam jangka panjang. Dengan memahami perbedaan tersebut, peserta diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat sesuai kebutuhan keluarga.
Sebagai contoh investasi yang mudah dipahami, tim memperkenalkan investasi emas berbasis syariah. Emas dipilih karena memiliki nilai yang relatif stabil, mudah diperjualbelikan, serta dapat dimulai dengan nominal yang terjangkau. Peserta juga diberikan contoh sederhana bahwa menyisihkan sebagian kecil pendapatan secara rutin dapat menjadi langkah awal untuk membangun masa depan keuangan yang lebih baik.
Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mengajak peserta memanfaatkan kegiatan arisan sebagai sarana belajar bersama. Melalui konsep “Arisan Mandiri,” arisan tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan dan investasi syariah.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, para anggota dapat saling memberikan motivasi dan bertukar pengalaman dalam mengatur keuangan keluarga. Ketua kelompok, Nur Amalina, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap melalui kegiatan ini ibu-ibu PKK semakin memahami pentingnya mengelola keuangan keluarga secara bijak. Investasi syariah tidak harus dimulai dengan modal yang besar, tetapi dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing. Yang terpenting adalah memiliki komitmen untuk merencanakan masa depan dengan lebih baik,” ujar Nur Amalina.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai cara memulai investasi syariah, memilih instrumen investasi yang aman, serta strategi mengatur keuangan rumah tangga agar tetap dapat menyisihkan dana untuk tabungan maupun investasi. Salah seorang peserta mengaku mendapatkan pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Materi yang disampaikan sangat mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan kami sebagai ibu rumah tangga. Saya jadi mengetahui bahwa investasi bisa dimulai dari nominal kecil dan tidak sesulit yang saya bayangkan” ungkap salah satu peserta.
Melalui kegiatan Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat ini, Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Diharapkan edukasi yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan literasi keuangan masyarakat, mendorong kebiasaan berinvestasi sesuai prinsip syariah, serta membantu menciptakan keluarga yang lebih mandiri, sejahtera, dan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara tim mahasiswa dan seluruh peserta sebagai bentuk dokumentasi sekaligus simbol kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan dan pemberdayaan.
Penulis:







