SERINGKALI kita menghadapi kegaduhan atas kemana arah perginya uang yang kita punya. Keterkejutan atas pengeluaran bulanan yang begitu besar seringkali kita sadari saat mengevaluasi keuangan di akhir bulan.
Untuk meminimalisir hal tersebut, kami menyadari pentingnya literasi keuangan, apalagi untuk kalangan orang-orang dewasa yang sudah memiliki keluarga. Dalam berumah tangga, pengelolaan uang menjadi hal yang sangat krusial karena efeknya dapat mempengaruhi kehidupan semua anggota keluarga.
Pengelolaan keuangan dapat dimulai dari yang paling mudah yaitu pencatatan atas pengeluaran dan pemasukan uang. Namun, masih banyak masyarakat yang belum terbiasa melakukan pencatatan keuangan sehingga sulit mengetahui kondisi keuangan yang sebenarnya dan melakukan perencanaan keuangan yang tepat. Menurut Otoritas Jasa keuangan (OJK), literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat.
Sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertema “Pencatatan Keuangan Rumah Tangga untuk Meningkatkan Literasi Keuangan Masyarakat.” Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mengenai pentingnya pencatatan keuangan sebagai dasar dalam mengelola pemasukan, pengeluaran, tabungan, serta perencanaan keuangan keluarga
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di Mushola Ar-Rapi dan diikuti oleh ibu-ibu jamaah pengajian. Kegiatan dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh ketua kelompok, Eyla Kartika. Pada sesi pembukaan, ketua kelompok memperkenalkan anggota tim dan menjelaskan tujuan dari diadakan kegiatan ini. Sebagai pemantik, Eyla Kartika memaparkan bahwa langkah sederhana yang dapat membantu pengelolaan keuangan dalam rumah tangga agar lebih efektif dan terarah dapat dilakukan dengan cara pencatatan.
Kegiatan berikutnya masuk pada sesi pemaparan materi. Pada materi pertama, Syifa Syilfana Fhatonah sebagai pemateri memaparkan mengenai dasar-dasar pengelolaan keuangan rumah tangga. Audiens diberikan pemahaman mengenai pentingnya mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran agar penggunaan uang lebih terkontrol.
Pemisahan rekening keuangan juga menjadi salah satu hal yang dipaparkan. Pemisahan rekening yang dimaksud disini yaitu pemisahan rekening atas penggunaan uang untuk pribadi, tabungan, dan kebutuhan rumah tangga. Sebagai pelengkap, disajikan juga salah satu teknik pembagian anggaran keuangan yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari teknik tersebut adalah teknik 50/30/20.
Materi selanjutnya dipaparkan oleh Revalina Aprianti. Pada sesi ini, audiens diberikan penjelasan mengenai penyusunan anggaran bulanan, pengelolaan dana darurat, serta evaluasi keuangan secara berkala. Sebagai tambahan, pemateri juga memaparkan mengenai strategi pengelolaan utang yang sehat dan pentingnya menabung dan investasi. Tujuan materi tersebut adalah agar dimasa yang akan datang, seperti biaya pendidikan anak dan dana pensiun, dapat terasa ringan karena sudah adanya persiapan.
Setelah rampungnya pemaparan materi, kegiatan selanjutnya adalah pengimplementasian dengan mempraktikan tata cara pencatatan keuangan rumah tangga yang dipandu oleh Varelina Majid. Pada sesi ini, setiap audiens mendapatkan lembar format pencatatan keuangan yang berisi kolom pemasukan, pengeluaran, dan saldo. Audiens diajak untuk melakukan simulasi pencatatan dengan kasus-kasus pengeluaran atau pemasukan uang yang biasanya terjadi dalam rumah tangga sebagai contoh kasusnya. Kegiatan praktik ini diharapkan dapat membantu audiens memahami cara mengelompokkan pengeluaran, menghitung saldo akhir, serta melakukan evaluasi sederhana terhadap kondisi keuangan rumah tangga.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari audiens. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam mengikuti sesi diskusi dan praktik pencatatan keuangan. Sebagian besar audiens mengaku belum terbiasa melakukan pencatatan keuangan secara rutin sehingga kegiatan ini memberikan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Eyla Kartika selaku ketua kelompok menutup acara dengan mengucapkan terima kasih dan harapan semoga apa yang sudah dipaparkan dapat membawa manfaat jangka panjang bagi para audiens.
Melalui pengenalan dan sesi praktik dengan menggunakan lembar format pencatatan keuangan yang telah dilakukan, peserta saat ini menyadari bahwa pencatatan finansial bukan hanya tentang mencatat angka, tetapi juga sebagai alat pengawasan untuk meminimalisir pemborosan dan merencanakan kebutuhan di masa mendatang. Diharapkan bahwa program PKM dari Universitas Pamulang ini dapat terus meningkatkan pemahaman finansial masyarakat, sehingga dapat terbentuk keluarga yang lebih cerdas, mandiri, dan sejahtera dalam mengatur keuangannya.
Penulis:
Eyla Kartika
Revalina Aprianti
Syifa Syilfana Fhatonah
Varelina Majid
Mahasiswa Universitas Pamulang







