JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima perwakilan mahasiswa dari Universitas Bung Karno dan Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta di Istana Wakil Presiden, Senin, 15 Juni. Pertemuan tersebut menjadi wadah dialog antara pemerintah dan mahasiswa untuk membahas berbagai isu strategis serta program nasional yang tengah berjalan.
Dalam pertemuan itu, Gibran menyampaikan apresiasinya atas berbagai masukan dan pandangan yang disampaikan para mahasiswa. Menurutnya, kritik dan saran dari kalangan akademisi memiliki peran penting dalam proses evaluasi dan penyempurnaan kebijakan pemerintah.
“Makanya, saya ucapkan terima kasih sekali dapat masukan-masukan,” ujar Gibran usai pertemuan.
Sebanyak 15 mahasiswa yang hadir memaparkan hasil kajian serta aspirasi terkait sejumlah isu nasional. Beberapa topik yang menjadi perhatian meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, revisi sejumlah regulasi, sektor pendidikan, hingga pembangunan wilayah tertinggal.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gibran menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan terhadap program-program yang telah dijalankan. Ia menilai dialog dengan masyarakat, termasuk mahasiswa, merupakan langkah penting untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan yang masih perlu dibenahi.
“Yang sudah kita capai sekarang, apa yang sudah dibangun itu, yang kita rawat bersama. Saya sadar masih banyak minus-minusnya, kekurangannya banyak, ini yang harus kita perbaiki bersama,” ucap Gibran.
Putra sulung Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu juga mengapresiasi peran aktif mahasiswa dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Menurutnya, pemerintah selalu terbuka terhadap kritik selama disampaikan secara konstruktif dan bertujuan membangun.
“Saya senang mahasiswa kritis ikut mengevaluasi, ikut memberikan saran,” kata Gibran.
Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dan akan diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan perhatian lebih lanjut.
Sementara itu, Ketua Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno, Muhammad Abdi Maludin, menilai pertemuan berlangsung dalam suasana yang positif dan terbuka. Menurutnya, Wapres memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan hasil kajian mereka secara langsung.
“Mas Wapres terbuka dan menerima hasil kajian, dia akan mengaudit dan mengonsolidasi, dia akan memberitahukan kepada pimpinan lebih khusus Presiden Prabowo Subianto,” ujar Abdi setelah pertemuan.
Sebelumnya, ratusan mahasiswa Universitas Bung Karno menggelar aksi penyampaian aspirasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin sore. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk partisipasi mahasiswa dalam memberikan masukan dan rekomendasi terkait berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai perlu mendapat perhatian.







