• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Analisis Penerapan Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000 dalam Menghadapi Ketidakpastian Bisnis Digital di Indonesia

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Juni 11, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 10min read
Manajemen Piutang: Strategi dan Implikasi dalam Konteks Bisnis
226
SHARES
2.6k
VIEWS

TRANSFORMASI digital telah mendorong perubahan besar dalam dunia bisnis di Indonesia. Perusahaan digital menghadapi berbagai ketidakpastian seperti ancaman siber, perubahan regulasi, persaingan pasar, hingga perubahan perilaku konsumen.

Kondisi tersebut menuntut perusahaan untuk memiliki sistem manajemen risiko yang mampu membantu organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis secara efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penerapan standar manajemen risiko menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan bisnis digital.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000 dalam menghadapi ketidakpastian bisnis digital di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur terhadap berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan standar internasional terkait ISO 31000.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ISO 31000 mampu membantu organisasi dalam mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan menangani risiko secara sistematis. Implementasi ISO 31000 juga memberikan dampak positif terhadap pengambilan keputusan, peningkatan ketahanan organisasi, serta pengendalian risiko teknologi informasi dan operasional bisnis digital.

Namun demikian, penerapan ISO 31000 dalam bisnis digital masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya budaya sadar risiko, serta perkembangan teknologi yang sangat cepat. Selain itu, perusahaan perlu melakukan penyesuaian secara berkelanjutan agar sistem manajemen risiko tetap relevan dengan perubahan lingkungan bisnis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan ISO 31000 menjadi strategi penting dalam meningkatkan keberlanjutan, daya saing, dan kemampuan adaptasi perusahaan digital di Indonesia dalam menghadapi berbagai ketidakpastian bisnis.

Pendahuluan

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menciptakan perubahan besar pada pola bisnis di Indonesia. Transformasi digital mendorong perusahaan untuk mengubah sistem operasional, strategi pemasaran, hingga pola interaksi dengan konsumen menjadi berbasis teknologi digital. Bisnis digital berkembang sangat cepat dan menjadi salah satu sektor utama dalam perekonomian nasional karena mampu memberikan kemudahan, efisiensi, dan akses layanan yang lebih luas kepada masyarakat. Perusahaan digital seperti e-commerce, fintech, startup teknologi, dan layanan berbasis aplikasi terus mengalami peningkatan jumlah pengguna serta persaingan yang semakin kompetitif.

Di sisi lain, perkembangan bisnis digital juga menimbulkan berbagai tantangan dan ketidakpastian dalam lingkungan bisnis. Ketidakpastian bisnis digital muncul akibat perubahan teknologi yang sangat cepat, persaingan pasar yang ketat, ancaman keamanan siber, kebocoran data, serta perubahan regulasi pemerintah yang dapat memengaruhi aktivitas operasional perusahaan. Selain itu, perubahan perilaku konsumen yang semakin dinamis membuat perusahaan harus mampu beradaptasi secara cepat agar tetap relevan di pasar. Kondisi tersebut menyebabkan perusahaan digital menghadapi risiko operasional, finansial, reputasi, hingga risiko teknologi informasi yang dapat menghambat keberlangsungan bisnis.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, perusahaan membutuhkan pendekatan manajemen risiko yang sistematis dan terstruktur agar mampu mengidentifikasi potensi ancaman maupun peluang yang muncul dari perubahan lingkungan bisnis. Manajemen risiko menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan karena membantu organisasi meminimalkan kerugian dan meningkatkan efektivitas strategi bisnis. Dengan penerapan manajemen risiko yang baik, perusahaan dapat meningkatkan ketahanan organisasi, menjaga stabilitas operasional, serta memperkuat daya saing di tengah perkembangan era digital yang terus berubah.

ISO 31000 merupakan standar internasional yang memberikan pedoman dalam penerapan manajemen risiko di berbagai jenis organisasi. Standar ini membantu perusahaan dalam mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, serta mengendalikan risiko secara efektif dan berkelanjutan. ISO 31000 juga menekankan pentingnya integrasi manajemen risiko ke dalam seluruh aktivitas organisasi sehingga setiap keputusan bisnis dapat mempertimbangkan potensi risiko yang mungkin terjadi. Penerapan ISO 31000 diharapkan dapat membantu bisnis digital di Indonesia dalam menghadapi berbagai ketidakpastian serta meningkatkan kemampuan organisasi dalam mengelola risiko secara lebih terarah dan sistematis.

Selain memberikan manfaat dalam pengendalian risiko, penerapan ISO 31000 juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, investor, dan pihak terkait lainnya terhadap perusahaan digital. Organisasi yang memiliki sistem manajemen risiko yang baik cenderung lebih siap menghadapi perubahan pasar, gangguan operasional, maupun ancaman teknologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Namun, implementasi ISO 31000 masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia yang memahami manajemen risiko, kurangnya budaya sadar risiko dalam organisasi, serta perkembangan teknologi yang sangat cepat sehingga membutuhkan proses penyesuaian secara berkelanjutan.

Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000 dalam menghadapi ketidakpastian bisnis digital di Indonesia serta mengidentifikasi manfaat dan tantangan implementasinya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan manajemen risiko dalam bisnis digital serta menjadi referensi bagi perusahaan dalam meningkatkan keberlanjutan dan daya saing organisasi di era transformasi digital.

BACA JUGA :  Pentingnya Mematuhi Hukum dan Menjaga Ketertiban Lalu Lintas

Landasan Teori

  1. Manajemen Risiko

Manajemen risiko merupakan suatu proses sistematis yang dilakukan organisasi untuk mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan perusahaan. Risiko dapat berasal dari faktor internal maupun eksternal organisasi, seperti perubahan teknologi, persaingan bisnis, kondisi ekonomi, hingga ancaman keamanan informasi. Menurut konsep manajemen modern, penerapan manajemen risiko bertujuan untuk meminimalkan kemungkinan kerugian dan meningkatkan peluang keberhasilan organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

Dalam dunia bisnis digital, manajemen risiko menjadi sangat penting karena perusahaan menghadapi lingkungan bisnis yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Risiko yang sering muncul dalam bisnis digital meliputi risiko keamanan siber, kebocoran data, gangguan sistem teknologi informasi, perubahan perilaku konsumen, serta perubahan regulasi pemerintah. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan sistem manajemen risiko yang efektif agar mampu menjaga keberlangsungan usaha dan meningkatkan daya saing perusahaan.

  1. ISO 31000

ISO 31000 merupakan standar internasional yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization (ISO) sebagai pedoman dalam penerapan manajemen risiko. Standar ini memberikan prinsip, kerangka kerja, dan proses yang dapat digunakan organisasi untuk mengelola risiko secara sistematis dan terintegrasi. ISO 31000 dapat diterapkan pada berbagai jenis organisasi, baik perusahaan kecil, menengah, maupun perusahaan besar di berbagai sektor industri.

Prinsip utama dalam ISO 31000 adalah menciptakan dan melindungi nilai organisasi melalui pengelolaan risiko yang efektif. ISO 31000 menekankan bahwa manajemen risiko harus menjadi bagian dari seluruh aktivitas organisasi dan mendukung proses pengambilan keputusan. Adapun proses manajemen risiko dalam ISO 31000 meliputi identifikasi risiko, analisis risiko, evaluasi risiko, perlakuan risiko, komunikasi dan konsultasi, serta pemantauan dan peninjauan risiko secara berkala.

Penerapan ISO 31000 memberikan berbagai manfaat bagi organisasi, seperti meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, memperkuat pengendalian internal, meningkatkan ketahanan organisasi terhadap krisis, serta membantu perusahaan menghadapi ketidakpastian bisnis secara lebih terarah dan sistematis.

  1. Bisnis Digital

Bisnis digital merupakan kegiatan bisnis yang memanfaatkan teknologi digital dan internet dalam menjalankan proses operasional, pemasaran, transaksi, dan pelayanan kepada konsumen. Perkembangan teknologi informasi telah mendorong munculnya berbagai bentuk bisnis digital seperti e-commerce, financial technology (fintech), startup teknologi, marketplace, dan layanan berbasis aplikasi.

Bisnis digital memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan bisnis konvensional karena sangat bergantung pada teknologi informasi dan konektivitas internet. Selain memberikan kemudahan dan efisiensi, bisnis digital juga menghadapi berbagai risiko yang lebih kompleks, seperti ancaman keamanan siber, serangan hacker, gangguan sistem, serta perubahan teknologi yang cepat. Persaingan dalam bisnis digital juga semakin tinggi karena perusahaan harus terus berinovasi untuk mempertahankan konsumen dan meningkatkan kualitas layanan.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, perusahaan digital membutuhkan strategi pengelolaan risiko yang tepat agar mampu menjaga stabilitas operasional dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000 menjadi salah satu pendekatan yang relevan dalam mendukung keberlanjutan bisnis digital.

  1. Ketidakpastian Bisnis Digital

Ketidakpastian bisnis digital adalah kondisi yang terjadi akibat perubahan lingkungan bisnis yang sulit diprediksi dan dapat memengaruhi kinerja organisasi. Ketidakpastian tersebut dapat berasal dari perkembangan teknologi, perubahan regulasi pemerintah, perubahan kebutuhan konsumen, kondisi ekonomi global, hingga ancaman keamanan siber.

Dalam era transformasi digital, perusahaan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang terjadi. Ketidakmampuan perusahaan dalam mengelola ketidakpastian dapat menyebabkan kerugian finansial, penurunan reputasi perusahaan, hingga gangguan operasional bisnis. Oleh karena itu, perusahaan perlu menerapkan sistem manajemen risiko yang efektif agar mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan risiko yang dapat muncul.

Penerapan ISO 31000 dapat membantu perusahaan digital dalam menghadapi ketidakpastian bisnis melalui pendekatan yang sistematis dan berkelanjutan. Dengan adanya proses identifikasi dan evaluasi risiko secara terstruktur, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan meningkatkan kemampuan organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis digital.

Pembahasan

Perkembangan bisnis digital di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan internet oleh masyarakat. Perusahaan digital seperti e-commerce, fintech, startup teknologi, dan layanan berbasis aplikasi terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin mengutamakan kecepatan, kemudahan, dan efisiensi layanan. Namun, perkembangan tersebut juga diikuti oleh munculnya berbagai risiko dan ketidakpastian bisnis yang dapat memengaruhi keberlangsungan perusahaan.

BACA JUGA :  Konsumsi Coklat Sebagai Peningkat Mood

Ketidakpastian bisnis digital muncul akibat perubahan teknologi yang sangat cepat, persaingan pasar yang semakin ketat, ancaman keamanan siber, serta perubahan regulasi pemerintah. Ancaman keamanan siber seperti pencurian data, peretasan sistem, dan kebocoran informasi pelanggan menjadi salah satu risiko utama dalam bisnis digital. Selain itu, perubahan perilaku konsumen yang dinamis juga menuntut perusahaan untuk terus melakukan inovasi agar tetap mampu bersaing di pasar digital. Kondisi ini menunjukkan bahwa perusahaan digital membutuhkan sistem manajemen risiko yang mampu membantu organisasi menghadapi berbagai ketidakpastian secara efektif.

Penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000 menjadi salah satu strategi yang relevan dalam menghadapi tantangan bisnis digital di Indonesia. ISO 31000 memberikan pedoman yang sistematis dalam proses identifikasi, analisis, evaluasi, dan pengendalian risiko. Dengan penerapan standar ini, perusahaan dapat mengetahui potensi risiko yang mungkin terjadi serta menentukan langkah penanganan yang tepat untuk meminimalkan dampak kerugian.

Dalam penerapannya, proses pertama yang dilakukan adalah identifikasi risiko. Pada tahap ini perusahaan mengidentifikasi berbagai risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi, seperti risiko teknologi informasi, risiko operasional, risiko finansial, dan risiko reputasi. Setelah risiko diidentifikasi, perusahaan melakukan analisis risiko untuk mengetahui tingkat kemungkinan terjadinya risiko dan besarnya dampak yang dapat ditimbulkan terhadap perusahaan. Selanjutnya dilakukan evaluasi risiko untuk menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat risiko yang paling berpengaruh terhadap keberlangsungan bisnis.

Tahap berikutnya adalah perlakuan atau pengendalian risiko. Perusahaan dapat melakukan berbagai strategi pengendalian, seperti meningkatkan sistem keamanan data, melakukan backup sistem secara berkala, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat pengawasan operasional bisnis. Selain itu, komunikasi dan konsultasi juga menjadi bagian penting dalam ISO 31000 agar seluruh pihak dalam organisasi memahami pentingnya manajemen risiko dalam mendukung keberhasilan perusahaan.

Hasil penerapan ISO 31000 menunjukkan bahwa standar ini mampu memberikan dampak positif bagi perusahaan digital. Penerapan manajemen risiko membantu organisasi meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, memperkuat ketahanan organisasi, serta meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis. Selain itu, pengelolaan risiko yang baik juga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan investor terhadap perusahaan karena organisasi dianggap lebih siap dalam menghadapi potensi gangguan bisnis.

Meskipun demikian, implementasi ISO 31000 dalam bisnis digital di Indonesia masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki pemahaman mengenai manajemen risiko. Banyak perusahaan, terutama startup dan usaha skala menengah, belum memiliki tenaga profesional yang mampu menerapkan sistem manajemen risiko secara optimal. Selain itu, budaya sadar risiko dalam organisasi juga masih rendah sehingga penerapan manajemen risiko belum menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.

Tantangan lainnya adalah perkembangan teknologi yang sangat cepat sehingga perusahaan harus terus melakukan penyesuaian terhadap sistem manajemen risiko yang diterapkan. Risiko baru dapat muncul sewaktu-waktu akibat inovasi teknologi dan perubahan pola bisnis digital. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan pemantauan dan evaluasi risiko secara berkala agar penerapan ISO 31000 tetap relevan dengan kondisi bisnis yang terus berkembang.

Berdasarkan pembahasan tersebut, dapat diketahui bahwa penerapan ISO 31000 memiliki peran penting dalam membantu perusahaan digital menghadapi ketidakpastian bisnis di Indonesia. Dengan penerapan manajemen risiko yang sistematis dan berkelanjutan, perusahaan dapat meningkatkan stabilitas operasional, memperkuat daya saing, serta menjaga keberlanjutan bisnis di era transformasi digital.

Contoh Kasus Penerapan ISO 31000 pada Bisnis Digital

Sebuah perusahaan e-commerce di Indonesia mengalami peningkatan jumlah pengguna yang sangat cepat setelah melakukan transformasi digital dan memperluas layanan penjualan online. Perusahaan tersebut menyimpan berbagai data penting pelanggan seperti nama, alamat, nomor telepon, hingga informasi transaksi pembayaran. Namun, perusahaan menghadapi ancaman keamanan siber berupa percobaan peretasan sistem yang berpotensi menyebabkan kebocoran data pelanggan.

Selain ancaman keamanan siber, perusahaan juga menghadapi risiko lain seperti gangguan server saat terjadi lonjakan transaksi, persaingan harga dengan kompetitor, serta perubahan regulasi pemerintah terkait perlindungan data konsumen. Kondisi tersebut menyebabkan perusahaan mengalami ketidakpastian bisnis yang dapat memengaruhi reputasi dan kepercayaan pelanggan.

BACA JUGA :  Transformasi Akuntansi: Kunci Adaptasi di Era Ekonomi Digital

Untuk menghadapi kondisi tersebut, perusahaan menerapkan manajemen risiko berbasis ISO 31000. Tahap pertama yang dilakukan adalah identifikasi risiko, yaitu mengenali berbagai risiko yang dapat mengganggu operasional bisnis, seperti risiko kebocoran data, serangan malware, gangguan sistem, dan penurunan kepercayaan konsumen.

Tahap berikutnya adalah analisis risiko dengan menilai tingkat kemungkinan dan dampak dari setiap risiko. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebocoran data pelanggan memiliki tingkat risiko tinggi karena dapat menyebabkan kerugian finansial dan menurunkan reputasi perusahaan. Setelah itu perusahaan melakukan evaluasi risiko untuk menentukan prioritas penanganan risiko yang paling penting.

Dalam tahap perlakuan risiko, perusahaan melakukan beberapa tindakan pengendalian seperti meningkatkan sistem keamanan jaringan, menggunakan enkripsi data, melakukan backup data secara berkala, memasang firewall dan antivirus, serta memberikan pelatihan keamanan siber kepada karyawan. Perusahaan juga membentuk tim khusus untuk memantau ancaman keamanan informasi dan melakukan evaluasi risiko secara berkala.

Hasil penerapan ISO 31000 menunjukkan bahwa perusahaan menjadi lebih siap dalam menghadapi ancaman keamanan siber dan mampu meminimalkan potensi kerugian akibat gangguan sistem. Selain itu, kepercayaan pelanggan meningkat karena perusahaan dinilai mampu menjaga keamanan data dan kualitas layanan digital secara lebih baik. Kasus ini menunjukkan bahwa penerapan ISO 31000 dapat membantu perusahaan digital di Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian bisnis dan meningkatkan ketahanan organisasi.

Kesimpulan

Perkembangan bisnis digital di Indonesia memberikan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, namun juga menimbulkan berbagai ketidakpastian dan risiko yang kompleks. Risiko tersebut meliputi ancaman keamanan siber, perubahan teknologi yang cepat, persaingan pasar yang ketat, perubahan regulasi pemerintah, serta perubahan perilaku konsumen. Kondisi ini menuntut perusahaan digital untuk memiliki sistem manajemen risiko yang efektif agar mampu menjaga keberlangsungan dan stabilitas bisnis.

Penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000 terbukti mampu membantu perusahaan dalam mengidentifikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan mengendalikan risiko secara sistematis. Implementasi ISO 31000 memberikan manfaat dalam meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, memperkuat ketahanan organisasi, meningkatkan pengendalian operasional, serta membantu perusahaan menghadapi ketidakpastian bisnis digital secara lebih terarah dan terstruktur.

Meskipun demikian, penerapan ISO 31000 masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya budaya sadar risiko dalam organisasi, dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, memperkuat budaya manajemen risiko, serta melakukan evaluasi risiko secara berkala agar sistem manajemen risiko tetap relevan dengan perkembangan bisnis digital. Secara keseluruhan, penerapan ISO 31000 menjadi strategi penting bagi perusahaan digital di Indonesia dalam meningkatkan keberlanjutan usaha, menjaga stabilitas operasional, serta memperkuat daya saing perusahaan di era transformasi digital.

REFERENSI

Jurnal Manajemen Risiko dan Keuangan, Agustina, R., & Pratama, D. (2022). Penerapan ISO 31000 dalam Manajemen Risiko Perusahaan Digital di Indonesia. Jurnal Manajemen Risiko dan Keuangan, 5(2), 45–56.

Jurnal Sistem Informasi, Hidayat, M., & Nugroho, A. (2021). Analisis Risiko Keamanan Siber pada Bisnis Digital Menggunakan ISO 31000. Jurnal Sistem Informasi, 17(1), 88–97.

Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, Sari, N., & Putra, F. (2023). Implementasi ISO 31000 untuk Pengendalian Risiko Teknologi Informasi pada Startup Digital. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 10(3), 120–131.

Jurnal Ekonomi Digital, Rahman, A. (2022). Manajemen Risiko dalam Menghadapi Ketidakpastian Bisnis Digital di Era Transformasi Digital. Jurnal Ekonomi Digital, 4(2), 55–67.

Jurnal Administrasi Bisnis, Wijaya, T., & Lestari, P. (2021). Pengaruh Penerapan ISO 31000 terhadap Ketahanan Organisasi pada Perusahaan Fintech. Jurnal Administrasi Bisnis, 15(4), 200–212.

Jurnal Manajemen dan Bisnis, Kurniawan, E. (2020). Strategi Manajemen Risiko pada Perusahaan E-Commerce di Indonesia. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 8(1), 34–46.

Jurnal Ilmu Ekonomi, Fauzi, I., & Ramadhan, Y. (2023). Peran ISO 31000 dalam Meningkatkan Daya Saing Bisnis Digital. Jurnal Ilmu Ekonomi, 11(2), 90–102.

Jurnal Informatika, Saputra, H. (2022). Analisis Penerapan Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000 pada Sistem Informasi Perusahaan Digital. Jurnal Informatika, 9(3), 77–89.

 

Penulis:

Adinda Putri Muzdalifah

Adityo Rahmat Saputra

Adjie Firmansyah

Amar Falahqy

Gilang Pranata

Muhamad Fadillah

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang

Tags: bisnis digitalISO 31000ketidakpastianManajemen RisikoTransformasi Digital
Previous Post

Ketua Umum Perbanas: Fundamental Perbankan Tetap Solid, Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Next Post

Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Ditutup 13-14 Juni 2026, Cek Rekayasa Lalu Lintasnya

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Catat! 25 Ruas Jalan di Jakarta Ini Bakal Berbayar

Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Ditutup 13-14 Juni 2026, Cek Rekayasa Lalu Lintasnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com