• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

PHK Bukan Lagi Sekadar Angka: Alarm Serius bagi SDM Indonesia

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Mei 24, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
PHK Bukan Lagi Sekadar Angka: Alarm Serius bagi SDM Indonesia
220
SHARES
2.5k
VIEWS

Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menjadi sorotan panas sepanjang 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, banyak perusahaan mulai melakukan efisiensi besar-besaran demi menjaga operasional tetap berjalan. Dampaknya tidak main-main: ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian hanya dalam beberapa bulan pertama tahun ini.

Fenomena ini memperlihatkan bahwa persoalan SDM di Indonesia sedang berada dalam tekanan serius. Bukan hanya sektor teknologi yang terdampak seperti beberapa tahun lalu, tetapi kini industri manufaktur, tekstil, plastik, hingga elektronik mulai ikut goyah. Kondisi tersebut dipicu oleh melemahnya daya beli masyarakat, naiknya harga bahan baku impor, ketidakstabilan global, hingga persaingan produk luar negeri yang semakin agresif.

SDM Jadi Korban Efisiensi Perusahaan

Dalam banyak kasus, langkah efisiensi perusahaan hampir selalu berujung pada pengurangan tenaga kerja. Padahal, SDM merupakan aset utama dalam keberlangsungan bisnis. Ironisnya, ketika kondisi ekonomi memburuk, pekerja justru menjadi pihak pertama yang harus menanggung dampaknya.

BACA JUGA :  Bimbingan Perpajakan Dasar bagi Pengelola dan Anggota Perkumpulan Bank Sampah (Perbas) Tangsel

Situasi ini menunjukkan masih banyak perusahaan yang belum memiliki strategi manajemen SDM jangka panjang. Ketika keuntungan menurun, PHK dianggap solusi tercepat dibanding melakukan restrukturisasi sistem kerja, pengembangan kompetensi, atau transformasi bisnis.

Di sisi lain, pekerja juga menghadapi tantangan baru. Dunia kerja saat ini berubah sangat cepat akibat perkembangan teknologi dan otomatisasi. Banyak posisi mulai tergantikan sistem digital dan kecerdasan buatan. Akibatnya, tenaga kerja yang tidak mampu beradaptasi menjadi kelompok paling rentan terkena PHK.

Industri Manufaktur dan Tekstil Paling Tertekan

Sektor tekstil dan manufaktur menjadi contoh nyata bagaimana tekanan ekonomi dapat menghantam SDM secara langsung. Banyak perusahaan kesulitan menjaga stabilitas produksi akibat biaya operasional yang terus meningkat dan pasar yang melemah.

BACA JUGA :  Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Cara Mengaturnya

Selain itu, masuknya produk impor murah membuat industri lokal semakin sulit bersaing. Akibatnya, perusahaan mulai memangkas jumlah pekerja untuk mengurangi beban pengeluaran.

Kondisi tersebut diperparah dengan melemahnya aktivitas manufaktur nasional. Ketika produksi menurun, perusahaan otomatis menahan ekspansi bahkan menghentikan sebagian operasionalnya.

PHK Bisa Memicu Masalah Sosial Baru

PHK bukan hanya persoalan kehilangan pekerjaan. Dampaknya jauh lebih luas terhadap kondisi sosial masyarakat. Ketika ribuan orang kehilangan penghasilan secara bersamaan, daya beli masyarakat ikut turun, angka pengangguran meningkat, dan tekanan ekonomi keluarga semakin berat.

Jika kondisi ini terus terjadi tanpa solusi nyata, Indonesia berisiko menghadapi masalah sosial baru seperti meningkatnya kemiskinan, kriminalitas, hingga ketidakstabilan ekonomi masyarakat kelas menengah.

Karena itu, pemerintah dan perusahaan perlu melihat isu SDM bukan sekadar biaya operasional, melainkan investasi jangka panjang. Program pelatihan ulang, peningkatan keterampilan digital, hingga penciptaan lapangan kerja baru harus menjadi prioritas agar tenaga kerja Indonesia mampu bertahan di tengah perubahan zaman.

BACA JUGA :  Kepala Disnaker Tangsel: Jumlah PHK Tahun 2023 Menurun dari Tahun Sebelumnya

SDM Adaptif Jadi Kunci Bertahan

Gelombang PHK 2026 memberi pelajaran penting bahwa dunia kerja tidak lagi berjalan seperti dulu. Perusahaan membutuhkan SDM yang fleksibel, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sementara pekerja juga dituntut terus meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal oleh perubahan industri.

Di tengah situasi yang tidak pasti, kemampuan belajar dan beradaptasi menjadi senjata utama untuk bertahan. Sebab hari ini, ancaman terbesar dunia kerja bukan hanya krisis ekonomi, tetapi juga ketidakmampuan menghadapi perubahan.

Penulis:

Alviyani

Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang

Tags: PHKSDM Indonesia
Previous Post

Baru Dibuka, Semua Tiket Konser Westlife 2027 di GBK Langsung Sold Out

Next Post

Ruben Onsu Tunda Haji ke Tahun Depan, Fokus Perdalam Ilmu Agama dan Al-Qur’an

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Ruben Onsu Tunda Haji ke Tahun Depan, Fokus Perdalam Ilmu Agama dan Al-Qur’an

Ruben Onsu Tunda Haji ke Tahun Depan, Fokus Perdalam Ilmu Agama dan Al-Qur’an

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com