• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Analisis Sensitivitas Permintaan dan Penawaran pada Industri Kopi Starbucks di Era Digital

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Mei 4, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 3min read
Analisis Sensitivitas Permintaan dan Penawaran pada Industri Kopi Starbucks di Era Digital
266
SHARES
3k
VIEWS

DALAM dunia bisnis modern, perusahaan tidak hanya dituntut untuk menjual produk, tetapi juga memahami perilaku konsumen terhadap perubahan harga, pendapatan, dan kondisi pasar. Salah satu konsep penting yang digunakan adalah analisis sensitivitas atau elastisitas, yaitu ukuran untuk melihat seberapa besar perubahan permintaan atau penawaran akibat perubahan faktor ekonomi.

Industri kopi, khususnya kopi kekinian, merupakan contoh yang relevan karena persaingannya tinggi dan konsumen memiliki banyak pilihan. Salah satu perusahaan yang menarik untuk dikaji adalah Starbucks, yang dikenal sebagai brand kopi premium dengan harga relatif lebih tinggi dibandingkan pesaing lokal.

Dalam teori ekonomi, elastisitas permintaan digunakan untuk mengukur seberapa besar perubahan jumlah barang yang diminta akibat perubahan harga. Jika perubahan permintaan lebih besar dibandingkan perubahan harga, maka permintaan dikatakan elastis, sedangkan jika lebih kecil maka bersifat inelastis. Selain itu, terdapat pula elastisitas silang yang mengukur pengaruh harga barang lain terhadap permintaan suatu barang, serta elastisitas pendapatan yang melihat pengaruh perubahan pendapatan terhadap jumlah permintaan. Di sisi lain, elastisitas penawaran digunakan untuk mengukur kemampuan produsen dalam menyesuaikan jumlah barang yang ditawarkan akibat perubahan harga di pasar.

BACA JUGA :  Praktik Pembukuan Sederhana: Membangun Generasi Cerdas dalam Mengelola Keuangan

Kenaikan Harga pada Starbucks

Dalam praktik bisnisnya, Starbucks beberapa kali melakukan penyesuaian harga. Misalnya, harga minuman yang semula sekitar Rp 45.000 mengalami kenaikan menjadi Rp 50.000 atau lebih.

Kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

  1. Meningkatnya biaya bahan baku 
  2. Biaya operasional 
  3. Inflasi 

Perubahan Permintaan Konsumen

Ketika harga naik dari Rp 45.000 menjadi Rp 50.000, jumlah pembelian harian dapat turun dari sekitar 200 cup menjadi 150 cup.

Jika dilihat secara sederhana, perubahan ini menunjukkan bahwa:

  1. Kenaikan harga diikuti penurunan permintaan yang cukup signifikan 
  2. Respon konsumen terhadap harga cukup besar 

Secara umum, kondisi ini mengarah pada permintaan yang bersifat elastis, di mana konsumen cukup sensitif terhadap perubahan harga.

Peran Voucher Digital (TikTok)

Menariknya, penurunan permintaan tidak selalu berlangsung lama. Dengan berkembangnya teknologi digital, konsumen memiliki alternatif untuk tetap membeli dengan harga lebih murah, salah satunya melalui platform TikTok.

Melalui promo atau voucher:

  1. Harga normal Rp 50.000 dapat turun menjadi Rp 35.000 s/d Rp 40.000 
  2. Konsumen kembali tertarik untuk membeli 
  3. Pembelian bisa meningkat saat promo berlangsung 

Fenomena ini menunjukkan bahwa:

  1. Konsumen sangat responsif terhadap perubahan harga efektif (setelah diskon) 
  2. Strategi promosi dapat mengubah kembali pola permintaan 
BACA JUGA :  Dampak Negatif Media Sosial Terhadap Siswa

Dengan kata lain, elastisitas permintaan tidak hanya dipengaruhi oleh harga nominal, tetapi juga oleh akses terhadap diskon dan teknologi digital.

Selain itu, dalam konteks elastisitas silang, ketika harga Starbucks meningkat, sebagian konsumen cenderung beralih ke produk lain yang lebih murah seperti kopi dari kedai lokal atau minuman instan. Hal ini menunjukkan adanya hubungan substitusi antar produk, di mana kenaikan harga suatu barang akan meningkatkan permintaan terhadap barang pengganti. Dari sisi elastisitas pendapatan, produk Starbucks termasuk dalam kategori barang normal yang cenderung dikonsumsi lebih banyak ketika pendapatan meningkat. Sebaliknya, ketika kondisi ekonomi menurun, konsumen akan mengurangi konsumsi karena produk ini bukan merupakan kebutuhan pokok, melainkan bagian dari gaya hidup.

Di sisi penawaran, Starbucks memiliki kemampuan untuk menyesuaikan jumlah produk yang ditawarkan, namun tetap terbatas oleh kapasitas operasional dan standar kualitas yang harus dijaga. Ketika permintaan meningkat, perusahaan dapat menambah produksi, tenaga kerja, serta distribusi bahan baku, tetapi penyesuaian tersebut tidak dapat dilakukan secara instan. Dapat dikatakan bahwa elastisitas penawaran cenderung moderat, di mana produsen dapat merespon perubahan harga, tetapi dalam batas tertentu.

BACA JUGA :  Fakta Menarik! Semua Harga di Pasar Diatur oleh Permintaan dan Penawaran

Implikasi Bisnis

Dalam kasus ini, terdapat beberapa implikasi penting:

  1. Perusahaan harus berhati-hati dalam menaikkan harga 
  2. Strategi promosi digital sangat efektif untuk menjaga permintaan 
  3. Diferensiasi produk penting agar konsumen tidak mudah beralih 
  4. Pemanfaatan platform digital menjadi kunci dalam persaingan modern

Berdasarkan analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa permintaan terhadap produk Starbucks cenderung bersifat elastis, di mana perubahan harga memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap jumlah pembelian. Namun, dalam era digital, faktor seperti promosi dan voucher melalui platform seperti TikTok mampu mengurangi dampak negatif dari kenaikan harga.

Dengan demikian, elastisitas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi klasik, tetapi juga oleh perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk mengombinasikan strategi harga dengan promosi digital, menjaga kualitas produk, serta memanfaatkan platform digital untuk mempertahankan loyalitas konsumen di tengah persaingan yang semakin ketat.

Penulis:
Desti Alifiani
Siti Muflihatul Jannah
Yayu Ila Haerani

Mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang

Tags: Permintaan dan penawaran
Previous Post

Ruang Publik Baru Hadir di Tangsel, Kini Giliran Alun-alun Pondok Ranji

Next Post

Pemerintah Siapkan Trauma Healing untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Related Posts

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking Kunci Meningkatkan Kepercayaan dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 22, 2026
2.3k
SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?
DUNIA KAMPUS

SDM Bukan NPC! Kenapa Orang-Orang di Balik Layar Justru Jadi Kunci Kesuksesan Perusahaan?

Oktober 22, 2026
2.5k
Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Peran Public Speaking dalam Membangun Kepercayaan Diri

Oktober 22, 2026
2.5k
Tips Sukses Menggunakan Marketplace
DUNIA KAMPUS

Strategi Penetapan Harga Produk pada UMKM di Tengah Kenaikan Biaya Marketplace di Indonesia

Oktober 22, 2026
2.4k
Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Pemerintah Siapkan Trauma Healing untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Pemerintah Siapkan Trauma Healing untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com