BOGOR– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait fenomena awan berwarna-warni yang terlihat di langit Sentul City, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 1 Mei 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Fenomena tersebut sempat menghebohkan warga karena bentuknya menyerupai pelangi yang muncul di antara gumpalan awan.
Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan fenomena optik atmosfer yang wajar terjadi. Ia menjelaskan, warna-warni yang tampak berasal dari pembiasan cahaya matahari oleh butiran air yang berada di udara.
Menurut Ida, butiran air tersebut bisa berasal dari sisa hujan atau hujan yang terjadi di wilayah sekitar. Pada waktu yang bersamaan, keberadaan awan jenis towering cumulus turut memengaruhi bentuk pelangi sehingga tidak terlihat utuh.
“Pada saat yang sama, tampak adanya awan towering cumulus yang dapat menutupi sebagian pelangi. Sehingga bentuknya terlihat tidak utuh atau tampak seperti awan pelangi,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026) dilansir dari RRI.
BMKG menegaskan, fenomena ini bukan merupakan tanda akan terjadinya badai besar atau bencana alam. Justru, kondisi tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan awan aktif di atmosfer yang berpotensi menimbulkan hujan bersifat lokal.
Saat kejadian, kondisi cuaca di kawasan Sentul dan sekitarnya memang menunjukkan perbedaan antarwilayah yang berdekatan. Di satu sisi, langit masih cerah sehingga memungkinkan terbentuknya pelangi, sementara di sisi lain terdapat wilayah dengan kandungan uap air tinggi yang bahkan telah mengalami hujan.
Fenomena ini berlangsung singkat, namun meninggalkan kesan bagi warga yang menyaksikannya. Kemunculan awan berwarna tersebut menjadi momen menarik yang sempat menghentikan aktivitas masyarakat, sekaligus mengingatkan akan keunikan dinamika cuaca di atmosfer.







