• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Perkembangan Bahasa Indonesia di Era Digital Saat Ini

Redaksi Tangselxpress by Redaksi Tangselxpress
Mei 2, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
Perkembangan Bahasa Indonesia di Era Digital Saat Ini
211
SHARES
2.1k
VIEWS

FENOMENA yang paling terlihat dalam evolusi Bahasa Indonesia di zaman digital saat ini adalah meningkatnya kebiasaan alih kode dan campur kode di kalangan anak muda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ini disebabkan oleh dampak kuat dari globalisasi serta intensitas penggunaan media sosial, sehingga bahasa gaul dan bahasa asing menjadi dominan dalam interaksi publik. Sebagian besar generasi muda lebih sering mengintegrasikan Bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari, bahkan dalam situasi yang seharusnya resmi.

Selain itu, pemakaian Bahasa Indonesia yang baku semakin menurun, terutama di platform digital seperti Instagram, TikTok, dan layanan lainnya. Fenomena ini menggambarkan adanya perubahan cara berbahasa yang tidak hanya teknis, tetapi juga mencerminkan perubahan sikap terhadap bahasa nasional. Jika kondisi ini berlanjut tanpa adanya kesadaran, maka fungsi Bahasa Indonesia sebagai identitas dan penghubung bangsa bisa mengalami penurunan secara perlahan.

BACA JUGA :  Mengembangkan Minat dan Bakat dengan Aplikasi di Era Digital

Menurut pendapat saya, fenomena ini memiliki dua sisi yang tidak dapat dipisahkan. Di sisi positif, penggunaan campur kode mengindikasikan bahwa generasi muda mempunyai kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap perkembangan global. Mereka dapat berkomunikasi dengan fleksibel dan mengikuti tren internasional, tentu menjadi nilai yang positif dalam dunia modern. Lebih dari itu, penggunaan bahasa yang lebih santai dan kreatif membuat komunikasi terasa lebih hidup serta relevan dengan zaman.

Namun di sisi negatif, penggunaan bahasa yang tidak mengikuti kaidah dapat mengurangi kualitas berbahasa, terutama dalam konteks formal dan akademis. Juga, rendahnya pemakaian Bahasa Indonesia yang baku mencerminkan berkurangnya rasa bangga terhadap bahasa sendiri. Jika keadaan ini dibiarkan terus-menerus, maka Bahasa Indonesia berisiko kehilangan fungsinya sebagai simbol identitas.

Menanggapi situasi ini, generasi muda perlu memiliki pendekatan yang cermat dalam pemakaian bahasa. Mereka tidak perlu menolak bahasa asing atau istilah gaul, tetapi harus mampu menggunakan keduanya sesuai dengan konteks yang ada. Dalam lingkungan yang santai, penerapan bahasa campuran masih dapat diterima sebagai bentuk pernyataan diri, tetapi dalam konteks resmi seperti pendidikan dan dunia kerja, penggunaan Bahasa Indonesia yang formal harus tetap diutamakan.

BACA JUGA :  Tantangan Manajemen Kompensasi dalam Menyesuaikan Ekspektasi Karyawan Gen Z di Era Digital

Selain itu, generasi muda harus meningkatkan kesadaran akan signifikansi bahasa sebagai identitas sebuah bangsa. Media digital seharusnya tidak hanya difungsikan sebagai sarana penyebaran istilah gaul, tetapi juga dapat digunakan untuk mempromosikan Bahasa Indonesia yang baik dan menarik. Dengan langkah tersebut, bahasa Indonesia dapat terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.

Secara keseluruhan, perkembangan Bahasa Indonesia di zaman digital membawa berbagai tantangan serta kesempatan yang signifikan. Fenomena campur kode dan pengaruh bahasa asing tidak bisa dihindari, namun harus dihadapi dengan bijaksana agar identitas nasional tidak tergerus. Menurut saya, melindungi Bahasa Indonesia bukan berarti menolak kemajuan zaman, melainkan menemukan keseimbangan antara globalisasi dan nasionalisme.

BACA JUGA :  Dorong Jiwa Kreatif dan Sociopreneurship Remaja di Era Digital

Contoh pertama adalah penggunaan bahasa campuran oleh influencer di media sosial yang kerap kali menggunakan bahasa Inggris untuk tampil lebih modern, namun tetap menyertakan Bahasa Indonesia.

Contoh kedua adalah adopsi istilah asing seperti “meeting” dan “deadline” di dunia kerja, sementara sudah ada padanan dalam Bahasa Indonesia. Kedua contoh ini menegaskan bahwa tantangan utama bukan terletak pada keberadaan bahasa asing itu sendiri, melainkan pada kesadaran dalam menerapkan Bahasa Indonesia dengan tepat. Oleh karena itu, generasi muda perlu memiliki sikap kritis dan tanggung jawab dalam menjaga bahasa agar tetap menjadi identitas bangsa.

 

Penulis:

Dwi Miftahurrozaq
Mahasiswa Universitas Pamulang S1 Ilmu Komunikasi

Tags: era digitalPerkembangan Bahasa Indonesia
Previous Post

Prakiraan Cuaca Tangsel 2 Mei 2026: Seluruh Kecamatan Diguyur Hujan Ringan

Next Post

Fenomena Awan Pelangi di Sentul Hebohkan Warga, Ini Penjelasan BMKG

Related Posts

Bukan Tidak Pintar, Cuma Takut Bicara: Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kepercayaan Diri
DUNIA KAMPUS

Public Speaking sebagai Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Prestasi Mahasiswa

Oktober 21, 2026
2.3k
Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?
DUNIA KAMPUS

Banyak Views, Sedikit Respons: Apakah Cara Berbicara Menentukan Keberhasilan Public Speaking di Era Digital?

Oktober 21, 2026
2.4k
Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat
DUNIA KAMPUS

Kekurangan atau Kelebihan Karyawan? Pentingnya Perencanaan SDM yang Tepat

Oktober 21, 2026
2.4k
Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi
DUNIA KAMPUS

Public Speaking: Kunci Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Kemampuan Berkomunikasi

Oktober 21, 2026
2.4k
Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?
DUNIA KAMPUS

Tinggal Scan, Uang Berkurang: Apakah Kemudahan Pembayaran Digital Membuat Kita Lebih Boros?

Oktober 21, 2026
2.4k
Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda
DUNIA KAMPUS

Cicilan Murah, Masa Depan Mahal: Paylater dan Literasi Keuangan Anak Muda

Oktober 21, 2026
2.1k
Next Post
Fenomena Awan Pelangi di Sentul Hebohkan Warga, Ini Penjelasan BMKG

Fenomena Awan Pelangi di Sentul Hebohkan Warga, Ini Penjelasan BMKG

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com