TANGERANG SELATAN – Kopi merupakan salah satu minuman yang digemari oleh banyak orang. Namun, perdebatan terkait kopi masih sering muncul, terutama terkait dampak kesehatannya, seperti pada jantung.
Pada umumnya, kopi memang bisa bermanfaat untuk kesehatan jantung. Hal ini bisa terjadi karena kopi mengandung antioksidan tinggi, yang bisa melawan peradangan dan mengurangi stres oksidatif yang baik untuk kesehatan jantung.
“Kopi itu yang istimewa adalah antioksidannya dan juga komponen-komponen yang kooperatif dan itu melindungi pembuluh darah secara umumnya,” ungkap dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA.
Namun, untuk memperoleh manfaat tersebut, terdapat beberapa syarat yang harus dipatuhi dalam minum kopi. Porsi kopi yang dianjurkan agar baik untuk kesehatan jantung adalah 1-3 cangkir dalam sehari.
Kopi tersebut juga harus tidak diberikan oleh bahan tambahan apa pun. Seperti susu, gula, hingga krimer, yang dapat meningkatkan kalori secara signifikan dan memicu lonjakan gula darah drastis.
“Kopi sehat, asal nggak pakai gula, dua nggak pakai krimer. Banyak penelitian juga di Italia, mereka sampai 4 cangkir espresso sehari masih good. Jadi, kopi tidak pernah elek buat jantung secara umum ya,” katanya.
Meski demikian, ada beberapa kelompok orang yang sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi kopi. Seperti pasien dengan gangguan irama jantung, yang sebaiknya konsultasi dengan dokter dahulu terkait konsumsi kopi sehari-hari.
“Tapi ada beberapa orang yang sensitif pada kopi, yang terutama gangguan irama jantung itu harus diskusi dengan dokter masing-masing,” lanjut dr. Leonardo.
Hal tersebut karena kafein dalam kopi dapat berinteraksi dengan sistem kelistrikan jantung, yang bisa memicu palpitasi (jantung berdebar) dan berpotensi memberpirik kondisi tertentu.







