• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Senin, 27 April, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home DUNIA KAMPUS

Fraud di Era Digital: Seberapa Andal Sistem Informasi Akuntansi dalam Mencegah Kecurangan?

Aenna Rahman by Aenna Rahman
April 26, 2026
in DUNIA KAMPUS
Reading Time: 2min read
Kecurangan Karyawan dan Manajemen Menggerus Integritas Perusahaan
211
SHARES
2.3k
VIEWS

PADA perkembangan zaman, Teknologi kini terus tumbuh dan makin canggih. Sekarang, hampir semua hal sudah berubah, termasuk cara orang mengurus uang. Sistem Informasi Akuntansi atau SIA kini jadi alat utama di banyak tempat kerja untuk mencatat, menghitung, dan membagikan data keuangan dengan cepat dan akurat.

Meski alat ini dapat membantu dan mempercepat pekerjaan, kemungkinan besar masih ada kecurangan, muncul pertanyaan yang cukup krusial: apakah SIA benar-benar mampu mencegah kecurangan (fraud), atau justru membuka peluang baru bagi kejahatan yang lebih canggih?

Sistem informasi akuntansi (SIA) adalah sistem yang terhubung sebagai pencatatan, pengolahan sehingga menghasilakan suatu informasi keuangan, SIA memang dibuat untuk menguatkan pengawasan di dalam kantor perusahaan. Sistem ini punya banyak fitur, seperti pencatatan otomatis, batas akses data, dan jejak langkah tiap transaksi. Semua transaksi bisa terlihat jelas dan lebih susah untuk dirubah diam-diam. Dalam kondisi ideal sistem ini mampu meminimalkan kesalahan manusia sekaligus mendeteksi adanya kejanggalan secara lebih cepat dibandingkan sistem manual. Dengan kata lain, SIA memberikan fondasi yang kuat dalam upaya pencegahan fraud.

BACA JUGA :  Memilih Pemimpin yang Tepat Dalam Pemilu 2024 Menuju Indonesia Emas

Namun, apa yang terjadi di tempat kerja tidak selalu sama dengan kenyataan di dunia ini, curangan tetap terjadi, bahkan dalam sistem yang sudah terdigitalisasi. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan SIA tidak serta-merta menjadi solusi mutlak. Salah satu kelemahan utamanya terletak pada fakta bahwa sistem tetap dikendalikan oleh manusia. Ketika individu yang memiliki akses justru memiliki niat untuk melakukan kecurangan, maka celah dalam sistem dapat dimanfaatkan. Selain itu, perkembangan teknologi juga melahirkan bentuk fraud baru, seperti peretasan, manipulasi data digital, hingga penyalahgunaan hak akses yang sulit terdeteksi jika pengawasan lemah. 

Lebih dari itu, bila terlalu terpaku pada sistem, hal itu bisa jadi masalah baru. Banyak tempat kerja merasa aman, padahal bisa saja terjebak jika hanya andalkan sistem. Pakai alat dan sistem canggih memang baik, tetapi jika lupa diimbangi dengan pengawasan dan evaluasi yang memadai, sistem ini bisa lain dari yang diharap. Jadi, jangan cuma percaya pada sistem, tapi juga harus awasi dan perbaiki terus cara kerja kita semua.

BACA JUGA :  Menghadapi Akuntasi di Era Globalisasi: Kompleksitas, Peluang dan Adapsitas

Dari sudut pandang ini, dapat dikatakan bahwa SIA memang andal, tetapi tidak sempurna. Keandalannya terletak pada kemampuannya dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi, namun efektivitasnya dalam mencegah fraud sangat bergantung pada bagaimana sistem tersebut dikelola. Teknologi tidak dapat berdiri sendiri, ia harus berjalan seiring dengan integritas sumber daya manusia dan sistem pengendalian internal yang kuat.

Oleh karena itu, upaya pencegahan fraud di era digital tidak cukup hanya dengan mengandalkan SIA. Organisasi perlu memperkuat keamanan sistem, menerapkan prinsip pemisahan tugas, serta meningkatkan kesadaran etika di lingkungan kerja. Audit yang dilakukan secara berkala juga menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa sistem berjalan sebagaimana mestinya. Dengan kombinasi antara teknologi, pengawasan, dan integritas manusia, potensi kecurangan dapat ditekan secara lebih efektif.

BACA JUGA :  Menyongsong Keunggulan Ekonomi: Inovasi dan Kolaborasi di FEB Universitas Pamulang

Sebagai akhir, Sistem Informasi Akuntansi tidak bisa menjamin kita bebas dari curang. Sistem ini hanya alat saja, dan hasilnya sangat tergantung pada siapa yang memakainya. Sekarang ini, saat semua serba digital, hal yang sulit bukan cuma membuat sistem yang bagus dan baru, tapi juga bagaimana cara kita memakai alat itu dengan baik dan benar. Jika tidak, alat yang dibuat untuk bantu kita malah bisa jadi jalan baru untuk orang berbuat salah. Maka, penting bagi kita untuk selalu hati-hati dan bertanggung jawab saat memakai teknologi, supaya bisa benar-benar jadi solusi dan tidak menimbulkan masalah baru.

Penulis:

Afikah Rahmah

Mahasiswi Universitas Pamulang Program studi Akuntansi S1

Tags: AkuntasiFraud di Era Digital
Previous Post

Pajak dari Kita untuk Kita: Membangun Kesadaran dalam Sistem Perpajakan Modern

Next Post

Prakiraan Cuaca Tangsel Senin 27 April 2026: Hujan Ringan Guyur Seluruh Wilayah, Suhu Capai 33°C

Related Posts

Pajak dari Kita untuk Kita: Membangun Kesadaran dalam Sistem Perpajakan Modern
DUNIA KAMPUS

Pajak dari Kita untuk Kita: Membangun Kesadaran dalam Sistem Perpajakan Modern

April 26, 2026
2.8k
Dinamika Harga Saham di Indonesia di Tengah Ketidakpastian dan Perubahan Perilaku Investor
DUNIA KAMPUS

Dinamika Harga Saham di Indonesia di Tengah Ketidakpastian dan Perubahan Perilaku Investor

April 26, 2026
150
Ketidakpastian Global Membuat Ekonomi Domestik Babak Belur
DUNIA KAMPUS

Ketidakpastian Global Membuat Ekonomi Domestik Babak Belur

April 26, 2026
156
Dari Angka Menuju Pemahaman: Akuntansi dan Cara Membaca Realita di Balik Setiap Keputusan
DUNIA KAMPUS

Dari Angka Menuju Pemahaman: Akuntansi dan Cara Membaca Realita di Balik Setiap Keputusan

April 24, 2026
2k
Laporan Keuangan Sederhana untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
DUNIA KAMPUS

Lingkungan dan Bisnis Ekonomi: Membangun Keuntungan yang Berkelanjutan

April 23, 2026
2.9k
Wujudkan Pengabdian Melalui Edukasi Hukum Bahaya Hoaks dan Dampaknya bagi UMKM di Kelurahan Bakti Jaya
DUNIA KAMPUS

Wujudkan Pengabdian Melalui Edukasi Hukum Bahaya Hoaks dan Dampaknya bagi UMKM di Kelurahan Bakti Jaya

April 19, 2026
2.9k
Next Post
hujan

Prakiraan Cuaca Tangsel Senin 27 April 2026: Hujan Ringan Guyur Seluruh Wilayah, Suhu Capai 33°C

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • SERBA SERBI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com