JAKARTA – Pengelola Asrama Haji Pondok Gede memastikan seluruh barang bawaan jemaah haji akan melalui pemeriksaan ketat guna menjamin keamanan selama perjalanan ibadah. Proses ini dilakukan secara berlapis, termasuk untuk mendeteksi barang-barang yang berpotensi melanggar aturan penerbangan, seperti rokok dan barang terlarang lainnya.
Kepala UPT Asrama Haji Pondok Gede, Muhammad Ali Zakiyudin, menjelaskan bahwa pemeriksaan sudah dimulai sejak jemaah tiba di asrama hingga menjelang keberangkatan ke bandara. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan sekaligus kenyamanan seluruh jemaah.
“Setiap barang bawaan akan melewati pemeriksaan X-ray saat pertama masuk, lalu diperiksa kembali sebelum keberangkatan. Jadi ada dua tahapan penyaringan,” ujar Ali pada Senin, 20 April 2026 dikutip dari http://beritasatu.com.
Ia menegaskan, seluruh koper dan barang bawaan dipindai menggunakan alat X-ray untuk memastikan tidak ada barang yang melanggar ketentuan. Sistem ini memungkinkan barang terlarang langsung terdeteksi dan disortir sejak awal, sehingga tidak menimbulkan kendala di tahap berikutnya.
“Begitu masuk, semua koper langsung diperiksa. Jika ada yang tidak sesuai aturan, akan langsung tersaring di awal sehingga tidak perlu ada pemeriksaan ulang yang berpotensi menghambat proses,” jelasnya.
Menurut Ali, penerapan sistem pemeriksaan ganda ini bertujuan meminimalkan risiko gangguan selama proses keberangkatan hingga perjalanan menuju Tanah Suci. Ia menekankan bahwa aturan tersebut bukan untuk membatasi, melainkan demi kepentingan bersama.
“Semua ini demi keamanan dan kenyamanan jemaah. Kami ingin memastikan perjalanan ibadah berjalan lancar tanpa kendala dari sisi barang bawaan,” tegasnya.







