TANGERANG – Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4). Kedatangan mereka disambut dengan upacara penuh khidmat dan suasana duka mendalam.
Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Pengorbanan mereka tidak hanya dikenang oleh TNI, tetapi juga mendapat penghargaan internasional melalui Medali Anumerta dari PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon.
Sekitar pukul 18.00 WIB, suasana apron bandara berubah hening saat peti jenazah yang dibalut bendera merah putih diturunkan. Barisan prajurit berdiri tegap memberikan penghormatan terakhir, sementara keluarga yang menunggu tak kuasa menahan haru.
Di ruang VIP Lounge, suasana duka semakin terasa ketika Presiden Prabowo Subianto hadir untuk memberikan penghormatan. Dengan langkah perlahan, ia menghampiri satu per satu peti jenazah.
Dalam keheningan, Presiden memberikan hormat terakhir dengan gestur sederhana yang sarat makna dan penghargaan atas pengabdian para prajurit.
Ia kemudian menemui keluarga yang ditinggalkan, menyalami mereka dengan penuh empati.
“Pengorbanan mereka adalah kehormatan bagi bangsa dan dunia,” menjadi pesan yang tercermin dari sikap Presiden saat mendampingi keluarga dalam suasana haru tersebut.
Salah satu momen paling menyentuh terjadi ketika Presiden Prabowo terlihat mengusap kepala anak dari salah satu prajurit yang gugur. Tanpa banyak kata, kehadirannya menjadi simbol bahwa negara hadir di tengah duka yang mendalam.
Tak ada pidato panjang dalam prosesi itu. Hanya keheningan, penghormatan, dan rasa kehilangan yang dirasakan bersama.
Usai prosesi, ketiga jenazah diberangkatkan ke daerah asal masing-masing, Yogyakarta, Magelang, dan Bandung, untuk disemayamkan sebelum dimakamkan secara militer.







