TANGERANG SELATAN – Selebgram Lucinta Luna mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke identitas awal sebagai laki-laki. Hal ini menjadi sorotan setelah dirinya tampil mengenakan pakaian pria saat menjalankan salat Id di Korea Selatan.
Dalam perbincangannya bersama Ivan Gunawan, Lucinta mengaku sudah lama meninggalkan praktik ibadah tersebut.
“Jujur ya, aku sudah 10 tahun enggak pernah salat seperti salat hari raya, Iduladha, Idulfitri aku belum pernah,” ujarnya, dikutip dari YouTube C8 Podcast, Minggu, 5 April 2026.
Ia juga menyadari bahwa selama ini sering tampil tidak sesuai dengan identitas aslinya, termasuk saat berziarah. Keputusan untuk berubah pun tidak mudah, apalagi di tengah tekanan publik.
“Aku selalu berpikir bagaimana hidup aku enggak dihujat, tetapi hidup aku tenang, tenteram, dan damai. Makanya aku berani, tapi beraninya di luar negeri,” jelasnya.
Lucinta menegaskan bahwa niat untuk kembali ke kodrat sebagai laki-laki sudah bulat, meskipun prosesnya penuh tantangan.
“Semua orang mendukung dan semua orang pengin membuat gue untuk kembali kepada kodratnya dan memang tidak semudah itu,” katanya.
Ia juga mengakui perjalanan panjang yang telah dilalui, termasuk penggunaan hormon selama bertahun-tahun dan berbagai prosedur operasi. “Saya sudah 15 tahun suntik hormon, jadi saya sangat sensitif seperti orang sedang menstruasi,” ungkapnya.
Menurutnya, untuk benar-benar kembali menjadi sosok Muhammad Fatah secara utuh bukan hal yang mudah.
“Bahkan, apabila untuk menjadi wujud seorang Muhammad Fatah seutuhnya impossible. Gue mengubah ini total lebih dari 30 kali operasi,” tuturnya. Ia juga menambahkan, “Gue baru sadar bahwa kesempurnaan milik Allah tetapi kekurangan milik kita.”
Selain soal identitas, Lucinta juga mulai memaknai pentingnya memaafkan dan menjalani hidup dengan lebih baik. “Yang penting kita berbuat baik saja dahulu sama siapa saja, meski kita disakitin tetapi lebih baik dimaafkan,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusannya, Lucinta bahkan telah menyampaikan pesan terkait akhir hayatnya. Ia ingin dimakamkan dengan nama aslinya.
“Aku tetap ingin kembali ke kodrat sebagai laki-laki saat dimakamkan. Tulisan di batu nisan gue adalah nama asli dari orang tua yaitu Muhammad Fatah bin Muntaha,” pungkasnya.







