JAKARTA – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional kereta cepat Whoosh rute Jakarta–Bandung tetap aman meski sempat terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa sebuah kereta sempat dihentikan sementara setelah terdeteksi benda asing di jalur rel.
“Kereta Whoosh sempat dihentikan di wilayah Kopo untuk memastikan keselamatan perjalanan akibat adanya benda asing berupa seng yang masuk ke jalur karena cuaca ekstrem,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (5/4).
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (3/4) sekitar pukul 16.45 WIB, saat KA G1046 relasi Tegalluar Summarecon–Halim melintas di KM 126+383. Sistem sensor yang terpasang sebelumnya telah mendeteksi keberadaan benda tersebut sehingga dapat segera diantisipasi.
Penanganan berlangsung cepat, hanya dalam hitungan menit. “Penanganan selesai pada pukul 16.48 WIB dan pada pukul 16.49 WIB kereta kembali melanjutkan perjalanan,” kata Eva.
Ia menegaskan, kejadian ini tidak berdampak signifikan terhadap jadwal perjalanan. “Operasional Whoosh tetap aman dan berjalan normal tanpa keterlambatan signifikan,” tegasnya.
Diketahui, wilayah Bandung dan sekitarnya saat itu tengah dilanda cuaca ekstrem berupa hujan deras, angin kencang, dan petir yang menyebabkan sejumlah pohon tumbang serta kerusakan fasilitas umum.
Kondisi tersebut memungkinkan benda ringan seperti seng terbawa angin hingga masuk ke jalur rel. Meski demikian, KCIC memastikan tidak ada kerusakan pada prasarana perkeretaapian.
“Seluruh jalur Whoosh tetap aman dan dipantau melalui berbagai sistem keselamatan berlapis,” jelas Eva.
Ia menambahkan, sistem pengamanan tersebut mencakup sensor deteksi benda asing, sensor cuaca seperti hujan dan angin kencang, hingga sistem deteksi gempa yang terintegrasi dengan pusat kendali operasi (OCC).
Setelah kejadian, pemeriksaan menyeluruh juga telah dilakukan dan seluruh infrastruktur dipastikan dalam kondisi andal. Hingga saat ini, operasional kereta cepat Whoosh tetap berjalan normal.
Sementara itu, volume penumpang masih terpantau padat pascalibur panjang akhir pekan, terutama dari arah Bandung menuju Jakarta. Sebagian besar penumpang diberangkatkan dari Stasiun Padalarang.







