TANGERANG SELATAN – Lebaran menjadi waktu yang dinanti untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati kebersamaan. Namun, tidak jarang momen ini justru memicu tekanan mental, terutama ketika harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan pribadi seperti rencana pernikahan atau kondisi pekerjaan.
Situasi tersebut dapat meningkatkan risiko kelelahan emosional. Karena itu, penting untuk melakukan langkah pencegahan agar kondisi mental tetap stabil sehingga momen Lebaran tetap bisa dinikmati dengan nyaman.
Psikolog sekaligus dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Nur Islamiah, MPsi, PhD, menjelaskan bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengelola tekanan saat berkumpul bersama keluarga.
Salah satu langkah yang disarankan adalah mengatur ekspektasi diri serta menetapkan batasan psikologis. Penting untuk menyadari bahwa seseorang tidak memiliki kewajiban untuk selalu memenuhi harapan semua orang.
Menurutnya, sering kali seseorang merasa harus terus tersenyum, melayani, dan menjaga suasana agar tetap menyenangkan, padahal hal tersebut tidak selalu harus dilakukan.
Selain itu, seseorang juga bisa membatasi diri dengan memilih topik percakapan yang diinginkan atau mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri. Menetapkan batas dalam bersosialisasi bukan berarti tidak menghargai orang lain, melainkan bentuk menjaga kesehatan mental.
Memberi ruang bagi diri sendiri justru membantu menjaga keseimbangan emosi, sehingga tidak mudah merasa lelah, tersinggung, atau bahkan kehilangan energi meski berada di tengah keramaian.
Di sisi lain, tetap disarankan untuk merespons pertanyaan pribadi dengan cara yang sopan. Jawaban sederhana seperti “mohon doanya” atau “masih dalam proses” dapat menjadi pilihan aman tanpa perlu menjelaskan secara rinci, sekaligus tetap menjaga kenyamanan dalam percakapan.







