JAKARTA — Universitas Indonesia (UI) menggelar kegiatan buka puasa bersama antara pimpinan universitas dan jajaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-UI di Kantor Satelit UI, Rawamangun, Jakarta, Jumat (14/3/2026). Momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka untuk menyerap aspirasi mahasiswa sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan di lingkungan kampus pada bulan suci Ramadhan.
Dalam diskusi tersebut, para ketua BEM dari berbagai fakultas berdialog langsung dengan Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU. Pembahasan mencakup berbagai isu strategis kemahasiswaan hingga pengembangan organisasi di lingkungan UI.
Rektor UI menegaskan bahwa mahasiswa merupakan mitra penting dalam membangun ekosistem kampus yang dinamis. Menurutnya, pimpinan universitas harus senantiasa membuka pintu komunikasi bagi organisasi mahasiswa.
“Tidak ada istilah kalian tidak bisa bertemu saya. Sebagai rektor yang merupakan orang tua kalian di kampus, saya memastikan diri dapat ditemui oleh para mahasiswa,” ujar Prof. Heri di hadapan para aktivis kampus tersebut.
Dalam kesempatan itu, Prof. Heri menyampaikan sejumlah gagasan progresif untuk mendukung pengembangan mahasiswa aktivis. Salah satu rencana yang diusulkan adalah program benchmarking internasional bagi pimpinan BEM se-UI. Program ini bertujuan agar mahasiswa dapat mempelajari praktik terbaik tata kelola organisasi di universitas-universitas terkemuka dunia.
Selain itu, UI tengah mempertimbangkan skema beasiswa khusus bagi aktivis BEM berprestasi. Pihak universitas juga membuka peluang penyesuaian kurikulum agar mahasiswa yang aktif berorganisasi dapat tetap menyeimbangkan kegiatan non-akademik dengan penyelesaian studi tepat waktu.
Terkait isu Uang Kuliah Tunggal (UKT), Rektor UI menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang terhenti studinya karena kendala finansial. UI terus mengembangkan solusi mulai dari perluasan cakupan beasiswa, kerja sama pendanaan melalui program CSR, hingga skema cicilan pembayaran.
Apresiasi Mahasiswa Ketua BEM UI 2026, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyambut baik keterbukaan dialog yang dibangun pimpinan universitas. Ia menilai forum semacam ini sangat krusial untuk memperkuat transparansi dan komunikasi dua arah. “Forum ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan pimpinan. Harapannya, pola komunikasi seperti ini terus terjaga,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, yang menekankan bahwa aktivisme adalah bagian dari proses belajar kepemimpinan dan pengabdian.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa dan Alumni Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., serta para direktur di lingkungan UI. Kehadiran seluruh pimpinan ini mempertegas komitmen universitas untuk menjadikan aspirasi mahasiswa sebagai bagian integral dari kebijakan pengembangan kampus ke depan.(*)







