JAKARTA – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengimbau masyarakat agar tidak merasa khawatir terhadap penetapan status siaga satu yang sebelumnya diumumkan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Menurutnya, status siaga satu tersebut justru merupakan langkah antisipatif untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman di tengah dinamika konflik yang terjadi.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Justru sebetulnya yang dibutuhkan masyarakat itu adalah aman dan nyaman,” ujar Sjafrie dikutip Kamis, 12 Maret.
Sjafrie menjelaskan bahwa sejak awal TNI memiliki tanggung jawab utama dalam memperkuat pertahanan negara, baik menghadapi potensi konflik global maupun dinamika keamanan di dalam negeri.
Ia menambahkan, peningkatan status kesiagaan tersebut merupakan bagian dari upaya menyesuaikan strategi pertahanan dengan kondisi yang berkembang.
Karena itu, keputusan menetapkan status siaga satu dilakukan melalui berbagai pertimbangan strategis, terutama dari sisi geostrategi.
“Jadi kesiapan (siaga satu) yang dilakukan dari kita itu tidak ada pengaruhnya secara geopolitik. Tidak ada pengaruhnya terhadap geoekonomi,” jelasnya.
Dengan diberlakukannya status siaga satu, Sjafrie optimistis pemerintah dapat semakin optimal dalam menjaga stabilitas pertahanan negara sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Jadi kesiagaan ini adalah untuk meyakinkan rakyat republik dalam keadaan aman dan tentunya harus nyaman dari segi sandang, pangan, dan papan,” ujarnya.







