• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Kamis, 22 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Benarkah Air yang Direbus Berulang Kali Berbahaya bagi Kesehatan?

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Juli 22, 2025
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Benarkah Air yang Direbus Berulang Kali Berbahaya bagi Kesehatan?
350
SHARES
3.8k
VIEWS

TANGSEL – Baru-baru ini banyak pembahasan di media sosial yang menyebut jika merebus air yang sama selama berulang kali di dalam ketel bisa membahayakan kesehatan. Bahkan, katanya air yang direbus terus-menerus dapat memekatkan mineral, logam, dan bahan kimia berbahaya. Benarkah demikian?

Seorang ahli teknik sipil, Faisal Hai, yang juga merupakan profesor dan kepala sekolah teknik sipil di University of Wollongong, angkat bicara terkait tema ini. Kepada The Conversation, ia menjelaskan teori tersebut tidak beralasan.

“Untuk memekatkan zat dalam air, Anda perlu menguapkan sebagian cairan sementara bahan kimia tetap tertinggal,” kata Profesor Hai, dikutip dari laman Cambridge News.

“Air menguap pada suhu berapa pun, tetapi sebagian besar penguapan terjadi pada titik didih, ketika air berubah menjadi uap. Selama mendidih, beberapa senyawa organik yang mudah menguap mungkin keluar ke udara, tetapi jumlah senyawa anorganik (seperti logam dan garam) tetap tidak berubah,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Safari Subuh di Ciputat, Diskominfo Tangsel Perkuat Program Masjid Digital dengan Internet Gratis dan Beragam Aplikasi

Jadi, walaupun konsentrasi senyawa anorganik akan sedikit meningkat saat air menguap, bukti menunjukkan bahwa hal itu tidak terjadi sampai pada level berbahaya.

“Katakanlah Anda mendidihkan satu liter air di pagi hari, dan air Anda memiliki kandungan fluorida 1mg per liter, kemudian, Anda membuat secangkir teh dengan 200 ml air yang sudah dididihkan. Sore harinya, Anda mendidihkan ulang sisa air untuk membuat secangkir teh lagi,” ujar Profesor Hai memberi contoh.

Pada kedua kesempatan tersebut, jika pemanasan dihentikan segera setelah mendidih, hilangnya air akibat penguapan akan sedikit, dan kandungan fluorida di setiap cangkir akan sama.

Bahkan jika Anda membiarkan air mendidih lebih lama saat menuangkan ke cangkir teh kedua, sampai 100 ml air menguap, jumlah fluorida yang dikonsumsi dengan cangkir kedua (0,23mg) tidak akan lebih tinggi daripada fluorida yang dikonsumsi dengan cangkir teh pertama (0,20mg).

BACA JUGA :  Cegah Kecelakaan Jalan Raya China Gunakan Robot

Hal yang sama berlaku untuk mineral atau bahan organik lain yang mungkin terkandung dalam air. Lebih lanjut Profesor Hai menjelaskan bahwa Anda harus mengurangi 20 liter air hingga tersisa hanya 200 ml untuk mencapai kepekatan.

“Secara praktis itu tidak mungkin terjadi, sebagian besar ketel listrik dirancang untuk mendidih sebentar sebelum mati secara otomatis,” katanya.

“Selama air yang Anda gunakan sesuai dengan pedoman air minum, Anda tidak bisa benar-benar memekatkannya ke tingkat yang berbahaya di dalam ketel,” tambahnya.

Namun hilangnya oksigen terlarut dari air selama mendidih dapat memengaruhi rasa bagi sebagian orang, meski ada banyak faktor lain yang berkontribusi pada rasa air.

BACA JUGA :  Ini Motif Pembunuhan Perempuan Bertato Warga Ciputat Timur

“Intinya adalah, selama air di ketel Anda awalnya sesuai dengan pedoman air minum yang aman, air itu akan tetap aman dan layak minum bahkan setelah direbus berulang kali.” lanjutnya.

Tags: Air direbusAir minum
Previous Post

Sepekan Operasi Patuh 2025, Polri Catat Angka Kecelakaan Turun

Next Post

Mengerikan, Seorang Nenek Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai

Related Posts

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital
NASIONAL

Hari Santri 2026, Kemenag Luncurkan 5 Program Prioritas: Ada Satgas Anti-Kekerasan hingga Dakwah Digital

Oktober 22, 2026
2.5k
Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo
TANGERANG SELATAN

Pemkot Tangsel Latih Ibu-Ibu Manfaatkan AI, Gandeng Pakar Teknologi Onno W. Purbo

Oktober 22, 2026
2.4k
Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan
ADVERTORIAL

Tumbuh dari Usaha Sederhana, BRILink Agen Nilam Sari Kini Kelola 15 Gerai di Medan

Oktober 22, 2026
2.4k
Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor
NASIONAL

Konten Karhutla Hilang di Meta dan TikTok? Warga Silakan Lapor

Oktober 22, 2026
2.4k
hujan ringan
TANGERANG SELATAN

Cuaca Tangsel Kamis 22 Oktober: 6 Kecamatan Hujan Ringan, Setu Perlu Waspada

Oktober 22, 2026
2.4k
Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri
ADVERTORIAL

Songsong 131 Tahun, BRI Usung Semangat Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri

Oktober 21, 2026
2.7k
Next Post
Mengerikan, Seorang Nenek Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai

Mengerikan, Seorang Nenek Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com