• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Rabu, 21 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Benarkah Air yang Direbus Berulang Kali Berbahaya bagi Kesehatan?

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Juli 22, 2025
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Benarkah Air yang Direbus Berulang Kali Berbahaya bagi Kesehatan?
350
SHARES
3.8k
VIEWS

TANGSEL – Baru-baru ini banyak pembahasan di media sosial yang menyebut jika merebus air yang sama selama berulang kali di dalam ketel bisa membahayakan kesehatan. Bahkan, katanya air yang direbus terus-menerus dapat memekatkan mineral, logam, dan bahan kimia berbahaya. Benarkah demikian?

Seorang ahli teknik sipil, Faisal Hai, yang juga merupakan profesor dan kepala sekolah teknik sipil di University of Wollongong, angkat bicara terkait tema ini. Kepada The Conversation, ia menjelaskan teori tersebut tidak beralasan.

“Untuk memekatkan zat dalam air, Anda perlu menguapkan sebagian cairan sementara bahan kimia tetap tertinggal,” kata Profesor Hai, dikutip dari laman Cambridge News.

“Air menguap pada suhu berapa pun, tetapi sebagian besar penguapan terjadi pada titik didih, ketika air berubah menjadi uap. Selama mendidih, beberapa senyawa organik yang mudah menguap mungkin keluar ke udara, tetapi jumlah senyawa anorganik (seperti logam dan garam) tetap tidak berubah,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Tetap Sehat di Musim Hujan, Ikuti Tips Berikut Ini!

Jadi, walaupun konsentrasi senyawa anorganik akan sedikit meningkat saat air menguap, bukti menunjukkan bahwa hal itu tidak terjadi sampai pada level berbahaya.

“Katakanlah Anda mendidihkan satu liter air di pagi hari, dan air Anda memiliki kandungan fluorida 1mg per liter, kemudian, Anda membuat secangkir teh dengan 200 ml air yang sudah dididihkan. Sore harinya, Anda mendidihkan ulang sisa air untuk membuat secangkir teh lagi,” ujar Profesor Hai memberi contoh.

Pada kedua kesempatan tersebut, jika pemanasan dihentikan segera setelah mendidih, hilangnya air akibat penguapan akan sedikit, dan kandungan fluorida di setiap cangkir akan sama.

Bahkan jika Anda membiarkan air mendidih lebih lama saat menuangkan ke cangkir teh kedua, sampai 100 ml air menguap, jumlah fluorida yang dikonsumsi dengan cangkir kedua (0,23mg) tidak akan lebih tinggi daripada fluorida yang dikonsumsi dengan cangkir teh pertama (0,20mg).

BACA JUGA :  Kaitan antara Disfungsi Ereksi dan Kesehatan Mental

Hal yang sama berlaku untuk mineral atau bahan organik lain yang mungkin terkandung dalam air. Lebih lanjut Profesor Hai menjelaskan bahwa Anda harus mengurangi 20 liter air hingga tersisa hanya 200 ml untuk mencapai kepekatan.

“Secara praktis itu tidak mungkin terjadi, sebagian besar ketel listrik dirancang untuk mendidih sebentar sebelum mati secara otomatis,” katanya.

“Selama air yang Anda gunakan sesuai dengan pedoman air minum, Anda tidak bisa benar-benar memekatkannya ke tingkat yang berbahaya di dalam ketel,” tambahnya.

Namun hilangnya oksigen terlarut dari air selama mendidih dapat memengaruhi rasa bagi sebagian orang, meski ada banyak faktor lain yang berkontribusi pada rasa air.

BACA JUGA :  Jasa Marga Gelar Salat Idul Fitri 22 April 2023 di 23 Rest Area, Berikut Ini Daftarnya

“Intinya adalah, selama air di ketel Anda awalnya sesuai dengan pedoman air minum yang aman, air itu akan tetap aman dan layak minum bahkan setelah direbus berulang kali.” lanjutnya.

Tags: Air direbusAir minum
Previous Post

Sepekan Operasi Patuh 2025, Polri Catat Angka Kecelakaan Turun

Next Post

Mengerikan, Seorang Nenek Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai

Related Posts

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan
ADVERTORIAL

KUR BRI Buka Jalan Rezeki Lintas Generasi melalui Sepiring Ketoprak di Bengkulu Selatan

Oktober 21, 2026
2.4k
BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM
ADVERTORIAL

BRI dan Pemerintah Gerakkan Investasi Global dan Berdayakan Ekonomi Lokal dari Level Korporasi hingga UMKM

Oktober 21, 2026
2.4k
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka
FILM & MUSIK

Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tayang 19 November 2026, Vino G. Bastian Kembali Jadi Buya Hamka

Oktober 21, 2026
2.4k
Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara
DAERAH

Usai Video Hadang Mahasiswa Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Akhirnya Buka Suara

Oktober 21, 2026
2.4k
Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut
ADVERTORIAL

Berkat KUR BRI, Comring Sawargi Naik Kelas dan Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Garut

Oktober 21, 2026
2.5k
BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
NASIONAL

BMKG Gunakan Dry Ice untuk Urai Kabut Asap Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Oktober 21, 2026
2.4k
Next Post
Mengerikan, Seorang Nenek Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai

Mengerikan, Seorang Nenek Diterkam Buaya saat Mandi di Sungai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com