• ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber
tangselxpress.com
Jumat, 23 Oktober, 2026
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING
No Result
View All Result
tangselxpress.com
No Result
View All Result
Home SELEB & GAYA HIDUP KESEHATAN

Kenali Penyebab dan Gejala Hipersomnia, Salah Satunya Bikin Halusinasi

Irina Jusuf by Irina Jusuf
Juli 15, 2025
in KESEHATAN, NEWS
Reading Time: 2min read
Kenali Penyebab dan Gejala Hipersomnia, Salah Satunya Bikin Halusinasi
350
SHARES
3.7k
VIEWS

TANGSEL – Selain asupan makanan bergizi dan bernutrisi, tidur tak kalah penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Namun, ada kondisi di mana rasa kantuk terasa berlebihan dan mengganggu aktivitas harian. Kondisi ini dikenal dengan nama hipersomnia, yakni gangguan tidur yang membuat seseorang merasa mengantuk seharian meski sudah cukup tidur.

Hipersomnia bukan sekadar lelah atau kurang tidur biasa, ini adalah kondisi medis yang bisa mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, hingga kualitas hidup secara keseluruhan. Jika tidak ditangani secara tepat, hipersomnia bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius.

Dilansir dari laman Healthline, hipersomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan rasa kantuk berlebihan di siang hari atau kebutuhan tidur yang jauh lebih lama dari biasanya. Penderita bisa tidur lebih dari 11 jam dalam sehari namun tetap merasa tidak segar dan tetap mengantuk sepanjang waktu.

BACA JUGA :  Puan: RUU KIA Cuti Melahirkan 6 Bulan Disahkan Jadi Inisiatif DPR 30 Juni

Kondisi ini berbeda dengan insomnia (sulit tidur). Pada hipersomnia, seseorang justru mudah tertidur, bahkan saat sedang beraktivitas, bekerja, atau berkendara, yang tentu sangat membahayakan.

Beberapa gejala utama hipersomnia antara lain:

– Merasa mengantuk sepanjang hari, meski sudah tidur cukup di malam hari.

– Sering tiba-tiba tertidur atau tidak bisa menahan rasa kantuk saat beraktivitas.

– Tidur siang berkepanjangan namun tidak merasa segar setelah bangun.

– Sulit bangun dari tidur yang panjang.

– Lambat dalam berpikir, berbicara, atau bereaksi.

– Sering lupa atau sulit berkonsentrasi

– Mudah tersinggung, cemas, dan kehilangan energi.

– Dalam beberapa kasus, bisa mengalami halusinasi ringan.

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini selama lebih dari tiga bulan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

BACA JUGA :  Sering Scrolling Ponsel Sebelum Tidur? Ini 4 Dampaknya pada Otak

Penyebab Hipersomnia

Hipersomnia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik kondisi primer maupun sekunder:

– Gangguan tidur lain, seperti sleep apnea (henti napas saat tidur).

– Gangguan neurologis, seperti epilepsi, multiple sclerosis, atau cedera otak.

– Gangguan mental, seperti depresi dan kecemasan.

– Pengaruh obat-obatan yang menyebabkan kantuk.

– Penyalahgunaan alkohol atau narkoba.

– Masalah hormon, seperti hipotiroidisme (fungsi tiroid rendah).

Dalam beberapa kasus, penyebab hipersomnia tidak diketahui secara pasti dan disebut hipersomnia idiopatik.

Hipersomnia dapat dialami siapa saja, namun lebih sering muncul pada:

– Remaja hingga dewasa muda (usia 15–25 tahun).

– Wanita (gejala bisa memburuk menjelang menstruasi).

– Perokok dan peminum alkohol.

BACA JUGA :  Di Piala Asia 2023, Shayne Pattynama Ungkap Target Tim

– Penderita penyakit kronis seperti gangguan ginjal, jantung, atau saraf.

Jika rasa kantuk mulai mengganggu produktivitas, membuat Anda tertidur saat bekerja, belajar, atau berkendara, jangan abaikan. Pemeriksaan seperti tes tidur (polisomnografi) atau uji kantuk di siang hari (Multiple Sleep Latency Test) bisa membantu dokter mendiagnosis penyebabnya.

Tags: gangguan tidurHipersomniaMengantuk
Previous Post

Usut Kematian Diplomat Kemlu, Polisi Pakai Metode Scientific Investigation

Next Post

Pagi Ini, Udara Jakarta Naik Peringkat jadi Tiga Besar Terburuk di Dunia

Related Posts

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
TANGERANG SELATAN

Hari Santri 2026, Pilar Saga Dorong Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas

Oktober 22, 2026
2.4k
Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas
HUKUM

Beredar Surat Transaksi Eka Hospital Tahun 2022, Patut Diduga Berkaitan dengan Upaya Menggeser Pemegang Saham Minoritas

Oktober 22, 2026
2.4k
Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun
ADVERTORIAL

Optimistis pada Prospek Pertumbuhan Jangka Panjang, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Oktober 22, 2026
2.4k
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital
TANGERANG SELATAN

Bali Tech Week 2026 Hadirkan 900 Pertemuan Bisnis, Tangsel Soroti Kolaborasi Digital

Oktober 22, 2026
2.4k
Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli
ADVERTORIAL

Lindungi Pantai Utara Jawa dari Abrasi, BRI Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove dan Manfaatkan Sampah Jadi Pemecah Ombak Melalui Program BRI Peduli

Oktober 22, 2026
2.4k
Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW
TANGERANG SELATAN

Tangsel Diwaspadai Jadi Kota Transit TPPO, Pemkot Perkuat Pengawasan RT/RW

Oktober 22, 2026
2.4k
Next Post
Pagi Ini, Udara Jakarta Naik Peringkat jadi Tiga Besar Terburuk di Dunia

Pagi Ini, Udara Jakarta Naik Peringkat jadi Tiga Besar Terburuk di Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • ABOUT US
  • Redaksi
  • Indeks Berita
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan
  • Pedoman Media Siber

© 2022 TangselXpress.com

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DAERAH
    • MEGAPOLITAN
  • REGIONAL
    • BANTEN
    • TANGERANG SELATAN
    • TANGERANG RAYA
  • POLITIK
    • PILKADA 2024
  • PENDIDIKAN
  • EXPLORE TANGSEL
    • KULINER
    • WISATA
    • KOMUNITAS
  • EKONOMI
    • UMKM
    • EKONOMI BISNIS
  • GAYA HIDUP
    • BEAUTY
    • SELEBRITI
    • FILM & MUSIK
    • KESEHATAN
    • PARENTING
    • MOTIVASI & INSPIRASI
  • OLAHRAGA
  • HUKUM
    • XPRESSLAW
  • DUNIA KAMPUS
  • VIDEO
  • EPAPER
  • OPINI
  • RAMADAN
  • KERANJANG KUNING

© 2022 TangselXpress.com