TANGSELXPRESS – Konflik Harimau Sumatera denga manusia kembali terjadi dan memakan korban tewas. Seorang pria berusia 28 tahun di Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, ditemukan tewas mengenaskan setelah dimangsa Harimau Sumatera.
Yang memprihatinkan, kondisi korban bernama Zainudin ditemukan dengan kondisi jasad tidak utuh. Dia ditemukan di kebunnya yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Dusun Way Lipu.
Kakak korban bernama Romidin (35) mengatakan, pertama kali menemukan potongan tubuh adiknya di sekitar gubuk di kebun.
Dikutip dari Beritasatu.com, Zainudin diketahui mengelola kebun kopi di Desa Kegeringan, Kecamatan Batu Brak. Dia berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke kebun pada Minggu (19/1). Namun, sejak saat itu, korban tidak kunjung kembali hingga akhirnya dilaporkan hilang.
Kakak korban yang mencarinya menemukan sejumlah barang milik korban, seperti tangki semprot, cangkul, tas, golok, dan handphone di sekitar lokasi. Tidak jauh dari sana, ditemukan pula tulang tangan korban beserta jejak kaki harimau.
Setelah potongan tubuh dikumpulkan, tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban yang tidak utuh pada Rabu (22/1). Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Batu Brak untuk proses identifikasi, sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Purworejo, Jawa Tengah.
Menyusul ditemukannya warga Lampung yang dimangsa Harimau Sumatera, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Barat Padang Priyo Utomo mengimbau warga Kecamatan Batu Brak untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas berkebun sendirian, terutama pada sore menjelang malam hari.
“Di lokasi kebun korban ditemukan jejak kaki harimau dan barang-barang milik korban. Kami meminta warga berhati-hati dan sebaiknya menghindari area kebun untuk sementara waktu,” ujar Padang.







