TANGSELXPRESS – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia berhak menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis, meski bukan peserta BPJS Kesehatan.
Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi semua lapisan masyarakat.
“Pemeriksaan kesehatan gratis ini adalah program pemerintah untuk seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Menkes Budi dikutip dari situs resmi Kemenkes pada Kamis (23/1/2025).
Meski layanan pemeriksaan kesehatan gratis tidak mengharuskan kepesertaan BPJS Kesehatan, pemerintah tetap menganjurkan masyarakat untuk mendaftar sebagai peserta BPJS.
Keanggotaan BPJS menjadi penting jika hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan perlunya tindakan medis lanjutan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, dr. Maria Endang Sumiwi, menambahkan bahwa BPJS Kesehatan yang aktif akan memudahkan proses rujukan dan penanganan lebih lanjut jika ada gangguan kesehatan yang terdeteksi.
Program pemeriksaan kesehatan gratis ini hanya mencakup layanan skrining awal. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya masalah medis seperti gangguan fungsi ginjal atau penyakit kronis lainnya, pasien akan dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut.
Dalam situasi ini, kepesertaan BPJS Kesehatan yang aktif sangat membantu mengurangi beban biaya perawatan.
Untuk memudahkan masyarakat dalam memeriksa status keanggotaan BPJS, pemerintah juga menyediakan fitur pengingat melalui aplikasi Satu Sehat Mobile.
Pengingat ini akan dikirimkan 30 hari sebelum ulang tahun pengguna, memberikan waktu yang cukup untuk memastikan keaktifan BPJS Kesehatan.
“Jika BPJS Kesehatan belum aktif, masyarakat dapat segera mengaktifkannya. Mengingat proses aktivasi BPJS membutuhkan waktu hingga 14 hari, pemberitahuan 30 hari sebelumnya sangat membantu,” tambah Menkes Budi.
Pemerintah berharap langkah ini akan memastikan bahwa masyarakat yang memerlukan layanan kesehatan lanjutan dapat diterima tanpa kendala administratif atau finansial.
Selain itu, Menkes Budi mengimbau agar sosialisasi program ini lebih luas agar semua masyarakat dapat memanfaatkannya.







