DALAM sebuah perusahaan yang berkembang pesat pasti terdapat sebuah sistem manajemen yang baik yang menjadi pondasi yang kokoh bagi perusahaan untuk menjalankan tujuannya. Namun jika sebuah perusahaan tidak memiliki sistem pengendalian manajemen yang baik ataupun tidak ada sama sekali, maka perusahaan akan rentan untuk mengalami kemunduran.
Sistem pengendalian manajemen sanganatlah penting dalam sebuah perusahaan untuk dapat mencapai tujuan perusahaan. Setiap perusahaan pasti memeiliki sistem pengendalian yang berbeda namun jika sistem pengendalian dapat dijalankan dengan baik maka akan baik pula bagi perusahaan untuk dapat lebih cepat mencapai tujuannya. Seperti halnya sistem pengendalian manajemen yang di terapkan di perusahaan PT HM Sampoerna Tbk
Sebelum memebahas lebih lanjut mengenai pengendalian manajemen di PT HM Sampoerna Tbk apakah kalian tau pengertian sistem penegendaian manajemen itu sendiri? apakah terdapat Faktor yang Mempengaruhi Sistem Pengendalian Manajemen ? lalu bagaimana Proses Sistem Pengendalian yang dilakukan Manajemen PT HM Sampoerna Tbk? Mari kita bahas lebih lanjut.
Sistem pengendalian manajemen adalah prosedur formal berbasis informasi yang digunakan manajer untuk memelihara atau mengubah pola operasi organisasi. Sistem pengendalian manajemen dalam perusahaan bisa berupa kebijakan atau peraturan yang perlu ditaati oleh seluruh karyawan sebagai tuntunan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Peraturan yang dibuat merupakan suatu tolak ukur perusahaan untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan agar dapat berjaalan dengan efisien dan efektif sehingga proses pencapaian tujuan bisa tercapai dengan lebih cepat. Tentunya dengan menrapkan sistem pengendalian manajemen dalam perusahaan agar proses produksi berjalan dengan semestinya. Dengan adanya sistem pengendalian manajemen dapat membantu perusahaan untuk memastikan bahwa sumber daya yang mereka punya bisa digunakan dengan maksimal tanpa ada satu sumber daya yang terbuang sia-sia.
Faktor yang Mempengaruhi Sistem Pengendalian Manajemen
Dalam sistem pengendalian manajemen yang sedang berjalan sendiri, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Berikut ini beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sistem pengendalian manajemen
- Ukuran serta penyebaran enterprise
Faktor pertama yang mempengaruhi sistem pengendalian manajemen adalah ukuran serta penyebaran enterprise, dimana seperti yang kita ketahui bahwa pasti terdapat pada proses penyebaran antara perusahaan yang lebih besar dengan perusahaan yang relatif lebih kecil. Perbedaan itu sendiri, dapat menjadi pengaruh dari sistem pengendalian manajemen yang ada di perusahaan tersebut. Hal ini juga dapat menjadi penentu isi serta sifat yang ada di dalam sistem kontrol pada tiap perusahaan maupun organisasi.
- Struktur organisasi, delegasi serta desentralisasi
Faktor kedua yang mempengaruhi sistem pengendalian manajemen adalah struktur organisasi, serta sejauh mana proses desentralisasi maupun delegasi terjadi di seluruh perusahaan maupun organisasi. Seperti contohnya, filosofi manajemen yang dimiliki oleh Bank Indonesia akan sangat berbeda dengan filosofi manajemen yang dimiliki oleh Negara Trading Corporation.
Selain itu, adanya tingkat desentralisasi serta delegasi di dalam sebuah perusahaan dapat membawa perubahan dari sebuah titik waktu yang lain gua memenuhi tantangan dari perubahan lingkungan yang ada serta peluang yang akan hadir bagi perusahaan.
- Sifat serta pembagian operasi
Faktor ketiga yang mempengaruhi sistem pengendalian manajemen adalah sifat serta pembagian operasi. Seperti pada contohnya di perusahaan atau industri minyak, dimana sub-unit yang ada tidak dapat dibentuk berdasarkan dasar produk, sedangkan pada banyak perusahaan dengan skala perdagangan yang besar, divisi yang ada di sebuah perusahaan dapat dibuat berdasarkan produk yang ingin diproduksi.
- Jenis pusat tanggung jawab
Faktor keempat yang mempengaruhi sistem pengendalian manajemen adalah jenis pusat tanggung jawab atau sistem yang ada pada sebuah perusahaan atau organisasi. Hal ini dapat berguna untuk menentukan pengukuran yang tepat baik dari segi biaya maupun keuntungan atas investasi yang dilakukan yang semua bergantung kepada jenis pusat tanggung jawab
- Persepsi yang dimiliki seseorang
Faktor kelima yang mempengaruhi sistem pengendalian manajemen adalah persepsi yang dimiliki seseorang di dalam sebuah perusahaan yang dapat memberikan dampak bagi mereka, baik dalam hal pekerjaan, kepuasan dengan perusahaan, maupun promosi serta kesejahteraan umum yang didapat dengan berada di dalam sebuah perusahaan. Berbagai pertimbangan tersebut dapat secara signifikan mempengaruhi sifat serta sisi dari sistem pengendalian manajemen yang diterapkan di dalam sebuah perusahaan
Proses Sistem Pengendalian Manajemen
Proses sistem pengendalian manajemen menurut Supriyono (2000) meliputi tahap-tahap:
- Penyusunan program
- Penyusunan anggaran
- Pelaksanaan pengendalian anggaran
- Pengukuran kinerja
- Pelaporan dan analisis
Proses sistem pengendalian manajemen di PT HM Sampoerna Tbk.
Pengendalian yang dilakukan PT. Sampoerna meliputi :
- Good manufacturing practices
Good manufacturing practices adalah suatu pedoman cara memproduksi pangan yang baik dengan tujuan agar produsen menghasilkan produk yang bermutu sesuai tuntutan konsumen, yang berarti produk tersebut terjamin mutunya dan aman dikonsumsi. Ruang lingkup kegiatan Good Manufacturing Practice : lokasi, bangunan, fasilitas sanitasi, mesin dan peralatan, bahan, pengawasan proses, produk akhir, laboratorium, karyawan, pengemas, label dan keterangan produk, penyimpanan, pemeliharaan dan program sanitasi, pengangkutan, dokumentasi dan pencatatan, pelatihan, penarikan produk dan pelaksanaan pedoman.
- Tanggung jawab manajemen
Terdiri dari :
- Tanggung jawab manajemen terdiri dari
- Kebijakan keamanan pangan dan adanya lingkungan kerja perusahaan lingkungan kerja perusahaan ini maksudnya adalah segala bentuk kegiatan untuk menjaga karyawan dan membina para karyawan agar tetap semangat dalam bekerja
- Menjalankan tata kelola yang baik
Namun tetap memperhatikan sasaran lingkungan sosial dan tata kelola melalui program berkelanjutan dan berbagai inisiatif kemasyarakatan dengan tetap menerapkan berbagai kebijakan dan prosedur keselamatan yang senantiasa itu akan digunakan sesuai dengan perkembangan situasi lingkungan sekitar.
Penulis:
Aan Nurlistiani
Nim 211011200925
Prodi S1 Akuntansi
Universitas Pamulang
Tulisan ini dibuat dalam rangka tugas kuliah.







